Indonesia Jadi Tuan Rumah IMSO 2026, 404 Siswa dari 23 Negara Adu Kemampuan Matematika dan Sains di Depok
04 Oktober 2026
| 21:09
DEPOK — Indonesia kembali menjadi pusat perhatian dunia pendidikan setelah dipercaya menjadi tuan rumah International Mathematics and Science Olympiad atau IMSO ke-23 Tahun 2026. Kompetisi internasional matematika dan sains tingkat sekolah dasar tersebut berlangsung di Depok, Jawa Barat, mulai 2 hingga 7 Oktober 2026. Sebanyak 404 murid dari 23 negara datang ke Indonesia untuk mengikuti kompetisi yang mempertemukan talenta-talenta muda terbaik di bidang matematika dan sains. IMSO ke-23 secara resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti pada Sabtu, 3 Oktober 2026 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Depok. Indonesia tidak hanya bertindak sebagai tuan rumah. Sebanyak 63 siswa Indonesia ikut bertanding menghadapi peserta dari berbagai negara. Kontingen Indonesia terdiri atas 32 peserta bidang Matematika dan 31 peserta bidang Sains. Mereka bukan dipilih secara sembarangan. Sebagian peserta merupakan peraih medali Olimpiade Sains Nasional atau OSN, sedangkan peserta lainnya lolos melalui seleksi mandiri yang dilakukan Klinik Pendidikan MIPA dalam beberapa tahap. Sebelum mengikuti kompetisi internasional, para siswa Indonesia juga menjalani proses pembinaan dan karantina pada 25 hingga 30 September 2026. Pembinaan tersebut tidak hanya difokuskan pada kemampuan menyelesaikan soal. Siswa juga dipersiapkan dalam aspek karakter, budi pekerti, kemampuan berpikir logis serta kesiapan menghadapi suasana kompetisi internasional. Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan IMSO bukan sekadar ajang untuk mencari siapa yang paling pintar dalam matematika dan sains. Pertemuan ratusan siswa dari berbagai negara juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk saling mengenal, bertukar pengalaman serta membangun jejaring internasional sejak usia sekolah dasar. Tema yang diangkat dalam IMSO tahun ini adalah “Where Young Minds Meet, Discover, Compete, and Inspire”. Tema tersebut menggambarkan bagaimana kompetisi diharapkan menjadi tempat generasi muda bertemu, menemukan pengalaman baru, berkompetisi secara sehat dan saling memberikan inspirasi. Kompetisi utama berlangsung pada 4 hingga 5 Oktober 2026. Terdapat tiga kategori utama yang harus dihadapi peserta, yakni Teori I, Teori II serta kategori Eksplorasi dan Eksperimen. Pada bidang sains, peserta tidak hanya dituntut memahami teori. Kemampuan melakukan pengamatan, eksperimen dan menarik kesimpulan ilmiah juga menjadi bagian penting dalam penilaian.
Tags:
pendidikan
Komentar Pengguna