Pendidikan
Dewi Safitri

Indonesia Peringkat 72 PISA 2025, Literasi dan Numerasi Siswa Masih Jadi Tantangan

Indonesia Peringkat 72 PISA 2025, Literasi dan Numerasi Siswa Masih Jadi Tantangan

06 November 2026 | 13:39

KebonCinta.com - Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 kembali memperlihatkan kesenjangan capaian pendidikan antarnegera. Indonesia berada di peringkat ke-72 dari 91 negara peserta, dengan skor yang masih berada di bawah rata-rata negara-negara berperforma tinggi dalam penilaian internasional tersebut.

Berdasarkan hasil penilaian PISA 2025 yang dikutip dari Visual Capitalist, kemampuan peserta didik Indonesia memperoleh skor 389 untuk sains, 364 untuk matematika, dan 365 untuk literasi membaca. Capaian tersebut menghasilkan skor rata-rata 372,7.

Baca Juga: 5 Strategi Belajar Efektif agar Nilai UAS Bisa Tembus 90, Siswa Wajib Coba! 

PISA merupakan asesmen internasional yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Penilaian ini melibatkan lebih dari 760.000 peserta didik yang mewakili sekitar 33 juta siswa dari 91 negara. Aspek yang diukur meliputi kemampuan membaca, matematika, dan sains, terutama dalam menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan kehidupan sehari-hari.

Dalam pemeringkatan tersebut, China menempati posisi pertama dengan skor rata-rata 578,7. Negara tersebut memperoleh nilai 597 dalam sains, 612 dalam matematika, dan 527 dalam membaca. Singapura menyusul di posisi kedua dengan skor rata-rata 552,7, sedangkan Taiwan berada di urutan ketiga dengan skor 531,3.

Baca Juga: Kemendikdasmen Tegaskan Pendampingan Siswa Bukan Hanya Tugas Guru BK, Semua Guru Berperan 

Dominasi negara-negara Asia Timur juga terlihat dalam daftar 15 negara dengan capaian PISA tertinggi. Setelah China, Singapura, dan Taiwan, posisi berikutnya ditempati Makau, Jepang, Korea Selatan, Estonia, Hong Kong, Inggris, Selandia Baru, Kanada, Irlandia, Australia, Swiss, dan Polandia.

Capaian tersebut memperlihatkan kuatnya performa sejumlah negara Asia dalam membangun kemampuan akademik peserta didik, khususnya pada bidang matematika dan sains. Sementara itu, Amerika Serikat berada di peringkat ke-16 secara keseluruhan dengan performa yang relatif lebih baik dalam sains dan membaca dibandingkan matematika.

Baca Juga: Pemerintah Gratiskan Biaya Pendidikan Seluruh Siswa SMA Taruna Nusantara, Lima Kampus Baru Dibangun 

Posisi Indonesia dalam pemeringkatan ini menjadi catatan penting bagi pembangunan sektor pendidikan nasional. Rendahnya capaian pada tiga kompetensi yang diukur menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian kurikulum atau pencapaian administratif, tetapi juga perlu memastikan peserta didik mampu memahami informasi, berpikir kritis, dan menggunakan pengetahuan untuk menghadapi persoalan nyata.

Selain proses pembelajaran di ruang kelas, hasil pendidikan juga berkaitan dengan pemerataan akses, kualitas tenaga pendidik, ketersediaan fasilitas belajar, serta kondisi sosial ekonomi peserta didik. Karena itu, peningkatan capaian pendidikan perlu dilakukan melalui kebijakan yang memperhatikan kesenjangan antardaerah dan latar belakang keluarga.

Hasil PISA 2025 semestinya tidak hanya dipandang sebagai angka pemeringkatan, tetapi juga sebagai bahan evaluasi terhadap arah kebijakan pendidikan Indonesia. Penguatan literasi, numerasi, dan sains perlu menjadi agenda berkelanjutan agar peserta didik tidak sekadar mampu menghafal materi, tetapi juga memiliki kemampuan bernalar, menganalisis, dan mengambil keputusan secara tepat.

Tags:
murid sekolah negara dengan murid paling pintar di dunia PISA 2025

Komentar Pengguna