Kemampuan ini dapat dilatih melalui latihan soal berbasis teks dan data, disertai evaluasi atas cara berpikir yang digunakan saat menjawab.
Menjelang pelaksanaan TKA SMA/sederajat pada akhir Oktober 2026, siswa dapat mulai membiasakan diri dengan bentuk soal yang menguji pemahaman dan penerapan konsep.
Pertama, pelajari kembali konsep inti dari setiap mata pelajaran. Kedua, latihan membaca teks dan menafsirkan tabel atau grafik. Ketiga, evaluasi jawaban untuk memahami alasan di balik pilihan yang benar. Keempat, latih pengelolaan waktu agar tidak terpaku terlalu lama pada satu soal.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara penguasaan materi, strategi, dan kesiapan mental. Ketiga aspek tersebut membantu siswa menghadapi asesmen tanpa kehilangan fokus ketika menemukan soal yang menantang.
Penggunaan stimulus dan pendekatan pengukuran seperti IRT menunjukkan bahwa pelaksanaan TKA melibatkan lebih dari sekadar penyajian pertanyaan dan penghitungan jawaban benar.
Bagi siswa, memahami karakteristik soal dapat menjadi bekal untuk menyiapkan strategi belajar yang lebih tepat. Mereka perlu menguasai materi, membaca informasi dengan kritis, dan mampu menerapkan konsep dalam konteks yang berbeda.
Pada akhirnya, persiapan TKA bukan tentang menebak bentuk soal yang akan keluar. Persiapan yang lebih bermanfaat adalah membangun pemahaman, melatih penalaran, dan menjaga kesiapan mental agar pengetahuan yang dimiliki dapat digunakan secara optimal.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir