Pendidikan
Al Fina

Ini Alasan Soal TKA SMA 2026 Pakai Standar PISA dan Sistem Penilaian IRT

Ini Alasan Soal TKA SMA 2026 Pakai Standar PISA dan Sistem Penilaian IRT

13 Oktober 2026 | 22:23

KebonCinta.com — Soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA/sederajat pada 2026 menjadi perhatian karena menggunakan stimulus berupa teks panjang, tabel, grafik, diagram, hingga data. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyebut penyusunan soal TKA mengacu pada standar Programme for International Student Assessment (PISA).

Pendekatan tersebut menekankan pentingnya kemampuan menggunakan pengetahuan dalam berbagai konteks, bukan sekadar mengingat materi yang telah dipelajari. Siswa dituntut memahami informasi yang tersedia, menghubungkan konsep, dan menentukan jawaban berdasarkan stimulus yang diberikan.

Selain bentuk soal, sistem penilaian TKA juga menggunakan metode Item Response Theory (IRT). Metode ini mempertimbangkan karakteristik butir soal dalam proses pengukuran kemampuan peserta.

Lantas, apa hubungan PISA, stimulus, dan IRT dalam pelaksanaan TKA SMA 2026?

Baca Juga: Guru SD-SMP Wajib Tahu! Beasiswa STEM Kemendikdasmen Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya 

Soal TKA Mengacu pada Standar PISA, Apa Maksudnya?

Programme for International Student Assessment atau PISA merupakan program asesmen internasional yang menilai kemampuan peserta didik dalam menggunakan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi persoalan dalam konteks kehidupan nyata.

Ketika Mendikdasmen menyebut soal TKA mengacu pada standar PISA, pesan utamanya adalah pentingnya mengukur kemampuan siswa memahami dan menerapkan pengetahuan, bukan hanya mengingat informasi.

Dalam praktiknya, soal dapat menyajikan suatu situasi atau persoalan terlebih dahulu. Siswa kemudian diminta menafsirkan informasi, menghubungkan fakta, menggunakan konsep yang relevan, atau menarik kesimpulan.

Pendekatan berbasis konteks ini membuat proses menjawab soal membutuhkan pemahaman yang lebih menyeluruh. Siswa perlu mengetahui konsep yang digunakan sekaligus memahami kapan dan bagaimana konsep tersebut dapat diterapkan.

Meski demikian, mengacu pada standar atau pendekatan PISA tidak berarti TKA merupakan ujian PISA. Keduanya merupakan asesmen berbeda dengan tujuan, sasaran, dan rancangan masing-masing.

Stimulus Bukan Sekadar Bacaan Tambahan

Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen menjelaskan bahwa stimulus menjadi informasi dasar yang digunakan peserta untuk menjawab soal TKA.

Stimulus dapat disajikan dalam berbagai bentuk, antara lain:

  • Teks atau wacana: menyajikan informasi, pendapat, peristiwa, atau persoalan yang perlu dipahami.
  • Tabel: menampilkan data terstruktur yang perlu dibandingkan atau ditafsirkan.
  • Grafik dan diagram: membantu siswa membaca pola, hubungan, atau perubahan suatu data.
  • Gambar: memberikan informasi visual yang berkaitan dengan pertanyaan.
  • Data: menyediakan fakta atau angka yang dapat digunakan untuk membuat analisis.

Setiap bentuk stimulus dapat memiliki fungsi berbeda sesuai mata pelajaran. Dalam soal tertentu, siswa mungkin perlu menemukan informasi tersurat. Dalam soal lain, siswa harus menghubungkan beberapa bagian informasi sebelum menentukan jawaban.

Dengan demikian, stimulus bukan sekadar pengantar panjang yang boleh dilewati. Informasi di dalamnya dapat menjadi dasar utama untuk menyelesaikan soal.

TKA Selaras dengan Prinsip Pembelajaran Mendalam

Penggunaan stimulus dan konteks kehidupan nyata juga berkaitan dengan prinsip pembelajaran mendalam atau deep learning yang menekankan pemahaman bermakna.

Ada dua prinsip yang relevan dalam pendekatan ini.

1. Bermakna (meaningful)

Pengetahuan menjadi lebih bermakna ketika siswa memahami hubungan antara teori di kelas dan persoalan di kehidupan sehari-hari. Misalnya, konsep matematika tidak hanya dipelajari sebagai rumus, tetapi juga digunakan untuk menafsirkan data atau menyelesaikan masalah yang relevan.

2. Berkesadaran (mindful)

Siswa didorong untuk membaca dengan cermat, menyaring informasi, memahami hubungan antarkonsep, dan memikirkan alasan di balik suatu jawaban. Proses belajar tidak berhenti pada menghafal, melainkan membangun pemahaman.

Dalam konteks TKA, kedua prinsip ini membantu menjelaskan mengapa siswa perlu berlatih membaca kritis dan menerapkan konsep, bukan hanya mengulang materi secara mekanis.

Mengenal Sistem Penilaian IRT dalam TKA

Selain bentuk soal, aspek lain yang perlu dipahami adalah sistem penilaiannya. TKA menggunakan metode Item Response Theory (IRT), yaitu pendekatan pengukuran yang menganalisis hubungan antara kemampuan peserta dan karakteristik butir soal.

Dalam penjelasan mengenai TKA, metode ini digunakan untuk mempertimbangkan karakteristik soal dalam proses penilaian. IRT juga telah digunakan dalam berbagai asesmen pendidikan, termasuk asesmen internasional seperti PISA dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS).

Secara sederhana, IRT tidak hanya melihat jumlah jawaban benar secara terpisah dari karakteristik soal. Model yang digunakan dapat memperhitungkan parameter butir, sesuai rancangan dan penerapan sistem penilaiannya.

Karena itu, peserta tidak sebaiknya menyimpulkan bahwa semua soal pasti memiliki bobot yang sama atau bahwa setiap soal sulit selalu menghasilkan nilai tertentu. Rincian perhitungan skor bergantung pada model dan ketentuan teknis yang diterapkan dalam asesmen.

Bagi siswa, hal yang paling penting tetap sama: membaca instruksi dengan cermat, memahami stimulus, dan menjawab berdasarkan kemampuan serta informasi yang tersedia.

Apakah Soal Panjang Berarti Lebih Sulit?

Panjang pendeknya teks tidak selalu menentukan tingkat kesulitan soal. Bacaan panjang dapat menyediakan konteks yang diperlukan, sementara soal dengan teks singkat pun dapat menuntut penalaran yang kompleks.

Tingkat kesulitan lebih berkaitan dengan kompetensi yang diukur, informasi yang perlu diolah, dan proses berpikir yang dibutuhkan untuk menemukan jawaban.

Karena itu, siswa tidak perlu langsung menganggap soal dengan bacaan panjang sebagai soal yang mustahil dikerjakan.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
TKA SMA kemendikdasmen Soal TKA

Komentar Pengguna