Teknologi
Hilmi An Naufal

Ini Fitur Canggih Mobil Modern yang Jarang Disadari, Berkendara Jadi Lebih Aman

Ini Fitur Canggih Mobil Modern yang Jarang Disadari, Berkendara Jadi Lebih Aman

14 Agustus 2026 | 07:38

KebonCinta.com – Mobil modern sekarang bukan hanya soal desain eksterior, tenaga mesin, atau kemewahan kabin. Di balik dashboard dan bodinya, terdapat berbagai sistem elektronik yang dirancang untuk membantu pengemudi menghadapi situasi di jalan.

Sebagian fitur bahkan bekerja tanpa terlalu banyak disadari pengemudi. Sensor, kamera, radar, dan komputer kendaraan terus memantau kondisi sekitar untuk memberikan peringatan atau membantu melakukan tindakan tertentu.

Teknologi tersebut semakin banyak ditemukan pada mobil keluaran terbaru, terutama melalui sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS). Fitur seperti pemantauan titik buta, bantuan menjaga jalur, pengereman otomatis, hingga cruise control adaptif kini mulai menjadi bagian dari pengalaman berkendara modern.

1. Blind Spot Monitoring, Teman Saat Pindah Jalur

Salah satu fitur yang sangat berguna tetapi sering dianggap sepele adalah Blind Spot Monitoring (BSM).

Area blind spot merupakan bagian di sekitar kendaraan yang tidak selalu terlihat melalui kaca spion. Ketika kendaraan lain berada di area tersebut, pengemudi bisa saja tidak menyadarinya saat hendak berpindah jalur.

BSM menggunakan sensor untuk mendeteksi kendaraan di area yang sulit terlihat tersebut. Jika ada kendaraan yang terdeteksi, sistem dapat memberikan peringatan kepada pengemudi.

Beberapa kendaraan bahkan menampilkan indikator pada kaca spion sehingga pengemudi mendapatkan informasi tambahan sebelum melakukan manuver.

Namun, fitur ini tetap hanya sebagai bantuan. Pengemudi tetap harus memastikan kondisi sekitar sebelum berpindah jalur.

2. Adaptive Cruise Control Bukan Sekadar Cruise Control

Cruise control biasa memungkinkan kendaraan mempertahankan kecepatan tertentu tanpa pengemudi harus terus menekan pedal gas.

Teknologi Adaptive Cruise Control (ACC) bekerja lebih jauh.

Sistem ini dapat membaca kendaraan di depan dan menyesuaikan kecepatan untuk mempertahankan jarak yang telah ditentukan. Ketika kendaraan di depan melambat, mobil juga dapat ikut mengurangi kecepatan. Pada sistem tertentu, kendaraan bahkan mampu berhenti dan kembali melaju mengikuti kondisi lalu lintas.

Fitur seperti ini sangat membantu ketika berkendara dalam perjalanan panjang atau menghadapi lalu lintas yang padat.

Meski begitu, pengemudi tetap harus memperhatikan jalan. ACC bukan sistem yang membuat mobil dapat berjalan sendiri tanpa pengawasan.

3. Automatic Emergency Braking Bisa Bereaksi Saat Bahaya

Fitur lain yang semakin banyak digunakan adalah Automatic Emergency Braking (AEB) atau sistem pengereman darurat otomatis.

Sistem ini menggunakan sensor dan kamera untuk mendeteksi kemungkinan tabrakan di depan.

Jika sistem memperkirakan pengemudi tidak merespons dengan cukup cepat terhadap kondisi berbahaya, kendaraan tertentu dapat memberikan peringatan dan melakukan pengereman untuk membantu mengurangi risiko benturan.

Teknologi ini bukan berarti mobil selalu bisa menghindari kecelakaan.

Kondisi jalan, kecepatan, cuaca, jenis objek, dan kemampuan sensor dapat memengaruhi cara sistem bekerja.

Karena itu, fitur pengereman otomatis tetap harus dianggap sebagai sistem bantuan, bukan pengganti pengemudi.

4. Lane Keeping Assist Membantu Mobil Tetap di Jalurnya

Pernah merasa mobil sedikit bergeser dari jalur ketika berkendara di jalan panjang?

Fitur Lane Keeping Assist (LKA) dirancang untuk membantu situasi seperti ini.

Kamera pada bagian depan kendaraan dapat membaca marka jalan. Jika sistem mendeteksi kendaraan mulai keluar jalur tanpa indikasi seperti penggunaan lampu sein, fitur tertentu dapat memberikan peringatan atau membantu mengoreksi arah kemudi.

Pada teknologi yang lebih maju, sistem seperti Lane Following Assist bahkan dapat membantu menjaga posisi kendaraan tetap berada di tengah jalur.

Fitur tersebut dapat memberikan bantuan terutama ketika berkendara di jalan dengan marka yang jelas.

5. Rear Cross-Traffic Alert Berguna Saat Mundur

Area belakang kendaraan menjadi salah satu titik yang cukup sulit dipantau ketika mobil sedang mundur.

Situasinya semakin berisiko ketika kendaraan keluar dari tempat parkir yang diapit mobil lain.

Rear Cross-Traffic Alert (RCTA) dirancang untuk membantu mendeteksi kendaraan yang bergerak mendekati bagian belakang mobil dari sisi kiri atau kanan.

Ketika objek terdeteksi, sistem dapat memberikan peringatan kepada pengemudi. Pada kendaraan dengan sistem yang lebih lengkap, fitur tertentu bahkan dapat membantu melakukan pengereman ketika risiko benturan terdeteksi.

Fitur ini sangat berguna ketika jarak pandang ke arah belakang terbatas.

6. Kamera 360 Derajat Membantu Parkir

Kamera belakang sudah menjadi fitur yang cukup umum.

Namun, sejumlah mobil modern menawarkan sistem yang jauh lebih lengkap melalui Surround View Monitor atau kamera 360 derajat.

Sistem ini menggunakan beberapa kamera yang ditempatkan di berbagai bagian kendaraan. Gambar dari kamera kemudian diproses untuk memberikan tampilan area sekitar mobil.

Hasilnya, pengemudi dapat melihat kendaraan dari perspektif seperti tampilan atas ketika melakukan manuver di ruang sempit. Kia, misalnya, menjelaskan bahwa sistem Surround View Monitor menggunakan empat kamera untuk membantu melihat area di sekitar kendaraan.

Bagi pengemudi yang sering parkir di tempat sempit, teknologi ini dapat membuat proses manuver menjadi jauh lebih mudah.

7.

Tags:
teknologi

Komentar Pengguna