Keboncinta.com-- Bagi sebagian orang, berada di taman bunga adalah pengalaman yang menenangkan. Warna-warni kelopak, aroma lembut yang menenangkan, suasana yang terasa romantis. Namun bagi yang memiliki alergi bunga, pengalaman itu bisa berubah menjadi hal yang mengkhawatirkan. Hidung tiba-tiba gatal, bersin tak terkendali, mata berair, bahkan dada terasa sesak. Apa sebenarnya yang sedang terjadi di dalam tubuh mereka?
Banyak orang mengira alergi bunga disebabkan oleh aroma bunganya. Padahal, penyebab utamanya bukanlah wangi yang tercium, melainkan serbuk sari atau pollen yang dilepaskan bunga ke udara. Serbuk sari ini berukuran sangat kecil, ringan, dan mudah beterbangan terbawa angin. Ketika terhirup, partikel ini masuk ke saluran pernapasan dan bertemu dengan sistem imun.
Pada orang yang tidak alergi, serbuk sari tidak berpengaruh apapun, dan tidak dianggap berbahaya. Sistem imun akan membiarkannya lewat tanpa reaksi berlebihan. Namun pada orang dengan alergi, tubuh justru salah mengenali pollen sebagai ancaman serius, seolah-olah itu adalah virus atau bakteri berbahaya. Di sinilah permasalahan dimulai.
Sistem imun segera memproduksi antibodi yang disebut Immunoglobulin E (IgE). Antibodi ini menempel pada sel mast, yaitu sel yang berperan dalam respons alergi. Ketika paparan berikutnya terjadi, serbuk sari memicu sel mast untuk melepaskan zat kimia seperti histamin. Histamin inilah yang menyebabkan gejala yang muncul.
Histamin menyebabkan pembuluh darah melebar dan meningkatkan produksi lendir. Akibatnya, hidung menjadi tersumbat atau justru berair terus-menerus. Ujung saraf di hidung ikut terangsang, memicu bersin berulang. Mata terasa gatal karena reaksi peradangan ringan di selaput mata. Pada sebagian orang, saluran napas juga ikut menyempit, menimbulkan batuk atau sesak napas, terutama jika ia juga memiliki riwayat asma.
Menariknya, tidak semua bunga memiliki potensi alergi yang sama. Bunga yang penyerbukannya dibantu angin cenderung menghasilkan serbuk sari lebih banyak dan lebih ringan, sehingga mudah terhirup. Sementara bunga dengan warna mencolok dan aroma kuat biasanya mengandalkan serangga sebagai penyerbuk, sehingga serbuk sarinya lebih berat dan jarang beterbangan jauh.