Keboncinta.com-- Menghadapi anak yang sedang tantrum memang bisa menjadi situasi yang menguras kesabaran orang tua. Anak dapat menangis, berteriak, marah, atau menunjukkan penolakan ketika keinginannya tidak terpenuhi.
Dalam kondisi seperti ini, respons orang tua sangat penting. Alih-alih ikut terbawa emosi, orang tua dapat membantu anak mengenali perasaannya sekaligus belajar mengendalikan emosi secara perlahan.
Tantrum juga dapat dipengaruhi berbagai kondisi, sehingga orang tua perlu melihat situasinya secara menyeluruh. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan ketika anak mengalami tantrum.
Baca Juga: Cara Membuat Anak Suka Membaca Sejak Dini, Nomor 4 Perlu Dicontoh Orang Tua
Hal pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah menjaga diri agar tidak ikut terpancing.
Ketika anak menangis atau berteriak, berikan diri sendiri waktu sejenak untuk menenangkan pikiran sebelum memberikan respons. Hindari membalas teriakan anak dengan suara keras karena hal tersebut dapat membuat suasana semakin tegang.
Sikap tenang dari orang tua dapat membantu menciptakan kondisi yang lebih aman bagi anak untuk kembali mengendalikan emosinya.
Jangan hanya berfokus pada perilaku anak ketika tantrum. Cobalah mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya.
Tantrum dapat muncul ketika anak merasa lapar, mengantuk, kelelahan, frustrasi, atau kecewa karena keinginannya tidak terpenuhi.
Dengan mengetahui pemicunya, orang tua dapat menentukan respons yang lebih sesuai. Pemahaman terhadap penyebab juga membantu orang tua mengenali pola tantrum yang mungkin berulang.
Saat anak sedang diliputi emosi, orang tua dapat menunjukkan bahwa perasaan anak tetap didengar dan diperhatikan.
Gunakan suara yang lembut dan kalimat sederhana. Sampaikan bahwa orang tua memahami anak sedang kecewa atau marah tanpa harus langsung memenuhi semua keinginannya.
Sikap empati membuat anak merasa diperhatikan. Dalam jangka panjang, pendekatan tersebut dapat membantu anak belajar mengenali dan menyampaikan perasaannya dengan cara yang lebih baik.
Baca Juga: Berikut 7 Cara Mengurangi Ketergantungan Gadget pada Anak, Orang Tua Wajib Coba
Memberikan pilihan yang terbatas dapat membantu anak merasa memiliki kendali terhadap situasi.
Misalnya, ketika anak ingin melakukan sesuatu pada waktu yang kurang tepat, orang tua bisa memberikan dua pilihan yang sama-sama dapat diterima.
Contohnya, “Kamu mau membaca buku sekarang atau setelah makan?”
Cara seperti ini memberikan kesempatan kepada anak untuk menentukan pilihan tanpa membuat orang tua kehilangan batasan yang sudah ditetapkan.
Tantrum bukan alasan untuk memberikan hukuman fisik ataupun menakut-nakuti anak.
Orang tua sebaiknya menghindari tindakan seperti memukul, mencubit, membentak, atau memberikan ancaman. Fokus utama seharusnya adalah membantu anak memahami emosinya dan secara bertahap belajar mengelolanya.
Batasan tetap perlu diberikan, tetapi dapat disampaikan dengan tegas dan tenang. Anak perlu memahami bahwa tidak semua keinginan dapat dipenuhi, sekaligus mengetahui perilaku apa yang dapat diterima.
Baca Juga: Mulai 2027, Guru PPPK Paruh Waktu Berpeluang Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes, Ini Kebijakannya
Ketika suasana mulai lebih terkendali, orang tua dapat mengajak anak melakukan latihan pernapasan sederhana.
Ajak anak menarik napas secara perlahan dan mengembuskannya bersama-sama. Orang tua dapat memberikan contoh terlebih dahulu agar anak lebih mudah mengikutinya.
Kegiatan sederhana ini dapat menjadi salah satu cara untuk membantu anak menenangkan diri ketika sedang menghadapi emosi yang kuat.
Tantrum merupakan situasi yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi dari orang tua. Tidak semua ledakan emosi anak dapat dihentikan dengan cepat, sehingga penting bagi orang tua untuk memberikan ruang bagi anak sambil tetap menjaga batasan yang diperlukan.
Memahami pemicu tantrum, menunjukkan empati, memberikan pilihan, menghindari kekerasan, serta mengajarkan cara menenangkan diri dapat menjadi bagian dari proses anak belajar mengelola emosinya.
Baca Juga: Hari Santri 2026, Kemenag Buka Sayembara Surat Santri untuk Presiden Ini Syaratnya
Dengan pendampingan yang tepat, orang tua tidak hanya berusaha menghentikan tantrum, tetapi juga membantu anak membangun kemampuan untuk mengenali, mengungkapkan, dan mengendalikan perasaan secara bertahap.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir