Keboncinta.com-- Kalimat itu rasanya akrab sekali di telinga sejak kecil. Baru saja hujan turun dan kita berlari ke luar rumah dengan wajah riang, tiba-tiba suara ibu atau nenek dari balik pintu: jangan main hujan nanti sakit! Pertanyaannya, apakah benar air hujan bisa langsung membuat tubuh tumbang? Atau ini hanya mitos turun-temurun yang dipercaya tanpa pernah benar-benar dipahami?
Secara ilmiah, hujan itu sendiri bukan penyebab utama sakit seperti flu atau demam. Penyakit flu, misalnya, disebabkan oleh virus, bukan oleh air hujan. Virus influenza menyebar melalui droplet atau percikan dari orang yang terinfeksi. Jadi, secara logika sederhana, basah karena hujan tidak otomatis membuat virus muncul begitu saja di tubuh kita.
Ketika tubuh kehujanan, suhu tubuh bisa menurun, terutama jika kita berada cukup lama di udara dingin dengan pakaian basah. Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh mengalami stres sementara. Saat suhu tubuh turun, sistem imun bisa sedikit melemah dalam jangka pendek. Jika pada saat yang sama kita sudah terpapar virus, peluang untuk jatuh sakit bisa meningkat. Jadi bukan hujannya yang membawa penyakit, melainkan kombinasi antara paparan virus dan kondisi tubuh yang sedang tidak optimal.
Ada juga faktor kebersihan. Di kota besar dengan tingkat polusi tinggi, air hujan pertama yang turun sering kali membawa partikel debu dan polutan dari udara. Kontak dengan air seperti ini bisa memicu iritasi kulit atau mata pada sebagian orang yang sensitif. Meski tidak selalu menyebabkan penyakit serius, tetap ada potensi gangguan ringan.
Menariknya, banyak orang merasa sakit setelah kehujanan bukan semata-mata karena airnya, tetapi karena kebiasaan setelahnya. Misalnya, tetap memakai baju basah terlalu lama, tidak segera mengeringkan rambut, atau langsung tidur dalam kondisi tubuh dingin. Kebiasaan inilah yang membuat tubuh sulit kembali ke suhu normal.
Di sisi lain, tidak semua orang yang main hujan akan sakit. Anak-anak sering terlihat baik-baik saja meski bermain di bawah hujan, selama setelahnya mereka segera mandi air hangat, mengganti pakaian, dan beristirahat cukup. Artinya, daya tahan tubuh memegang peranan besar.
Secara psikologis, larangan main hujan juga bisa dipahami sebagai bentuk proteksi orang tua. Mereka ingin menghindari risiko sekecil apa pun yang bisa membuat anak sakit. Dalam konteks zaman dulu, ketika akses kesehatan belum semudah sekarang, pencegahan menjadi langkah paling aman.