Keboncinta.com — Ibadah umrah merupakan salah satu bentuk penghambaan seorang muslim kepada Allah SWT yang dilakukan di Tanah Suci Makkah. Sebelum melaksanakan rangkaian ibadah tersebut, jemaah perlu memahami bacaan niat umrah, tata cara, serta ketentuan yang harus dipenuhi agar ibadah berjalan sesuai tuntunan syariat Islam.
Niat menjadi bagian penting dalam setiap ibadah. Dalam Islam, niat tidak hanya berupa ucapan lisan, tetapi juga kehendak hati untuk melaksanakan suatu ibadah karena Allah SWT. Oleh sebab itu, setiap muslim yang hendak menunaikan umrah perlu memahami makna niat dan waktu pelaksanaannya.
Berikut penjelasan mengenai bacaan niat umrah lengkap dengan tulisan Arab, Latin, arti, serta tata cara pelaksanaannya.
Dikutip dari buku Buku Pintar Muslim dan Muslimah karya Rina Ulfatul Hasanah, terdapat bacaan niat umrah yang dapat dilafalkan oleh jemaah ketika hendak memulai ihram.
Arab:
لَبَيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً
Latin:
Labbayka Allahumma 'umratan.
Artinya:
"Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, untuk melaksanakan umrah."
Bacaan tersebut merupakan ungkapan pemenuhan panggilan Allah SWT untuk beribadah di Tanah Suci.
Arab:
نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitul 'umrata wa ahramtu biha lillahi ta'ala.
Artinya:
"Aku berniat umrah dan berihram karena Allah Ta'ala."
Perlu dipahami bahwa niat pada dasarnya berada di dalam hati. Melafalkan niat dapat dilakukan sebagai bentuk membantu menghadirkan kesadaran dan keteguhan hati dalam menjalankan ibadah.
Baca Juga: Jemaah Wajib Tahu! Cara Memilih Aplikasi Umroh agar baterai HP Tidak Cepat Habis
Niat umrah dibaca ketika jemaah mulai memasuki keadaan ihram, yakni di tempat miqat yang telah ditentukan. Berbeda dengan ibadah haji yang memiliki batas waktu tertentu, umrah dapat dilaksanakan sepanjang tahun.
Miqat merupakan batas yang menjadi ketentuan bagi jemaah untuk memulai ihram. Terdapat dua jenis miqat dalam ibadah umrah, yaitu miqat zamani dan miqat makani.
Miqat zamani umrah berlaku sepanjang tahun. Sementara itu, miqat makani merupakan batas tempat yang harus diperhatikan jemaah sebelum memasuki Makkah untuk melaksanakan ibadah.
Miqat makani ditetapkan berdasarkan arah kedatangan jemaah. Beberapa lokasi miqat yang dikenal dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah antara lain:
Bagi jemaah Indonesia yang melakukan perjalanan menggunakan pesawat, miqat biasanya diumumkan oleh pihak penerbangan atau pembimbing ibadah ketika pesawat mendekati batas miqat. Jemaah perlu mempersiapkan ihram sebelum melintasi batas tersebut.
Adapun jemaah yang tiba melalui Bandara King Abdul Aziz di Jeddah perlu mengikuti arahan pembimbing ibadah dan ketentuan fikih yang berlaku. Jangan menunda ihram hingga melewati miqat tanpa alasan yang dibenarkan.
Sebelum melaksanakan umrah, seorang muslim perlu memenuhi sejumlah ketentuan. Syarat umrah secara umum meliputi:
Kemampuan tersebut juga perlu mempertimbangkan keamanan perjalanan serta kebutuhan keluarga yang ditinggalkan.
Merujuk pada buku Haji dan Umrah: Sebuah Perjalanan Spiritual dari Niat hingga Tawaf Wada karya Nadia Kharisma Afrillia dan Kustin Hartini, pelaksanaan umrah mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.
Berikut rangkaian tata cara umrah yang perlu diketahui jemaah.
Jemaah mempersiapkan diri dengan mandi, mengenakan pakaian ihram, kemudian berniat umrah di miqat. Setelah itu, jemaah dianjurkan memperbanyak bacaan talbiyah.
Tawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di titik yang sama. Jemaah hendaknya menjaga ketertiban dan tidak menyakiti orang lain.
Sai merupakan berjalan atau berlari kecil sebanyak tujuh kali perjalanan antara Bukit Safa dan Marwah.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir