Khazanah
Al Fina

Jangan Tunggu Dinding Berjamur! 7 Kebiasaan Ini Bisa Membantu Mencegah Rumah Lembap saat Musim Hujan

Jangan Tunggu Dinding Berjamur! 7 Kebiasaan Ini Bisa Membantu Mencegah Rumah Lembap saat Musim Hujan

31 Oktober 2026 | 08:40

KebonCinta.com - Musim hujan bukan hanya membuat aktivitas di luar rumah menjadi terbatas. Kondisi cuaca yang lembap juga bisa memengaruhi kenyamanan hunian, terutama ketika rumah jarang mendapatkan paparan sinar matahari.

Salah satu masalah yang sering muncul adalah kelembapan berlebih. Mulai dari pakaian yang sulit kering, lemari berbau apek, hingga munculnya bercak jamur pada dinding dan furnitur.

Masalah tersebut sebaiknya tidak dianggap sepele. Selain mengganggu kenyamanan, pertumbuhan jamur di dalam rumah juga dapat memengaruhi kualitas udara.

Untuk mencegahnya, ada beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan selama musim hujan. Berikut tujuh langkah yang dapat membantu menjaga rumah tetap kering dan terawat.

Baca Juga: Bukan Soal Pakaian Mahal! 7 Gestur Tubuh Ini Bisa Membuat Kamu Terlihat Lebih Berkelas dan Elegan 

1. Pastikan Sirkulasi Udara Berjalan dengan Baik

Udara yang terperangkap di dalam ruangan dapat membuat rumah terasa pengap. Karena itu, menjaga sirkulasi udara menjadi langkah penting untuk mengendalikan kelembapan.

Kamu bisa membuka jendela ketika hujan sudah reda dan udara di luar tidak terlalu lembap. Membuka pintu antar-ruangan juga dapat membantu udara bergerak lebih leluasa.

Namun, perlu diingat bahwa kipas biasa hanya membantu menggerakkan udara dan tidak secara langsung menghilangkan kandungan uap air di dalamnya.

Perhatikan pula area yang jarang mendapatkan aliran udara, seperti sudut kamar dan ruang penyimpanan.

2. Pantau Kelembapan dengan Higrometer

Terkadang, rumah terasa pengap meskipun tidak terlihat adanya genangan air atau kebocoran. Untuk mengetahui kondisi sebenarnya, kamu bisa menggunakan higrometer.

Alat ini berfungsi mengukur kelembapan relatif udara di dalam ruangan. Dengan begitu, kamu dapat mengetahui apakah tingkat kelembapan rumah masih berada dalam kisaran yang disarankan.

Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menyarankan kelembapan relatif dalam ruangan dijaga di bawah 60 persen, dengan kisaran ideal sekitar 30-50 persen jika memungkinkan.

Jika angkanya terlalu tinggi, kamu bisa mulai memperbaiki ventilasi atau mempertimbangkan penggunaan dehumidifier.

3. Segera Keringkan Pakaian Sebelum Disimpan

Pakaian yang belum benar-benar kering dapat menjadi salah satu penyebab munculnya bau apek di lemari.

Selama proses pengeringan, air dari pakaian akan menguap ke udara. Jika jemuran ditempatkan di ruangan tertutup, kelembapan di area tersebut bisa meningkat.

Saat cuaca tidak memungkinkan untuk menjemur di luar, gunakan area dalam rumah yang memiliki ventilasi memadai. Kipas dapat membantu memperlancar pergerakan udara, sedangkan pengering pakaian dengan sistem pembuangan yang sesuai juga bisa menjadi alternatif.

Pastikan pakaian sudah kering sepenuhnya sebelum dilipat dan disimpan.

4. Kurangi Uap Air dari Kamar Mandi dan Dapur

Aktivitas sehari-hari di kamar mandi dan dapur dapat menghasilkan banyak uap air. Jika tidak dikeluarkan dengan baik, uap tersebut dapat meningkatkan kelembapan ruangan.

Untuk mengurangi dampaknya, aktifkan kipas pembuangan udara ketika mandi atau memasak. Kamu juga dapat membuka jendela apabila kondisi cuaca memungkinkan.

Setelah mandi, jangan biarkan genangan air terlalu lama. Keringkan permukaan lantai atau area yang sering terkena percikan air agar tidak terus-menerus lembap.

Langkah ini membantu mengurangi sumber kelembapan sebelum memengaruhi bagian rumah lainnya.

5. Jangan Abaikan Kebocoran Kecil

Rembesan air dari atap, dinding, jendela, maupun pipa sering kali menjadi penyebab kelembapan yang sulit diatasi.

Masalah ini terkadang tidak langsung terlihat.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:

Komentar Pengguna