KebonCinta.com — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik atau TKA 2026 semakin dekat dan sebagian siswa kelas 12 mulai merasakan tekanan menjelang ujian.
Rasa cemas, jantung berdebar hingga sulit berkonsentrasi merupakan beberapa kondisi yang dapat muncul ketika siswa menghadapi situasi yang dianggap menegangkan.
Psikolog remaja Wikan Putri Larasati mengatakan respons tersebut merupakan reaksi alami tubuh ketika menghadapi rasa takut atau tekanan.
“Tubuh atau otak kita tidak bisa membedakan antara rasa takut dikejar singa dengan rasa takut menghadapi soal,” ujar Wikan.
Ia menjelaskan tubuh dapat memberikan respons yang hampir sama ketika seseorang menghadapi bahaya maupun tekanan akademik.
Akibatnya, siswa yang terlalu panik justru dapat kesulitan membaca soal dan mengambil keputusan secara tenang.
Karena itu, langkah pertama ketika panik adalah membantu tubuh kembali merasa aman.
Siswa dapat berhenti sejenak, mengatur napas dan memberikan afirmasi sederhana bahwa kondisi yang dihadapi aman serta dapat dilewati.
Salah satu teknik yang dapat dicoba adalah pola pernapasan 4-7-8.
Caranya dengan menarik napas selama empat detik, menahan selama tujuh detik lalu menghembuskannya perlahan selama delapan detik.
Teknik tersebut dapat digunakan ketika siswa mulai merasa terlalu tegang sebelum maupun saat mengerjakan ujian.
Selain mengelola kepanikan, pola belajar menjelang TKA juga perlu diperhatikan.
Wikan menyarankan siswa tidak memaksakan belajar dalam waktu sangat panjang sekaligus.
Belajar dalam durasi lebih pendek tetapi konsisten dinilai lebih efektif dibandingkan sistem belajar maraton yang dilakukan menjelang hari ujian.
Siswa dapat membagi target belajar ke dalam beberapa sesi.
Setiap sesi dapat digunakan untuk memahami materi, mengerjakan latihan soal kemudian mengevaluasi bagian yang masih belum dikuasai.
Istirahat juga tidak boleh diabaikan.
Kurang tidur dapat menyebabkan konsentrasi menurun dan membuat tubuh lebih mudah merasa lelah ketika mengerjakan tes.
Orang tua mempunyai peran penting dalam membantu siswa menghadapi masa persiapan.
Dukungan sebaiknya diberikan tanpa menambah tekanan melalui tuntutan nilai yang terlalu tinggi maupun membandingkan anak dengan siswa lain.
Remaja membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa usaha yang dilakukan tetap dihargai.
Sekolah juga dapat membantu dengan memberikan informasi mengenai mekanisme TKA secara jelas sehingga siswa tidak menghadapi ujian dengan banyak ketidakpastian.
Berdasarkan jadwal 2026, gladi bersih TKA jenjang SMA dan sederajat berlangsung pada 5 hingga 18 Oktober.
Pelaksanaan utama kemudian dijadwalkan pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.
TKA susulan berlangsung pada 16 sampai 29 November, sedangkan hasil dijadwalkan diumumkan pada 23 Desember 2026.
Dengan waktu persiapan yang masih tersedia, siswa sebaiknya fokus pada latihan yang terukur daripada belajar dalam kondisi panik.
Persiapan akademik tetap penting, tetapi kondisi fisik dan mental juga mempunyai peran besar ketika menghadapi ujian.
TKA bukan alasan bagi siswa untuk mengabaikan waktu tidur, makan maupun istirahat.
Belajar dengan konsisten, memahami pola soal dan menjaga ketenangan dapat menjadi kombinasi yang lebih baik daripada memaksakan diri belajar tanpa jeda hingga kelelahan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir