Khazanah
M. Panji Maulana

Jenis-Jenis Najis dalam Fikih Syafi'i dan Cara Menyucikannya Beserta Contohnya

Jenis-Jenis Najis dalam Fikih Syafi'i dan Cara Menyucikannya Beserta Contohnya

16 Oktober 2026 | 12:34

Pada kain, perhatian utamanya adalah memastikan najis diangkat dan air mencapai bagian yang terkena. Jenis bahan, kemampuan menyerap air, dan keberadaan noda dapat membuat proses pembersihan berbeda secara praktis.

Hindari mencampurkan istilah bersih secara kasatmata dengan suci menurut ketentuan fikih. Sabun membantu menghilangkan bau atau kotoran, tetapi prosedur penyucian tetap harus memperhatikan jenis najis dan penggunaan air sesuai aturannya.

Baca Juga: Cara Tayamum di Dinding dan Niat yang Benar, Lengkap Dalil dan Penafsiran Ulama

Bagaimana Jika Ragu Apakah Terkena Najis?

Ketika hanya muncul prasangka tanpa kepastian yang memadai, jangan terburu-buru menetapkan pakaian atau tempat menjadi najis. Dalam belajar fikih, membedakan keyakinan dan keraguan membantu menghindari kebiasaan mencuci berulang secara berlebihan.

Bila kasusnya rumit, seperti adanya najis pada permukaan yang sulit dibersihkan, bahan sensitif, atau perbedaan tanda yang masih tersisa, mintalah penjelasan guru fikih yang memahami mazhab Syafi'i. Dengan mengetahui klasifikasi dan prosedur yang tepat, kegiatan bersuci dapat dilakukan secara cermat tanpa menambah beban yang tidak diperlukan.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
jenis najis fikih Syafii cara menyucikan najis najis ringan najis berat thaharah

Komentar Pengguna