KebonCinta.com - Tidak semua mahasiswa bidang kesehatan dapat mengikuti Beasiswa Kemenkes 2026.
Program Beasiswa Afirmasi Tenaga Kesehatan Prioritas Nasional memiliki sasaran khusus berdasarkan kebutuhan tenaga kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
Terdapat lima kelompok tenaga kesehatan yang menjadi prioritas dalam program tersebut.
Karena itu, calon peserta perlu memastikan jurusan yang ditempuh termasuk dalam daftar program studi yang memenuhi ketentuan.
Berdasarkan informasi resmi Kemenkes, berikut kelompok tenaga kesehatan dan program studi yang menjadi sasaran beasiswa.
Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa Kemenkes 2026 Ditutup 30 Oktober, Simak Jadwal dan Tahapan Seleksinya!
1. Radiografer
Program studi yang dapat diikuti meliputi:
2. Pranata Laboratorium Kesehatan atau ATLM
Pilihan pendidikan mencakup:
D4 Teknologi Laboratorium Medis.
3. Terapis Gigi dan Mulut
Program studi yang termasuk sasaran adalah:
4. Tenaga Kefarmasian
Pilihan program pendidikan meliputi:
5. Fisikawan Medik
Program pendidikan yang menjadi sasaran adalah S1 Fisika dengan peminatan Fisika Medis, dilanjutkan dengan pendidikan profesi Fisikawan Medis.
Baca Juga: Sebelum Mengajukan Beasiswa Riset BAZNAS, Ini Dokumen dan Proposal yang Perlu Disiapkan
Masa pendidikan berbeda sesuai jenjang dan program studi.
Program D3 umumnya ditempuh selama enam semester, sedangkan D4 selama delapan semester.
Untuk jalur S1 yang dilanjutkan dengan pendidikan profesi, masa tempuh sesuai ketentuan program dapat mencapai sepuluh semester.
Kesesuaian jurusan merupakan salah satu persyaratan, tetapi bukan satu-satunya penentu kelayakan.
Calon peserta juga perlu memenuhi ketentuan status pendidikan, administrasi, dan komitmen pengabdian setelah lulus.
Selain itu, program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), dan kelas internasional tidak termasuk sasaran beasiswa.
Baca Juga: Cara Memilih Kampus dan Program Studi Beasiswa LPDP 2026 agar Tidak Salah Pilih
Oleh karena itu, mahasiswa perlu memeriksa kesesuaian program pendidikan melalui portal SIBK sebelum mengajukan pendaftaran.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir