Keboncinta.com-- Tanpa sadar, kita sebagai orang yang lebih dewasa sering kali mengucapkan kalimat yang sebenarnya dapat mematahkan semangat anak. Salah satu kalimat yang mungkin pernah kita ucapkan adalah, “Kok gitu saja nggak bisa?”
Kalimat tersebut mungkin terdengar sepele bagi orang dewasa. Namun, jika sering diucapkan kepada anak, dampaknya bisa cukup besar. Ucapan dari orang dewasa dapat memengaruhi cara anak melihat dan menilai dirinya sendiri.
Dampak Apa Saja yang Dirasakan Anak?
Berikut beberapa dampak yang mungkin dirasakan anak ketika sering mendengar ucapan yang meremehkan kemampuannya.
1. Merasa tidak berharga Saat anak sering mendengar ucapan tersebut, ia bisa merasa dirinya “bodoh” atau “tidak mampu”. Anak mungkin mulai berpikir bahwa dirinya memang tidak bisa melakukan sesuatu dengan baik.
2. Rasa percaya diri menurun Ucapan yang terus-menerus menyalahkan kemampuan anak dapat membuat rasa percaya dirinya menurun. Anak menjadi ragu untuk mencoba hal baru karena takut melakukan kesalahan.
3. Takut mencoba dan gagal Anak juga bisa menjadi takut mencoba karena khawatir kembali mendapatkan komentar yang membuatnya merasa tidak mampu. Akibatnya, anak memilih diam, menyerah, atau menghindari tantangan.
4. Fokus pada kelemahan Ketika terus mendengar bahwa dirinya tidak bisa, anak dapat lebih fokus pada hal-hal yang belum berhasil ia lakukan daripada melihat kemampuan dan kemajuan yang sudah dimilikinya.
5. Hubungan dengan orang dewasa menjadi renggang Anak bisa merasa tidak dipahami atau terus-menerus disalahkan. Jika hal ini terjadi, anak mungkin menjadi lebih tertutup dan enggan menceritakan kesulitan yang sedang dihadapinya.
Tentu kita tidak ingin anak merasakan dampak tersebut. Karena itu, sebagai orang dewasa, kita perlu lebih berhati-hati dalam memilih kata-kata ketika berbicara kepada anak.
Daripada mengatakan, “Kok gitu saja nggak bisa?”, kita bisa menggantinya dengan kalimat yang lebih memberikan dukungan, misalnya: “Ayo, semangat. Jangan menyerah. Coba lagi, nanti juga bisa.” Kalimat sederhana seperti itu dapat membuat anak merasa didukung dan diberi kesempatan untuk terus mencoba.
Pada akhirnya, sikap dan ucapan orang dewasa dapat memengaruhi cara anak memandang dirinya sendiri. Oleh karena itu, menjaga lisan merupakan salah satu hal penting yang perlu kita lakukan agar kata-kata yang keluar dari mulut kita tidak justru mematahkan semangat anak.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir