Kesehatan
Rahman Abdullah

Kandungan Gizi Belalang yang Jarang Diketahui, Benarkah Bisa Menjadi Sumber Protein?

Kandungan Gizi Belalang yang Jarang Diketahui, Benarkah Bisa Menjadi Sumber Protein?

29 Oktober 2026 | 12:52

KebonCinta.com-- Belalang mungkin lebih dikenal sebagai serangga yang hidup di persawahan dan memakan tanaman. Namun, di sejumlah daerah, serangga ini juga diolah menjadi makanan yang dikonsumsi masyarakat. Belalang goreng, misalnya, dikenal sebagai salah satu kuliner lokal yang memiliki cita rasa gurih dan tekstur renyah.

Di balik bentuknya yang tidak biasa bagi sebagian orang, belalang berpotensi menjadi sumber protein dan sejumlah zat gizi. Serangga yang dapat dimakan ini juga menarik perhatian karena bisa menjadi alternatif pangan di tengah meningkatnya kebutuhan sumber protein.

Meski demikian, kandungan gizi belalang tidak selalu sama. Jenis spesies, tahap pertumbuhan, pakan, serta cara pengolahan dapat memengaruhi jumlah zat gizi yang terkandung di dalamnya.

Lantas, apa saja kandungan gizi belalang dan hal apa yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsinya?

Baca Juga: Kopi Robusta vs Arabika, Mana yang Lebih Baik? Kenali Perbedaan Rasa, Kafein, dan Manfaatnya 

1. Protein untuk Membantu Memelihara Jaringan Tubuh

Salah satu kandungan gizi yang membuat belalang menarik untuk diteliti adalah protein. Zat gizi ini dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan, mendukung pembentukan enzim, serta menjalankan berbagai fungsi biologis.

Protein juga membantu menjaga massa otot dan mendukung pertumbuhan. Karena itu, belalang yang aman dikonsumsi berpotensi menjadi salah satu pilihan sumber protein, selain telur, ikan, daging, dan kacang-kacangan.

Namun, jumlah protein yang diperoleh bergantung pada jenis belalang dan kondisi bahan pangan. Belalang kering atau yang telah diolah juga dapat memiliki konsentrasi protein berbeda dibandingkan belalang segar karena kandungan airnya tidak sama.

Belalang sebaiknya dipandang sebagai salah satu pilihan pangan, bukan pengganti seluruh sumber protein dalam pola makan sehari-hari.

2. Mengandung Lemak sebagai Sumber Energi

Selain protein, belalang juga dapat mengandung lemak. Tubuh membutuhkan lemak untuk menyediakan energi, membantu penyerapan vitamin tertentu, serta mendukung pembentukan membran sel.

Komposisi lemak pada belalang bervariasi menurut spesies dan jenis pakannya. Karena itu, tidak tepat menyamaratakan seluruh jenis belalang memiliki kandungan lemak yang sama.

Cara memasak juga berpengaruh terhadap nilai gizi makanan. Belalang yang digoreng dengan banyak minyak akan memperoleh tambahan lemak dan kalori dari minyak tersebut.

Jika ingin mengendalikan asupan lemak, perhatikan jumlah minyak dan bumbu yang digunakan selama pengolahan.

3. Berpotensi Menyediakan Zat Besi dan Mineral

Belalang yang dapat dimakan juga berpotensi mengandung mineral, termasuk zat besi dan seng, meskipun jumlahnya berbeda-beda menurut jenis dan kondisi bahan pangan.

Zat besi berperan dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh. Sementara itu, seng dibutuhkan untuk fungsi kekebalan tubuh, pertumbuhan, dan proses perbaikan jaringan.

Meski demikian, keberadaan mineral dalam makanan tidak otomatis berarti seluruhnya dapat diserap tubuh dalam jumlah yang sama. Penyerapan dipengaruhi bentuk zat gizi, komposisi makanan, serta kondisi tubuh seseorang.

Karena itu, kebutuhan mineral tetap sebaiknya dipenuhi melalui pola makan beragam dan seimbang.

Baca Juga: 7 Fakta Kopi Luwak, Kopi Khas Indonesia yang Terkenal Mahal hingga ke Mancanegara 

4. Mengandung Vitamin dalam Jumlah yang Bervariasi

Sebagian jenis serangga yang dapat dimakan juga menyediakan vitamin tertentu. Namun, kandungan vitamin pada belalang tidak bisa disamaratakan karena dipengaruhi spesies, tahap perkembangan, pakan, dan metode pengolahan.

Beberapa vitamin berperan dalam metabolisme energi, fungsi saraf, serta pemeliharaan sel tubuh. Akan tetapi, tanpa data dari jenis belalang dan hasil pengujian yang jelas, tidak tepat menyebut satu angka kandungan vitamin sebagai patokan untuk semua belalang.

Jika belalang dikonsumsi sebagai bagian dari menu harian, tetap lengkapi makanan dengan sayuran, buah-buahan, dan sumber pangan lain agar kebutuhan vitamin terpenuhi secara lebih menyeluruh.

5.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Prokrastinasi kebiasaan menunda Manajemen Waktu

Komentar Pengguna