keboncinta.com- Kata rujukan sering muncul ketika siswa membaca cerita, artikel, berita, dan teks pelajaran Bahasa Indonesia. Kata seperti dia, tersebut, dan di sana dapat menunjuk pada orang, benda, atau tempat yang telah disebut sebelumnya. Jika acuannya tidak dipahami, pembaca bisa salah menangkap maksud kalimat.
Kemampuan mengenali kata rujukan membantu siswa SMP memahami hubungan antarkalimat. Materi ini juga bermanfaat ketika menulis paragraf supaya tidak perlu mengulang nama orang atau benda terlalu sering.
Kata rujukan adalah kata yang mengacu pada kata atau informasi lain dalam konteks pembicaraan atau tulisan. Dalam modul Bahasa Indonesia yang tersedia di repositori Kemendikdasmen, kata rujukan dijelaskan antara lain melalui rujukan benda atau hal, tempat, serta orang.
Contoh sederhana: “Rina meminjam buku cerita. Ia mengembalikannya ke perpustakaan esok hari.” Kata ia merujuk pada Rina, sedangkan akhiran -nya pada mengembalikannya merujuk pada buku cerita.
Hubungan ini membantu dua kalimat terasa menyambung. Pembaca tidak perlu bertanya siapa yang bertindak atau benda apa yang sedang dibicarakan.
1. Rujukan orang. Kata dia, ia, beliau, dan mereka dapat digunakan untuk merujuk orang tertentu. Contoh: “Pak Budi mengajar IPA. Beliau juga membina klub sains.” Kata beliau merujuk Pak Budi.
2. Rujukan benda atau hal. Kata ini, itu, dan tersebut dapat merujuk objek atau gagasan. Contoh: “Sekolah mengadakan lomba menulis. Kegiatan tersebut diikuti seluruh kelas.” Ungkapan kegiatan tersebut merujuk lomba menulis.
3. Rujukan tempat. Ungkapan di sini, di situ, dan di sana dapat menunjukkan tempat yang telah diperkenalkan. Contoh: “Kami belajar di perpustakaan. Di sana, tersedia berbagai buku bacaan.” Frasa di sana merujuk perpustakaan.
Tidak setiap kata ini, dia, atau di sana selalu menunjuk sesuatu pada kalimat sebelumnya. Dalam percakapan, acuan juga bisa berasal dari situasi yang sedang ditunjuk pembicara. Karena itu, konteks tetap diperlukan.
Baca Juga: Cara Menentukan Ide Pokok Paragraf dengan Cepat dan Tepat
Pertama, baca dua atau tiga kalimat yang berdekatan, bukan satu kata secara terpisah. Kedua, temukan nama orang, benda, tempat, atau peristiwa yang mungkin menjadi acuannya. Ketiga, ganti kata rujukan dengan calon acuan lalu baca ulang kalimatnya.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir