Pendidikan
Rahman Abdullah

Kemenag dan Save the Children Perkuat Kompetensi Guru Madrasah lewat Program KREASI

Kemenag dan Save the Children Perkuat Kompetensi Guru Madrasah lewat Program KREASI

07 September 2026 | 10:04

Keboncinta.com-- Kementerian Agama (Kemenag) terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga pendidik di lingkungan madrasah. Salah satu langkah yang ditempuh dilakukan melalui Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah dengan memperkuat kolaborasi bersama mitra pembangunan melalui Program KREASI.

Bersama Save the Children Indonesia, Kemenag menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Pelatih Utama Daerah Modul II (Numerasi) Teacher Professional Development (TPD) KREASI. Kegiatan berlangsung di Jakarta selama lima hari, yakni pada 31 Agustus hingga 4 September 2026.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Save the Children Indonesia, hingga mitra pelaksana Program KREASI.

Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pelatih utama daerah dalam melaksanakan pengembangan profesional guru melalui sistem cascade training atau pelatihan berjenjang. Salah satu materi utama yang menjadi perhatian adalah penguatan pembelajaran numerasi di madrasah.

Baca Juga: Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Boleh PJJ, Jam Belajar Bisa Disesuaikan

Kemenag dan Kemendikdasmen Perkuat Kolaborasi Pendidikan

Keterlibatan Kemenag dan Kemendikdasmen dalam kegiatan TPD KREASI menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antarlembaga dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Penguatan literasi dan numerasi tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak. Kedua kompetensi tersebut merupakan kemampuan dasar yang dibutuhkan peserta didik untuk memahami pembelajaran sekaligus menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Program KREASI sendiri menjadi salah satu inisiatif untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar di Indonesia. Program tersebut memperoleh dukungan dari Global Partnership for Education (GPE) serta Pemerintah Australia melalui DFAT, dengan melibatkan berbagai mitra pembangunan.

Ruang lingkup KREASI tidak terbatas pada kemampuan numerasi dan literasi. Program ini juga mencakup pengembangan karakter, pembelajaran inklusif, serta pendekatan belajar yang menempatkan peserta didik sebagai pusat proses pendidikan.

Baca Juga: Mahasiswa KIP Kuliah Wajib Tahu, Perubahan Desil Tak Otomatis Hentikan Bantuan

Modul II Membekali Pelatih dengan Beragam Kompetensi

Pelatihan Modul II Numerasi memberikan sejumlah materi yang dirancang untuk menunjang kemampuan peserta dalam menjalankan tugas sebagai pelatih maupun fasilitator.

Peserta mendapatkan penguatan mengenai konsep numerasi, strategi pembelajaran, metode asesmen, pengelolaan kelas, hingga penyusunan rencana pembelajaran. Untuk memperkuat kemampuan praktik, peserta juga mengikuti kegiatan micro-teaching.

Tidak hanya kemampuan mengajar, peserta dibekali keterampilan untuk melakukan fasilitasi dan pendampingan kepada guru. Kemampuan tersebut penting karena peserta nantinya diharapkan mampu meneruskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada tenaga pendidik di daerah.

Materi pelatihan juga memasukkan sejumlah isu yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. Di antaranya adalah penguatan karakter, perubahan iklim, Gender Equality, Disability and Social Inclusion (GEDSI), serta pembelajaran bagi orang dewasa.

Pendekatan yang beragam tersebut diharapkan membantu guru menghadirkan kegiatan belajar yang lebih relevan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik.

Pelatihan Guru Menggunakan Sistem Cascade Training

Salah satu karakteristik TPD KREASI adalah penggunaan pola pengembangan kompetensi secara berjenjang. Melalui mekanisme ini, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan dapat diteruskan kepada kelompok pendidik dalam cakupan yang lebih luas.

Dalam tahapannya, District Master Trainers terlebih dahulu mendapatkan penguatan kapasitas. Mereka kemudian mendukung peningkatan kemampuan Regional Facilitators yang berada di daerah.

Selanjutnya, Regional Facilitators memiliki tugas untuk memberikan pendampingan kepada guru di tingkat satuan pendidikan. Dengan alur tersebut, hasil pelatihan diharapkan tidak berhenti pada peserta yang mengikuti kegiatan secara langsung.

Pola cascade training juga memungkinkan pengembangan profesional guru menjangkau lebih banyak wilayah dan berlangsung secara berkelanjutan.

Baca Juga: Persiapkan Dirimu! PPG Daljab 2026 Segera Digelar, Kemenag Siapkan Anggaran Tambahan dan Dorong Kelulusan Guru

Numerasi Jadi Bagian Penting Peningkatan Mutu Madrasah

Kemenag menilai kemampuan numerasi memiliki posisi penting dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah. Karena itu, kompetensi guru dalam mengajarkan numerasi perlu terus diperkuat.

Selain penguasaan materi, guru juga dituntut mampu menghubungkan pembelajaran dengan konteks kehidupan peserta didik. Pemanfaatan hasil asesmen dan pengembangan keterampilan siswa menjadi bagian lain yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran.

Kasubdit Kurikulum Direktorat KSKK Madrasah Abdul Basit, yang mewakili pimpinan, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pendidik. Guru diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang tidak sekadar menyampaikan materi, tetapi juga bermakna dan sesuai kebutuhan siswa.

Kolaborasi antara Kemenag, Kemendikdasmen, dan mitra pembangunan diharapkan dapat menciptakan ekosistem pengembangan profesional guru yang lebih kuat. Dengan demikian, peningkatan kompetensi pendidik dapat dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya melalui kegiatan pelatihan sesaat.

Dampak Pelatihan Diharapkan Menjangkau Guru di Daerah

Pelaksanaan Modul II Numerasi diharapkan menghasilkan kesamaan pemahaman di antara para pelatih mengenai materi yang diberikan. Selain itu, kemampuan peserta dalam menjalankan fungsi fasilitasi juga diharapkan semakin meningkat.

Aspek adult learning turut menjadi perhatian dalam pelatihan. Peserta diharapkan memahami cara mendampingi orang dewasa dalam proses pengembangan kompetensi sehingga pelatihan bagi guru dapat berlangsung lebih efektif.

Peserta juga didorong untuk menyusun rencana tindak lanjut yang dapat digunakan dalam memperkuat kapasitas fasilitator di daerah.

Baca Juga: Persiapkan Dirimu!

Tags:
pendidikan guru madrasah

Komentar Pengguna