Pendidikan
Rahman Abdullah

Kemenag Dorong Pemanfaatan AI untuk Pendidikan Agama, Guru dan Siswa Bersiap

Kemenag Dorong Pemanfaatan AI untuk Pendidikan Agama, Guru dan Siswa Bersiap

23 Agustus 2026 | 12:58

Keboncinta.com-- Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mendapat perhatian lebih besar dalam dunia pendidikan keagamaan. Kementerian Agama (Kemenag) mendorong pemanfaatan teknologi tersebut sebagai bagian dari upaya menyesuaikan proses pembelajaran dengan perubahan zaman.

Langkah ini menunjukkan bahwa pendidikan agama dan keagamaan juga perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. AI tidak hanya berpotensi digunakan untuk membantu kegiatan belajar mengajar, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pekerjaan tenaga kependidikan hingga aparatur di lingkungan Kemenag.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, Kemenag berupaya memperluas akses sekaligus meningkatkan kemampuan warga pendidikan dalam memanfaatkan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab.

Baca Juga: TPG Agustus 2026 Segera Cair! Guru Wajib Cek 4 Tahapan Ini agar Tunjangan Tidak Terkendala

Kemenag Dorong Pendidikan Keagamaan Lebih Adaptif

Kemajuan AI generatif dinilai dapat menjadi salah satu peluang untuk mengembangkan metode pembelajaran agama dan keagamaan agar lebih sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini.

Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM), Muhammad Ali Ramdhani, menekankan pentingnya dunia pendidikan untuk terus beradaptasi terhadap perubahan teknologi.

Menurutnya, perkembangan teknologi tidak dapat dihindari sehingga lembaga pendidikan perlu memiliki kemampuan untuk merespons perubahan tersebut secara bijak.

Arahan tersebut sejalan dengan kebijakan Kemenag yang mendorong satuan pendidikan di bawah naungannya agar terbuka terhadap berbagai inovasi yang dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.

Dalam konteks pendidikan agama dan keagamaan, AI generatif dapat menjadi salah satu instrumen yang membantu memperkaya materi pembelajaran, mencari referensi, serta menciptakan aktivitas belajar yang lebih interaktif.

AI Tidak Hanya untuk Siswa dan Guru

Pemanfaatan kecerdasan buatan di lingkungan Kemenag tidak terbatas pada kepentingan siswa dan guru.

Teknologi tersebut juga memiliki peluang untuk membantu tenaga kependidikan dalam menjalankan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan administratif maupun pengelolaan informasi.

Bahkan, aparatur di lingkungan Kemenag juga dapat menjadi bagian dari sasaran pengembangan kemampuan pemanfaatan AI.

Dengan cakupan yang lebih luas, penerapan teknologi ini diharapkan tidak berhenti pada penggunaan perangkat digital dalam pembelajaran, tetapi berkembang menjadi bagian dari transformasi ekosistem pendidikan dan layanan keagamaan.

Kolaborasi Menjadi Kunci Perluasan Akses Teknologi

Kemenag juga menilai bahwa pemanfaatan AI perlu dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak. Kolaborasi lintas direktorat menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk memperluas manfaat teknologi tersebut.

Setiap direktorat yang menangani bidang pendidikan keagamaan memiliki pengalaman dan kebutuhan yang berbeda. Pertukaran pengalaman tersebut dapat menjadi sumber praktik baik yang kemudian dikembangkan untuk kepentingan pendidikan secara lebih luas.

Dengan pola kerja sama tersebut, pengembangan materi pembelajaran berbasis teknologi dapat dilakukan secara bersama-sama dan disesuaikan dengan karakteristik pendidikan agama serta keagamaan.

Baca Juga: Kabar Baru Guru PPPK, Pemerintah Siapkan Skema Pembiayaan dari Pusat Mulai 2027

Kemenag Gandeng Mitra Teknologi

Dalam upaya memperkuat pemanfaatan teknologi, Kemenag membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk Canva Indonesia.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu memperluas akses masyarakat pendidikan terhadap teknologi sekaligus meningkatkan kemampuan guru dan siswa dalam memanfaatkannya.

Sekretaris BMBPSDM, Wawan Djunaedi, menjelaskan bahwa pola kolaborasi yang sebelumnya telah dikembangkan dalam pendidikan umum dapat menjadi referensi untuk diterapkan pada pendidikan keagamaan.

Tujuannya adalah agar akses terhadap teknologi dapat dirasakan secara lebih merata, baik oleh peserta didik di pendidikan umum maupun mereka yang menempuh pendidikan keagamaan.

Pertukaran Praktik Baik untuk Pendidikan Keagamaan

Penerapan teknologi AI membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan perangkat. Kemampuan pengguna dalam memahami fungsi, manfaat, serta penggunaan teknologi secara tepat juga menjadi faktor penting.

Karena itu, kolaborasi antarpemangku kepentingan dapat menjadi ruang untuk berbagi pengalaman mengenai penggunaan teknologi dalam pembelajaran.

Guru dapat memperoleh wawasan baru mengenai cara memanfaatkan AI untuk mendukung materi pembelajaran. Sementara itu, peserta didik dapat diarahkan agar menggunakan teknologi sebagai alat untuk memperluas pengetahuan tanpa mengabaikan proses berpikir kritis dan nilai-nilai pendidikan.

AI Tetap Perlu Digunakan Secara Bijak

Meskipun menawarkan berbagai peluang, pemanfaatan AI dalam pendidikan keagamaan tetap membutuhkan pengelolaan yang tepat.

Teknologi seharusnya digunakan sebagai alat pendukung, bukan menggantikan peran pendidik. Guru tetap memiliki posisi penting dalam membimbing peserta didik, memberikan pemahaman, membangun karakter, serta memastikan materi yang dipelajari sesuai dengan nilai dan tujuan pendidikan.

Dalam pendidikan agama dan keagamaan, aspek nilai, etika, dan pembentukan karakter menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari proses pembelajaran.

Karena itu, perkembangan teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi pendidik dan nilai-nilai keagamaan.

Baca Juga: Jangan Sampai TPG Agustus 2026 Tertunda! Guru Wajib Pastikan Data Dapodik dan Info GTK Valid

Dorongan Kementerian Agama terhadap pemanfaatan AI dalam pendidikan agama dan keagamaan menjadi bagian dari langkah menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat. Penerapannya diarahkan untuk mendukung siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga aparatur di lingkungan Kemenag.

Melalui kolaborasi lintas direktorat dan kemitraan dengan pihak teknologi seperti Canva Indonesia, akses terhadap pemanfaatan AI diharapkan dapat semakin luas dan merata.

Namun, teknologi tetap harus ditempatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran. Dengan penggunaan yang tepat, AI dapat membantu menghadirkan proses pendidikan yang lebih adaptif dan modern tanpa mengesampingkan peran guru, nilai keagamaan, serta pembentukan karakter peserta didik.***

Tags:
kemenag AI Pendidikan Keagamaan

Komentar Pengguna