KebonCinta.com — Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan penyaluran bantuan bagi ribuan guru pesantren dan santri di Provinsi Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir tahun sebelumnya.
Bantuan tersebut disampaikan secara simbolis oleh Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi'i, dalam kegiatan pembinaan aparatur sipil negara Kemenag Aceh pada Kamis sore, 5 November 2026.
Berdasarkan laporan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, program ini ditujukan bagi 4.321 guru pesantren dan 17.738 santri yang terdampak bencana banjir.
BANTUAN GURU PESANTREN SEBESAR RP3 JUTA
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh, Azhari, menjelaskan bahwa pemerintah mengalokasikan Rp12.963.000.000 untuk bantuan kepada guru pesantren.
Jumlah tersebut dibagi kepada 4.321 penerima, dengan nilai bantuan Rp3.000.000 bagi setiap guru yang termasuk dalam daftar sasaran.
Dukungan ini diperuntukkan bagi guru pesantren yang terdampak bencana, bukan tunjangan profesi rutin untuk seluruh guru pesantren di Indonesia.
Penetapan sasaran bantuan berkaitan dengan kondisi bencana yang dialami penerima di wilayah Aceh.
17.738 SANTRI JUGA MENJADI PENERIMA
Baca Juga: Mantan Polisi Yahudi Gabung Partai Islam Ra’am, Politik Israel Jadi Sorotan
Selain guru, Kemenag menyiapkan bantuan bagi 17.738 santri yang terdampak banjir.
Total anggaran untuk kelompok santri tersebut mencapai Rp31.928.400.000.
Berdasarkan rincian yang disampaikan Azhari, nilai bantuan ditetapkan Rp1.800.000 per santri.
Dana tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pemulihan kondisi pendidikan setelah bencana.
Namun, pemberian bantuan kepada santri yang terdampak tidak berarti setiap santri di seluruh Indonesia otomatis menerima dana dengan jumlah yang sama.
PENYERAHAN SIMBOLIS DILAKUKAN WAMENAG
Dalam kegiatan di Aula Kantor Wilayah Kemenag Aceh, Wakil Menteri Agama melakukan penyerahan bantuan secara simbolis.
Bantuan diterima oleh Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Muntasyir, bersama perwakilan tim Lembaga Pendidikan Al-Qur'an.
Penyerahan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan yang turut diikuti pejabat dan aparatur Kemenag di Aceh.
Namun, penyerahan secara simbolis tidak sama dengan dana yang telah masuk ke seluruh rekening penerima.
PENYALURAN DIJADWALKAN PEKAN KETIGA NOVEMBER
Kemenag Aceh menjelaskan bahwa penyaluran kepada guru pesantren dan santri ditargetkan berlangsung pada pekan ketiga November 2026.
Saat pengumuman disampaikan, proses yang sedang dilakukan adalah pembuatan rekening bagi masing-masing penerima.
Karena itu, per 6 November 2026, belum dapat dinyatakan bahwa seluruh 4.321 guru dan 17.738 santri sudah menerima transfer bantuan.
Penerima perlu mengikuti petunjuk dan jadwal yang diberikan petugas Kemenag melalui mekanisme resmi.
BENCANA JUGA MERUSAK FASILITAS KEMENAG
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Kemenag Aceh menyampaikan kondisi infrastruktur yang terdampak bencana.
Salah satu fasilitas yang dilaporkan hilang akibat banjir adalah Kantor Urusan Agama (KUA) Putri Betung di Kabupaten Gayo Lues.
Pemerintah sedang mengupayakan pembangunan kantor pengganti di lokasi baru melalui koordinasi instansi terkait.
Selain itu, MIN 5 Pidie Jaya yang sebelumnya hilang akibat banjir juga sedang menjalani proses pembangunan kembali.
Kerusakan tersebut menunjukkan bahwa dampak bencana tidak hanya dirasakan keluarga santri dan tenaga pendidik, tetapi juga fasilitas pelayanan pendidikan dan keagamaan.
CARA MEMASTIKAN INFORMASI BANTUAN
Guru pesantren dan wali santri yang merasa termasuk dalam kelompok terdampak sebaiknya berkoordinasi dengan pengelola pesantren atau Kantor Kementerian Agama wilayahnya.
Penerima dapat menanyakan proses pendataan, rekening, serta mekanisme penyaluran kepada petugas resmi.
Hingga pengumuman 5 November, Kemenag belum menyampaikan adanya pendaftaran umum nasional melalui formulir terbuka bagi seluruh masyarakat.
Karena itu, penerima tidak disarankan menggunakan tautan tidak resmi yang meminta pembayaran, kode OTP, atau kata sandi rekening.
Informasi dapat diperiksa melalui https://aceh.kemenag.go.id dan https://kemenag.go.id.
PEMULIHAN PENDIDIKAN MASIH MEMERLUKAN DUKUNGAN
Bantuan kepada guru dan santri diharapkan mendukung pemulihan kegiatan pendidikan setelah bencana.
Namun, pemulihan tidak berhenti pada penyaluran dana karena sejumlah sarana pendidikan dan pelayanan keagamaan juga membutuhkan pembangunan kembali.
Perkembangan yang perlu dipantau selanjutnya adalah penyelesaian pembuatan rekening, realisasi penyaluran pada pekan ketiga November, serta proses pemulihan fasilitas yang rusak.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir