Keboncinta.com - Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan tes kemampuan membaca kitab suci bagi calon guru agama yang akan mengajar di Sekolah Rakyat.
Kebijakan ini menjadi bagian dari tahap wawancara dalam proses seleksi, sekaligus upaya memastikan tenaga pendidik memiliki kompetensi keagamaan yang memadai.
Baca Juga: Coding dan AI sebagai Pembelajaran Pilihan, Kompetensi Apa yang Perlu Dimiliki Guru?
Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi di Kantor Pusat Kemenag Pertemuan itu melibatkan perwakilan sejumlah unit di lingkungan Kemenag, termasuk Direktorat Pendidikan Agama Islam,
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, serta Pusat Bimbingan dan Pendidikan Konghucu.
Perwakilan Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Badan Kepegawaian Negara (BKN) turut mengikuti pembahasan.
Baca Juga: Coding dan AI sebagai Pembelajaran Pilihan, Kompetensi Apa yang Perlu Dimiliki Guru?
Direktur Pendidikan Agama Islam Kemenag, M. Munir, menjelaskan bahwa seleksi calon guru agama Sekolah Rakyat mencakup tiga tahapan, yakni seleksi administrasi, Computer-Assisted Test (CAT), dan wawancara.
Dalam tahap wawancara, terdapat dua aspek utama yang akan dinilai. Pertama, kemampuan membaca kitab suci sesuai agama yang dianut. Kedua, pemahaman keagamaan serta komitmen terhadap kebangsaan.
Khusus bagi calon guru Pendidikan Agama Islam, kemampuan membaca Al-Qur'an menjadi salah satu kompetensi yang akan diuji.
Kemenag menilai aspek tersebut perlu mendapat perhatian serius agar guru yang direkrut tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga memiliki kemampuan dasar untuk menjalankan tugas pendidikan agama.
Munir merujuk pada survei yang dilakukan pada tahun sebelumnya,
yang menurutnya menunjukkan hanya 12 persen dari total guru Pendidikan Agama Islam di Indonesia yang mahir membaca Al-Qur'an.
Temuan tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk memperkuat proses seleksi calon guru agama di Sekolah Rakyat.
Selain kemampuan membaca kitab suci, calon pendidik juga diharapkan memiliki pemahaman agama yang moderat dan komitmen kebangsaan yang kuat.
Kedua aspek ini dipandang penting dalam membentuk lingkungan pendidikan yang mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus menghargai kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain menetapkan aspek kompetensi yang diuji, Kemenag turut mempersiapkan aspek teknis pelaksanaan wawancara.
Persiapan tersebut meliputi instrumen penilaian, kesiapan tim penguji, dan sistem aplikasi yang digunakan selama proses seleksi.
Integrasi data antarlembaga juga menjadi perhatian, terutama yang melibatkan BKN, Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Sistem Informasi dan Administrasi Guru Agama (SIAGA),
serta jaringan server yang dikelola bersama pengembang teknologi informasi dan Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemenag.
Koordinasi tersebut diperlukan untuk meminimalkan kendala teknis yang berpotensi menghambat proses seleksi.
Dengan demikian, pelaksanaan wawancara diharapkan berjalan secara tertib dan mampu menilai kompetensi calon guru berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.
Calon guru yang dinyatakan lolos seleksi akan diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Besaran gaji pokok PPPK diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2024, dengan nominal yang berbeda berdasarkan golongan.
Gaji pokok PPPK dalam rentang golongan I hingga XVII berkisar antara Rp1.938.500 hingga Rp7.329.900 per bulan.
Besaran yang diterima setiap guru bergantung pada golongan dan ketentuan kepegawaian yang berlaku.
Di luar gaji pokok, guru PPPK juga berpotensi memperoleh tunjangan sesuai persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
Komponen tunjangan tersebut mencakup tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan struktural, tunjangan jabatan fungsional, serta tunjangan lainnya.
Dengan adanya tes kemampuan membaca kitab suci dan penilaian komitmen kebangsaan,
proses rekrutmen guru agama Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik.
Seleksi ini juga menempatkan kompetensi keagamaan dan pemahaman kebangsaan sebagai bagian penting dari kualifikasi calon guru.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir