KebonCinta.com — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan Hiroshima University, Jepang, untuk memperkuat kompetensi tutor dan pamong belajar pada satuan pendidikan nonformal di Indonesia.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pelatihan Teknis Nongelar Tahun 2026 dengan tema Cultivating Student's Learning Motivation.
Sebanyak 40 tutor dan pamong belajar dari berbagai provinsi mengikuti kegiatan yang diselenggarakan pada 1–7 November 2026.
Informasi program dipublikasikan Direktorat Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD dan PNF) pada Jumat, 6 November 2026.
40 PENDIDIK BELAJAR BERSAMA UNIVERSITAS JEPANG
Kemendikdasmen menjelaskan bahwa pelatihan bertujuan meningkatkan pemahaman pendidik terhadap keberagaman peserta didik dalam pendidikan nonformal dan pendidikan kesetaraan.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai wilayah Indonesia yang memiliki tantangan pendidikan berbeda.
Melalui kerja sama dengan Hiroshima University, para tutor dan pamong belajar memperoleh kesempatan mendalami pendekatan pembelajaran dan pendampingan peserta didik.
Baca Juga: Battery Health iPhone Turun 1 Persen Bikin Panik? Jangan Keliru, Ini Fakta Sebenarnya!
Program tersebut tidak hanya mempelajari metode mengajar, tetapi juga hubungan antara pendidik, kondisi sosial peserta didik, dan motivasi belajar.
MOTIVASI BELAJAR MENJADI FOKUS UTAMA
Direktur Guru PAUD dan PNF Kemendikdasmen, Saiful Bari, menjelaskan bahwa motivasi belajar tidak selalu muncul secara otomatis.
Menurutnya, pendidik mempunyai peran penting dalam membantu peserta didik membangun, mempertahankan, dan memperkuat semangat mengikuti pendidikan.
Hal tersebut menjadi perhatian khusus dalam pendidikan kesetaraan karena peserta didik mempunyai pengalaman dan kebutuhan yang beragam.
Pendidik perlu memahami bahwa hambatan belajar tidak selalu disebabkan rendahnya minat terhadap pendidikan.
Kondisi keluarga, pekerjaan, lingkungan sosial, dan pengalaman sebelumnya dapat memengaruhi kemampuan seseorang mengikuti pembelajaran.
MATERI PELATIHAN MELIPUTI KOMUNIKASI EMPATIK
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan beragam materi yang berkaitan dengan kebutuhan pembelajar nonformal.
Salah satu materinya adalah Understanding Non-Formal and Equivalency Education Learners yang berfokus pada pemahaman karakteristik peserta didik pendidikan kesetaraan.
Materi lainnya membahas komunikasi empatik, mentoring, serta pemberdayaan peserta didik.
Tutor juga mempelajari pendekatan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berpusat pada kebutuhan murid.
Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai kebutuhan psikologis dan sosial pembelajar.
Program dilengkapi materi mengenai perancangan strategi dukungan serta pemberdayaan peserta didik.
PENDIDIKAN KESETARAAN MEMILIKI PESERTA BERAGAM
Direktorat Guru PAUD dan PNF menjelaskan bahwa pendidikan kesetaraan diikuti peserta dari kelompok usia berbeda.
Dalam data yang disampaikan pada kegiatan tersebut, sekitar 40 persen peserta berada dalam kelompok usia sekolah 7–18 tahun.
Sementara itu, sekitar 60 persen berada pada kelompok usia dewasa dan produktif yang dalam publikasi disebut berada pada rentang 19–21 tahun.
Angka tersebut merupakan estimasi yang digunakan dalam pembahasan keberagaman peserta pendidikan kesetaraan, bukan hasil pendataan baru terhadap seluruh warga yang tidak bersekolah.
Selain usia, latar belakang sosial ekonomi, status pekerjaan, dan kondisi keluarga juga menjadi faktor yang perlu dipahami pendidik.
PENDIDIK PERLU MENYESUAIKAN PENDEKATAN
Perbedaan karakteristik peserta didik membutuhkan pendekatan pembelajaran yang fleksibel.
Tutor perlu memahami pengalaman dan kebutuhan murid sebelum menentukan metode pembelajaran.
Materi juga diharapkan dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari agar lebih mudah dipahami.
Bagi peserta didik yang bekerja, misalnya, pengalaman dunia kerja dapat menjadi salah satu sumber pembahasan pembelajaran.
Sementara itu, peserta usia sekolah mungkin membutuhkan pendampingan yang berbeda, termasuk penguatan kepercayaan diri dan keterampilan belajar.
Contoh tersebut merupakan pendekatan yang dapat diterapkan secara kontekstual, bukan aturan wajib baru yang diumumkan melalui pelatihan.
LINGKUNGAN BELAJAR AMAN DAN INKLUSIF
Pelatihan bersama Hiroshima University turut menekankan pentingnya lingkungan belajar yang aman.
Pendidik diharapkan dapat menghormati perbedaan latar belakang dan kemampuan peserta didik.
Lingkungan belajar yang mendukung dapat membantu peserta lebih percaya diri untuk bertanya, berdiskusi, dan menyelesaikan kegiatan pembelajaran.
Komunikasi yang empatik juga diharapkan meningkatkan hubungan antara tutor dengan peserta didik sehingga kebutuhan pembelajaran lebih mudah dikenali.
PESERTA AKAN MEMBAGIKAN PRAKTIK BAIK
Kemendikdasmen menjelaskan bahwa pembelajaran tidak berhenti setelah pelatihan selesai.
Sebanyak 40 peserta juga diharapkan melaksanakan implementasi dan diseminasi pengetahuan yang diperoleh.
Melalui kegiatan tersebut, pengalaman belajar bersama Hiroshima University dapat dibagikan kepada lebih banyak tutor dan pamong belajar.
Namun, hingga 7 November 2026, belum tersedia laporan akhir mengenai jumlah pendidik tambahan yang telah menerima diseminasi.
Karena itu, dampak perluasan program masih membutuhkan pemantauan pada tahap selanjutnya.
BUKAN PENGUMUMAN SELEKSI PPPK ATAU PPG
Pelatihan ini merupakan program pengembangan kompetensi bagi peserta yang telah ditetapkan.
Pengumuman tersebut bukan pembukaan seleksi PPPK, CPNS, ataupun Pendidikan Profesi Guru baru.
Belum ada pula pengumuman pendaftaran umum untuk mengikuti angkatan baru program yang sama.
Pendidik yang ingin mendapatkan informasi pengembangan kompetensi dapat memantau Direktorat Guru PAUD dan PNF melalui situs resmi Kemendikdasmen.
Kerja sama dengan Hiroshima University menjadi langkah penguatan kemampuan pendidik dalam memahami kebutuhan murid dan mendukung keberlanjutan pendidikan kesetaraan.
Pemerintah berharap pendekatan yang lebih empatik serta berpusat pada peserta didik membantu semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan belajar yang bermakna.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir