Pendidikan
Hilmi An Naufal

Kemendikdasmen: Literasi di Era AI Tak Lagi Cukup Hanya Bisa Membaca dan Menulis

Kemendikdasmen: Literasi di Era AI Tak Lagi Cukup Hanya Bisa Membaca dan Menulis

11 September 2026 | 09:00

KEBONCINTA.COM – Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) membuat pengertian literasi semakin luas. Kemampuan membaca dan menulis saja dinilai tidak lagi cukup untuk menghadapi derasnya arus informasi pada era digital.

Hal tersebut menjadi salah satu pesan dalam peringatan 60 tahun Hari Aksara Internasional pada September 2026.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong masyarakat untuk memaknai literasi sebagai kemampuan yang lebih luas, termasuk memahami informasi, berpikir kritis, menilai kredibilitas sumber, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Hari Aksara Internasional telah diperingati sejak diproklamasikan UNESCO pada 1966. Enam dekade kemudian, tantangan literasi mengalami perubahan besar sejalan dengan perkembangan teknologi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menilai momentum Hari Aksara Internasional menjadi pengingat bahwa masih terdapat masyarakat yang belum memperoleh akses optimal terhadap hak untuk belajar, memahami informasi, dan mengembangkan diri.

Perkembangan media sosial dan teknologi AI juga membuat masyarakat dapat menerima informasi dalam jumlah sangat besar dalam waktu singkat.

Kondisi tersebut membuat kemampuan memahami isi informasi menjadi semakin penting. Masyarakat tidak cukup hanya mampu membaca suatu tulisan, tetapi perlu mengetahui apakah informasi tersebut benar, menyesatkan, dimanipulasi, atau berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

Kemampuan literasi digital juga menjadi penting ketika masyarakat mulai berinteraksi dengan teknologi kecerdasan artifisial dalam pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.

Bagi siswa, kemampuan berpikir kritis dibutuhkan agar teknologi tidak hanya digunakan untuk mencari jawaban secara instan. Teknologi seharusnya menjadi alat untuk membantu proses belajar, mencari referensi, mengeksplorasi gagasan, serta memecahkan persoalan.

Guru dan sekolah juga mempunyai peran penting untuk menumbuhkan budaya membaca sekaligus mengajarkan siswa bagaimana menggunakan informasi digital dengan bijak.

Kemendikdasmen berharap peringatan Hari Aksara Internasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum memperkuat gerakan literasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Di tengah perkembangan AI yang semakin cepat, literasi pada akhirnya bukan sekadar kemampuan membaca kata demi kata, tetapi kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan yang benar.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna