Keboncinta.com-- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan sejumlah penyesuaian pada pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 untuk jenjang SMA, SMK, dan sederajat.
Perubahan tersebut menjadi perhatian karena menyangkut format ujian Matematika yang selama ini dinilai cukup menantang oleh peserta.
Melalui evaluasi terhadap penyelenggaraan TKA tahun sebelumnya, pemerintah berupaya menghadirkan sistem asesmen yang lebih proporsional sehingga siswa memiliki kesempatan lebih baik untuk menunjukkan kemampuan akademiknya.
Salah satu perubahan utama dalam TKA 2026 adalah pengurangan jumlah soal Matematika wajib menjadi 25 butir dengan durasi pengerjaan 75 menit.
Penyesuaian ini merupakan tindak lanjut atas evaluasi pelaksanaan TKA 2025, ketika banyak peserta menyampaikan bahwa tingkat kesulitan soal tidak sebanding dengan waktu yang tersedia.
Dengan format baru tersebut, setiap peserta memperoleh alokasi waktu rata-rata sekitar tiga menit untuk menyelesaikan satu soal. Kemendikdasmen berharap kebijakan ini dapat memberikan ruang yang lebih memadai bagi siswa untuk menganalisis soal dan menyusun jawaban secara lebih cermat.
Data Kemendikdasmen terhadap 3.464.569 peserta TKA menunjukkan bahwa capaian kemampuan Matematika siswa SMA dan SMK masih menjadi perhatian.
Rata-rata nilai Matematika secara nasional tercatat belum mencapai 31 persen.
Berdasarkan analisis Balai Kinerja dan Pengembangan Mutu (BKPDM), sebagian besar peserta masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep logika matematika, terutama ketika soal disajikan dalam bentuk permasalahan kontekstual atau soal cerita.
Temuan tersebut menjadi salah satu dasar penyempurnaan format pelaksanaan TKA 2026.
Baca Juga: Mengapa Kesejahteraan Guru ASN Menentukan Masa Depan Pendidikan? Ini Penjelasannya
Hasil evaluasi BKPDM mengungkapkan bahwa terdapat tiga materi yang paling banyak menyulitkan peserta saat mengikuti TKA.
Materi ini menjadi yang paling rendah tingkat keberhasilannya dengan capaian sekitar 14,71 persen.
Sebagian besar peserta mengalami kesulitan menentukan peluang dalam soal berbasis studi kasus atau situasi kehidupan sehari-hari yang memerlukan kemampuan penalaran.
Materi ini mencatat tingkat penguasaan sekitar 16,14 persen.
Kesalahan yang sering terjadi berkaitan dengan ketidakmampuan peserta mengenali pola perkalian maupun pembagian dalam deret geometri sehingga memengaruhi hasil perhitungan.
Materi transformasi geometri memperoleh tingkat penguasaan sekitar 18,28 persen.
Banyak siswa mengalami kendala ketika harus menggabungkan konsep translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi dalam satu persoalan yang membutuhkan analisis lebih mendalam.
Kemendikdasmen mengingatkan bahwa keberhasilan menghadapi TKA tidak cukup hanya dengan menghafal rumus.
Peserta disarankan untuk:
Memahami konsep dasar setiap materi secara menyeluruh.
Melatih kemampuan mengubah soal cerita menjadi model matematika.
Membiasakan membuat sketsa pada materi transformasi geometri.
Rutin mengerjakan soal-soal kontekstual yang mengasah kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu membantu peserta menghadapi karakter soal TKA yang lebih menitikberatkan pada penalaran dibanding hafalan.
Kemendikdasmen juga telah menetapkan jadwal pelaksanaan TKA Tahun 2026 sebagai berikut:
| Tahapan | Jadwal |
|---|---|
| Pendaftaran | 27 Juli – 27 September 2026 |
| Simulasi | 21 – 27 September 2026 |
| Gladi Bersih | 5 – 18 Oktober 2026 |
| Pelaksanaan Utama | 26 Oktober – 8 November 2026 |
| Ujian Susulan | 16 – 29 November 2026 |
| Pengumuman Hasil | 23 Desember 2026 |
Peserta diimbau mempersiapkan diri sejak dini dan mengikuti setiap tahapan sesuai jadwal yang telah ditetapkan agar proses pelaksanaan TKA berjalan lancar.
Perubahan format TKA Matematika 2026 menjadi langkah Kemendikdasmen dalam menyempurnakan sistem asesmen berdasarkan hasil evaluasi tahun sebelumnya. Pengurangan jumlah soal disertai penyesuaian waktu diharapkan mampu memberikan kesempatan yang lebih baik bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep secara optimal.
Dengan memahami materi yang paling sering menjadi kendala, menerapkan strategi belajar yang tepat, serta mengikuti seluruh tahapan sesuai jadwal resmi, siswa diharapkan dapat menghadapi TKA 2026 dengan lebih percaya diri dan memperoleh hasil yang mencerminkan kompetensi akademik mereka.***