Kesehatan
Hilmi An Naufal

Kemenkes Uji Sistem Baru JKN di Bandung, Makassar, Tulungagung dan Muara Enim, Ini yang Akan Berubah

Kemenkes Uji Sistem Baru JKN di Bandung, Makassar, Tulungagung dan Muara Enim, Ini yang Akan Berubah

06 Oktober 2026 | 09:51

KebonCinta.com — Kementerian Kesehatan mulai menguji sejumlah perubahan besar pada sistem Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN.

Empat daerah dipilih untuk menjadi lokasi uji coba sebelum sistem diterapkan secara lebih luas.

Daerah tersebut adalah Kota Bandung, Kota Makassar, Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Muara Enim.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya mengatakan uji coba akan dilaksanakan di empat wilayah tersebut.

“Uji coba ini akan dilakukan di empat lokasi,” ujar Azhar.

Reformasi tersebut mencakup tiga bagian utama.

Pertama adalah Rujukan Berbasis Kemampuan Pelayanan atau RBKP.

Sistem ini mengubah pendekatan rujukan yang sebelumnya banyak dikaitkan dengan jenjang fasilitas kesehatan.

Melalui RBKP, fasilitas kesehatan dikelompokkan berdasarkan kemampuan pelayanan.

Tingkatannya terdiri dari Dasar, Madya, Utama dan Paripurna.

Jika dokter di puskesmas menilai seorang pasien membutuhkan pelayanan tertentu, pasien dapat diarahkan menuju fasilitas yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan medisnya.

Pasien tidak harus selalu melewati setiap jenjang fasilitas secara berurutan apabila kondisi medis membutuhkan layanan lebih tinggi.

Perubahan kedua adalah penerapan Kelas Rawat Inap Standar atau KRIS.

KRIS diarahkan agar peserta JKN memperoleh fasilitas rawat inap dengan standar yang lebih seragam.

Kemenkes menyebut salah satu standar yang didorong adalah jumlah tempat tidur yang lebih terbatas dalam satu ruangan.

Fasilitas kamar mandi di dalam ruang rawat dan nurse call juga menjadi bagian dari standar pelayanan yang dibahas.

Perubahan ketiga adalah sistem pembayaran Indonesian Diagnosis Related Groups atau iDRG.

Sistem tersebut berkaitan dengan mekanisme pembayaran pelayanan rumah sakit berdasarkan kelompok diagnosis serta layanan yang diberikan.

Ketiga perubahan akan diuji secara terintegrasi.

Pemerintah ingin melihat bagaimana sistem berjalan di lapangan sebelum diperluas secara nasional.

Uji coba tidak hanya melibatkan rumah sakit besar.

Jejaring pelayanan mulai puskesmas, praktik mandiri, klinik, rumah sakit pemerintah daerah hingga rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan akan dilibatkan.

Makassar dipilih antara lain karena mempunyai jaringan fasilitas kesehatan yang dinilai cukup lengkap.

Daerah tersebut juga memiliki sumber daya tenaga kesehatan serta jejaring pelayanan dari fasilitas tingkat pertama hingga rumah sakit.

Kota Bandung juga menjadi salah satu lokasi penting dalam pengujian.

Hasil dari empat daerah nantinya akan digunakan sebagai bahan evaluasi.

Pemerintah dapat melihat apakah mekanisme rujukan berjalan lebih efektif, apakah standar ruang rawat dapat diterapkan dan bagaimana mekanisme pembayaran baru bekerja.

Reformasi JKN bersentuhan langsung dengan layanan yang digunakan jutaan masyarakat.

Karena itu, penerapan secara nasional membutuhkan kesiapan fasilitas, tenaga kesehatan dan sistem informasi.

Perubahan juga perlu disosialisasikan dengan jelas agar peserta JKN memahami hak serta alur pelayanan.

Kemenkes berharap uji coba dapat menghasilkan sistem yang membuat pasien mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan medisnya dengan lebih tepat.

Hasil evaluasi dari Bandung, Makassar, Tulungagung dan Muara Enim akan menjadi salah satu dasar sebelum reformasi diterapkan secara lebih luas.�9�3 Baca Juga: Mendikdasmen: Keteladanan Guru Jadi Kunci Membangun Sekolah Aman dan Nyaman 

Tags:
JKN BPJS Kesehatan Kemenkes KRIS Rujukan BPJS Bandung Makassar Rumah Sakit

Komentar Pengguna