Keboncinta.com-- Banyak orang suka jambu biji karena rasanya segar, teksturnya renyah, dan kandungan vitamin C-nya tinggi. Tapi di balik reputasinya sebagai buah sehat, ada satu “stigma” yang melekat kuat: jambu biji identik dengan belatung di dalamnya. Bahkan sebagian orang jadi ragu membelinya karena takut menemukan kejutan kecil yang bergerak saat buah dibelah.
Pertanyaannya, mengapa jambu biji sering dikaitkan dengan belatung? Apakah memang buah ini lebih rentan dibanding buah lain?
Jambu biji memang termasuk buah yang cukup menarik bagi lalat buah. Salah satu spesies yang sering menyerang tanaman buah tropis adalah lalat buah dari genus Bactrocera. Lalat ini tertarik pada aroma manis dan kondisi buah yang mulai matang. Mereka bisa menusukkan alat peletak telurnya ke dalam kulit buah yang masih utuh, lalu menyimpan telur di dalam daging buah.
Ketika telur menetas, larva yang kita sebut belatung akan memakan jaringan buah dari dalam. Inilah sebabnya, kadang dari luar jambu terlihat baik-baik saja, tetapi setelah dibelah ternyata ada larva di dalamnya. Jadi bukan karena jambu “kotor”, melainkan karena proses alami di kebun yang sulit terlihat dari permukaan.
Jambu biji memiliki tekstur yang relatif lunak ketika matang, dengan aroma yang kuat dan manis. Kombinasi ini membuatnya lebih mudah diakses dan lebih menarik bagi lalat dibanding buah yang berkulit tebal seperti jeruk atau yang permukaannya keras seperti apel. Selain itu, banyak jambu dijual dalam kondisi matang pohon, sehingga peluang lalat bertelur sebelum panen lebih besar.
Faktor budidaya juga berpengaruh. Di kebun yang tidak menggunakan pelindung buah misalnya plastik pembungkus atau jaring lalat buah lebih leluasa bertelur. Petani yang menerapkan teknik pembungkusan sejak buah masih kecil biasanya mampu menekan risiko infestasi. Jadi, kualitas pengelolaan kebun sangat menentukan.
Menariknya, jambu biji sebenarnya bukan satu-satunya buah yang bisa terinfestasi larva. Mangga, belimbing, hingga cabai pun bisa mengalami hal serupa. Namun karena jambu sering dimakan langsung dengan cara dibelah, temuan larva di dalamnya terasa lebih “mengagetkan” dan meninggalkan kesan kuat di ingatan.
Apakah ini berbahaya? Secara umum, larva lalat buah bukan parasit yang dirancang untuk hidup di tubuh manusia. Jika tanpa sengaja termakan dalam jumlah kecil, biasanya asam lambung akan menghancurkannya. Risiko utama justru lebih pada aspek kebersihan dan kemungkinan kontaminasi bakteri jika buah sudah terlalu matang atau membusuk.
Yang bisa dilakukan sebagai pencegahan cukup sederhana. Pilih jambu dengan kulit mulus tanpa lubang kecil atau bercak mencurigakan.