KebonCinta.com - Kesempatan dosen untuk meningkatkan kualifikasi akademik ke jenjang doktor kembali terbuka melalui program beasiswa luar negeri.
Selain memperluas pengalaman akademik, studi S3 di luar negeri juga dapat menjadi ruang bagi dosen untuk mengembangkan penelitian dan memperkuat kompetensi sesuai bidang keilmuannya.
Kabar tersebut hadir melalui Indonesia-Austria Scholarship Programme atau IASP 2027 yang kembali membuka pendaftaran bagi dosen tetap di perguruan tinggi di bawah pembinaan Kemdiktisaintek.
Program ini memberikan kesempatan kepada dosen terpilih untuk melanjutkan pendidikan doktor di perguruan tinggi Austria dengan memenuhi sejumlah ketentuan yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Beasiswa S3 ke Swiss Masih Buka hingga 30 November 2026, Ini Syarat dan Benefitnya
Pendaftaran IASP 2027 diperuntukkan bagi dosen tetap yang memiliki NUPTK di PDDikti, berusia maksimal 35 tahun per 31 Desember 2026, belum bergelar doktor, serta mengantongi izin dari pimpinan PTN atau LLDikti bagi dosen PTS.
Pendaftar tidak boleh mengajukan beasiswa Ernst-Mach Grants (EMG) ASEA-UNINET secara bersamaan, dan pasangan suami-istri dengan bidang keilmuan sama dilarang memilih universitas yang sama.
Berkas persyaratan dan kelengkapan administrasi yang wajib diunggah meliputi:
�9�3 Baca Juga: 86 Mahasiswa Dapat Beasiswa SDM Sawit di Politeknik Aceh Selatan, Peserta Datang hingga Papua
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal kualifikasidikti.kemdiktisaintek.go.id hingga 1 Maret 2027. Informasi selengkapnya dapat diakses di grants.at/en/ atau melalui surat elektronik ke bln.dikti@kemdiktisaintek.go.id.
IASP 2027 dapat menjadi peluang bagi dosen untuk melanjutkan studi doktoral sekaligus mengembangkan kapasitas akademik dan riset di Austria. Dosen yang memenuhi kriteria sebaiknya segera menyiapkan LoA, sertifikat bahasa Inggris, proposal penelitian, dan dokumen lainnya sebelum pendaftaran ditutup. ***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir