Fenomena kehidupan
Azzahra Esa Nabila

Ketika Orang Lain Malu, Kenapa Kita Ikut Merasakan? Memahami Fenomena Secondhand Embarrassment

Ketika Orang Lain Malu, Kenapa Kita Ikut Merasakan? Memahami Fenomena Secondhand Embarrassment

24 Juni 2026 | 13:31

Keboncinta.com-- Pernahkah kamu menonton seseorang yang salah menyebut nama saat presentasi, jatuh ketika berjalan percaya diri, atau mengunggah sesuatu yang menurutmu sangat memalukan, lalu tiba-tiba kamu sendiri yang merasa tidak nyaman? Bahkan terkadang rasa malu itu begitu kuat sampai membuat kita menutup wajah, menghentikan video, atau memilih menggulir layar secepat mungkin. Padahal, kejadian tersebut tidak menimpa kita secara langsung. Anehnya, tubuh tetap bereaksi seolah kita yang sedang berada dalam situasi memalukan itu. Fenomena ini dikenal sebagai secondhand embarrassment, yaitu rasa malu yang muncul karena melihat atau menyaksikan orang lain mengalami situasi yang dianggap memalukan.

Sekilas, hal ini mungkin terdengar aneh. Mengapa kita harus ikut malu atas kesalahan yang bukan kita lakukan? Jawabannya berkaitan dengan kemampuan manusia untuk berempati. Otak kita dirancang untuk memahami dan merasakan apa yang mungkin dirasakan orang lain. Ketika melihat seseorang berada dalam situasi yang canggung, otak secara otomatis mencoba membayangkan bagaimana rasanya jika kita berada di posisi yang sama. Proses ini berlangsung sangat cepat dan sering kali tanpa disadari. Akibatnya, emosi yang sebenarnya milik orang lain ikut “menular” kepada kita. Semakin mudah seseorang menempatkan diri pada posisi orang lain, biasanya semakin besar pula kemungkinan ia mengalami secondhand embarrassment.

Menariknya, rasa malu karena orang lain tidak selalu bergantung pada apakah orang tersebut benar-benar merasa malu atau tidak. Kadang kita justru lebih malu daripada orang yang sedang melakukan kesalahan itu sendiri. Misalnya, seseorang bernyanyi dengan penuh percaya diri meskipun nadanya tidak tepat, atau membuat konten yang dianggap berlebihan oleh sebagian orang. Orang tersebut mungkin merasa baik-baik saja, tetapi penonton justru merasa tidak nyaman. Ini terjadi karena setiap orang memiliki standar sosial yang berbeda mengenai apa yang dianggap memalukan. Kita sering kali membawa aturan sosial yang ada dalam pikiran kita sendiri, lalu menggunakannya untuk menilai situasi yang sedang kita lihat.

Tags:
Gen Z Lifestyle Empati Fenomena Sosial

Komentar Pengguna