Pendidikan
Dewi Safitri

Krisis Guru Mengintai Indonesia, Kesejahteraan dan Jenjang Karier Jadi Sorotan

Krisis Guru Mengintai Indonesia, Kesejahteraan dan Jenjang Karier Jadi Sorotan

10 Oktober 2026 | 02:02

KebonCinta.com - Ancaman krisis guru di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan jumlah tenaga pendidik, tetapi juga kemampuan profesi tersebut untuk menarik dan mempertahankan generasi muda. 

Di tengah minat terhadap program studi pendidikan yang masih cukup tinggi, persoalan kesejahteraan, jenjang karier, dan kondisi kerja menjadi tantangan dalam menjaga keberlanjutan profesi guru.

Lulusan program studi pendidikan kini memiliki pilihan karier yang semakin beragam. Sebagian memilih bekerja di sektor perbankan, badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan rintisan, hingga industri kreatif. 

Kondisi ini tidak serta-merta menunjukkan bahwa pendidikan yang mereka tempuh sia-sia. Sebaliknya, kompetensi lulusan pendidikan dapat diterapkan di berbagai bidang pekerjaan.

Baca Juga: Kemensos Buka 331 Formasi PPPK Guru Agama Sekolah Rakyat, Cek Syarat dan Jadwalnya 

Namun, fenomena tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai daya tarik profesi guru sebagai pilihan karier jangka panjang. Minat untuk mempelajari ilmu pendidikan belum tentu berbanding lurus dengan keinginan untuk mengajar setelah lulus.

Putri Rachmadyanti, dosen sekaligus Koordinator Program Studi S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), menilai generasi muda kini semakin realistis dalam menentukan pekerjaan. 

Selain mempertimbangkan panggilan untuk mengajar, mereka juga memperhitungkan penghasilan, peluang pengembangan karier,

kesejahteraan, dan keseimbangan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan.

Baca Juga: Survei KPK 2026 Ungkap 26 Persen Siswa Masih Menyontek, Guru Juga Disorot 

Krisis Guru Berpotensi Mengancam Kualitas Pendidikan

Apabila persoalan daya tarik profesi guru tidak segera ditangani, Indonesia berpotensi menghadapi kekurangan pendidik berkualitas dalam 10 hingga 20 tahun mendatang. 

Kekhawatiran ini berkaitan dengan tantangan regenerasi guru, terutama ketika minat awal calon pendidik berhadapan dengan tuntutan ekonomi dan ketidakpastian jenjang karier.

Kesejahteraan guru karena itu tidak cukup diukur dari besaran gaji. Lingkungan kerja yang sehat, beban kerja yang proporsional, 

perlindungan hukum, kesempatan meningkatkan kompetensi, serta jalur karier yang jelas turut menentukan keberlanjutan profesi tersebut.

Peningkatan aspek-aspek tersebut diperlukan agar profesi guru dapat menjadi pilihan karier yang menjanjikan dan dihargai, bukan sekadar pekerjaan alternatif ketika peluang lain tidak tersedia.

Urgensi persoalan ini terlihat pada peran guru sekolah dasar. Pada jenjang tersebut, guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, 

tetapi juga membangun fondasi karakter, mengembangkan kemampuan sosial, membentuk pola pikir, serta menanamkan kebiasaan belajar pada anak.

Pengalaman pendidikan di sekolah dasar turut memengaruhi kesiapan peserta didik menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. 

Karena itu, kualitas dan keberlanjutan tenaga pendidik menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Peran Guru Tetap Penting di Tengah Perkembangan AI

Perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) juga mengubah cara peserta didik memperoleh informasi dan menyelesaikan persoalan. Meski teknologi dapat membantu sejumlah pekerjaan teknis, keberadaannya tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap guru.

Peran pendidik justru semakin penting dalam membimbing peserta didik untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, mengembangkan kreativitas, dan menggunakan teknologi secara etis. 

Guru juga berperan dalam menanamkan empati, membangun karakter, serta memberikan keteladanan moral yang tidak dapat direduksi menjadi sekadar penyampaian informasi.

Oleh karena itu, tantangan pendidikan bukan hanya menyiapkan peserta didik menghadapi perubahan teknologi, tetapi juga memastikan profesi guru tetap mampu menarik generasi baru. 

Peningkatan kesejahteraan, kepastian karier, dan dukungan terhadap pengembangan profesional menjadi langkah penting agar Indonesia tidak kehilangan calon pendidik berkualitas di masa mendatang.

Tags:
Hari Guru Profesi Guru Kesejahteraan Guru krisis guru

Komentar Pengguna