KebonCinta.com - Jerawat yang terus muncul meskipun sudah menggunakan berbagai produk skincare dapat membuat seseorang merasa frustrasi.
Sebagian orang kemudian mencoba mengganti produk perawatan dengan harapan memperoleh hasil lebih cepat.
Padahal, jerawat dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk hormon, produksi minyak, penyumbatan folikel rambut, dan peradangan.
Selain itu, kebiasaan merawat kulit yang kurang tepat juga dapat memperburuk kondisi jerawat.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Menguak Hubungan Asam Lemak Omega-6 dan Jerawat
1. Tidur Tanpa Membersihkan Makeup
Sisa makeup yang dibiarkan semalaman berpotensi berkontribusi terhadap penyumbatan pori-pori.
Karena itu, bersihkan riasan sebelum tidur, terutama jika menggunakan produk dengan daya tahan tinggi.
2. Terlalu Sering Mengganti Produk Jerawat
Mencoba produk baru setiap beberapa hari dapat meningkatkan risiko iritasi.
Padahal, sebagian pengobatan jerawat membutuhkan waktu beberapa minggu sebelum menunjukkan perbaikan.
3. Menggunakan Scrub Terlalu Keras
Menggosok wajah secara berlebihan tidak membuat jerawat lebih cepat hilang.
Gesekan yang kuat justru dapat memperparah iritasi dan peradangan.
4. Memencet Jerawat Sebelum Tidur
Kebiasaan memencet jerawat dapat memperburuk peradangan dan meningkatkan risiko bekas luka.
Tindakan tersebut juga berpotensi memperpanjang proses penyembuhan.
5. Mengabaikan Pelembap
Beberapa produk perawatan jerawat dapat menyebabkan kulit menjadi kering.
Pelembap yang sesuai dapat membantu mengurangi kekeringan dan membuat kulit lebih nyaman selama menjalani perawatan.
Menurut American Academy of Dermatology, perawatan jerawat sebaiknya dilakukan secara konsisten dengan pembersih lembut dan produk yang tidak mudah menyumbat pori-pori.
Perubahan hasil perawatan membutuhkan waktu, sehingga terlalu sering mengganti produk tidak dianjurkan.
Baca Juga: Apakah Makan Kacang Bikin Jerawatan? Ini Fakta dan Cara Aman Mengonsumsinya
Jika jerawat terus memburuk, terasa nyeri, atau mulai meninggalkan bekas, pemeriksaan ke dokter kulit dapat membantu menentukan penanganan yang sesuai.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir