Kurang atau Kelebihan Minum Air, Ini Risiko bagi Tubuh yang Jarang Disadari

Kurang atau Kelebihan Minum Air, Ini Risiko bagi Tubuh yang Jarang Disadari

23 Desember 2025 | 12:45

Keboncinta.com-- Air adalah unsur penting yang hampir selalu hadir di setiap aspek kehidupan, mulai dari kelembapan tanah, lapisan es, hingga sel-sel penyusun tubuh manusia.

Secara rata-rata, tubuh orang dewasa terdiri dari sekitar 55–60 persen air. Angka ini bisa berbeda-beda tergantung usia, jenis kelamin, komposisi lemak tubuh, serta lingkungan tempat tinggal.

Pada bayi, kandungan air bahkan jauh lebih tinggi. Saat lahir, tubuh bayi mengandung sekitar 75 persen air, lalu menurun menjadi sekitar 65 persen ketika memasuki usia satu tahun.

Air dalam tubuh berperan penting dalam melumasi sendi, menjaga suhu tubuh, serta mengantarkan nutrisi penting ke otak dan sumsum tulang belakang.

Baca Juga: Telur Pernah Dicap Berbahaya, Benarkah? Fakta Kolesterol yang Baru Terungkap

Tak hanya darah, hampir seluruh organ vital manusia mengandung air dalam jumlah besar. Otak dan jantung orang dewasa, misalnya, tersusun hampir 75 persen dari air.

Paru-paru memiliki kandungan air sekitar 83 persen, sementara tulang yang terlihat kering ternyata masih menyimpan sekitar 31 persen air.

Lantas, jika tubuh kita didominasi air dan kita hidup dikelilingi air, mengapa kita tetap perlu minum dalam jumlah cukup setiap hari?

Jawabannya, tubuh secara konstan kehilangan cairan. Setiap hari, sekitar dua hingga tiga liter air keluar melalui keringat, urine, buang air besar, bahkan saat kita bernapas.

Kehilangan ini harus segera digantikan agar keseimbangan cairan tubuh tetap terjaga dan terhindar dari dehidrasi maupun over-hidrasi.

Ketika kadar air menurun, sensor di hipotalamus otak akan memicu pelepasan hormon antidiuretik. Hormon ini memberi sinyal ke ginjal untuk menahan lebih banyak air melalui saluran khusus bernama aquaporin. Akibatnya, urine menjadi lebih pekat dan berwarna gelap.

Baca Juga: Pupuk Kimia Tingkatkan Panen, Tapi Mengancam Kesehatan dan Lingkungan, Begini Penjelasannya

Dehidrasi dapat memicu berbagai gangguan, mulai dari tubuh mudah lelah, perubahan suasana hati, kulit kering, tekanan darah rendah, hingga penurunan fungsi kognitif.

Otak yang kekurangan cairan bahkan harus bekerja lebih keras untuk melakukan tugas yang sama dan bisa mengalami penyusutan sementara.

Sebaliknya, konsumsi air berlebihan dalam waktu singkat dapat menyebabkan over-hidrasi atau hiponatremia. Kondisi ini kerap terjadi pada atlet yang beraktivitas ekstrem.

Saat tubuh kelebihan air, produksi hormon antidiuretik justru melambat, sehingga kadar natrium dalam darah menjadi terlalu encer dan menyebabkan sel-sel membengkak.

Dalam kasus berat, ginjal tidak mampu membuang kelebihan cairan, yang dapat memicu sakit kepala, mual, muntah, hingga kejang dan kematian, meski kondisi ini tergolong jarang terjadi.

Dalam kehidupan sehari-hari, menjaga tubuh tetap terhidrasi sebenarnya cukup mudah, terutama bagi mereka yang memiliki akses air bersih.

Baca Juga: HP Terbaru Rilis Awal 2026 Mulai Bocor: Spesifikasi Gahar, Harga Fantastis, Siap Guncang Indonesia

Dulu, anjuran umum adalah minum delapan gelas air per hari. Kini, para ahli memahami bahwa kebutuhan cairan sangat bergantung pada berat badan, aktivitas, dan kondisi lingkungan.

Secara umum, kebutuhan cairan harian berkisar antara 2,5–3,7 liter untuk pria dan sekitar 2–2,7 liter untuk wanita. Jumlah ini dapat berubah sesuai usia, kondisi kesehatan, tingkat aktivitas, dan suhu lingkungan.

Meski air putih adalah pilihan terbaik, minuman lain seperti kopi dan teh tetap berkontribusi pada asupan cairan tubuh. Sekitar 20 persen kebutuhan cairan harian juga berasal dari makanan.

Buah dan sayuran seperti mentimun, stroberi, dan brokoli mengandung lebih dari 90 persen air, sekaligus menyediakan vitamin dan serat penting.

Memenuhi kebutuhan cairan secara optimal membawa manfaat jangka panjang. Penelitian menunjukkan hidrasi yang baik dapat menurunkan risiko stroke, membantu pengelolaan diabetes, dan berpotensi mengurangi risiko beberapa jenis kanker.

Baca Juga: Bola Kecil yang Mengubah Cara Menulis: Evolusi Pena dari Tinta Biasa Hingga ke Luar Angkasa

Pada akhirnya, memastikan tubuh mendapatkan cairan yang cukup setiap hari dapat memberikan perbedaan besar terhadap energi, fokus, dan fungsi tubuh secara keseluruhan.***

Tags:
Minum Air Putih Gaya Hidup Sehat Kesehatan Tubuh

Komentar Pengguna