Keboncinta.com-- Penguatan literasi sastra di jenjang SMP dan MTs kini diarahkan pada peningkatan kemampuan berpikir kritis melalui pemahaman makna tersembunyi dalam puisi.
Dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Bahasa Indonesia, siswa tidak lagi hanya diminta mengenali unsur intrinsik, tetapi juga harus mampu menafsirkan pesan, emosi, serta simbol yang tersirat dalam setiap larik.
Pendekatan ini menjadi strategi penting untuk membangun kepekaan berbahasa sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap karya sastra sebagai bagian dari kompetensi literasi yang utuh.
Berdasarkan materi yang dirilis oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, analisis puisi menjadi salah satu instrumen utama dalam evaluasi TKA Bahasa Indonesia.
Salah satu karya yang kerap digunakan adalah puisi berjudul “Perempuan-Perempuan Perkasa”.
Puisi tersebut tidak hanya menghadirkan keindahan bahasa, tetapi juga menggambarkan realitas sosial tentang perjuangan perempuan desa yang berangkat sejak dini hari menuju pasar di kota demi menopang ekonomi keluarga.
Melalui konteks ini, siswa dituntut untuk melampaui pemahaman literal dan masuk ke interpretasi yang lebih mendalam.
Analisis Soal TKA: Latar dan Makna Simbolik
Dalam soal TKA, terdapat dua aspek utama yang umumnya menjadi fokus penilaian, yaitu:
1. Identifikasi Latar Waktu melalui Diksi
Siswa diminta mengenali frasa yang menunjukkan waktu dalam puisi. Misalnya, ungkapan seperti “sebelum hari bermula” dan “berlomba dengan surya” mengindikasikan aktivitas yang terjadi pada pagi buta. Pemahaman ini membantu siswa menangkap gambaran awal perjuangan tokoh dalam puisi.
Baca Juga: CPNS 2026 Hadirkan Sistem Smart Select, Ujian Fleksibel dan Nilai Berlaku 2 Tahun
2. Penafsiran Makna Kiasan
Peserta didik juga diuji dalam memahami makna figuratif. Contohnya pada frasa “merebut hidup di pasar-pasar kota”. Secara harfiah, ungkapan tersebut tidak logis, tetapi secara makna kiasan menggambarkan kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah dalam mencari nafkah.
Nilai yang Terkandung dalam Literasi Sastra
Pembelajaran sastra dalam TKA 2026 tidak hanya berfokus pada benar atau salahnya jawaban, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting, antara lain:
Baca Juga: Syarat SNBT 2026 dan Strategi Pilih Prodi, Panduan Lengkap Lolos ke PTN Favorit
Dengan mengasah kemampuan menafsirkan makna tersirat dalam puisi, siswa tidak hanya lebih siap menghadapi TKA Bahasa Indonesia, tetapi juga mampu mengembangkan pola pikir kritis serta kepekaan terhadap pesan sosial dalam karya sastra.***