Literasi Sastra TKA Bahasa Indonesia: Cara Memahami Makna Tersirat Puisi untuk Berpikir Kritis

Literasi Sastra TKA Bahasa Indonesia: Cara Memahami Makna Tersirat Puisi untuk Berpikir Kritis

28 Maret 2026 | 16:20

Keboncinta.com-- Penguatan literasi sastra di jenjang SMP dan MTs kini diarahkan pada peningkatan kemampuan berpikir kritis melalui pemahaman makna tersembunyi dalam puisi.

Dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Bahasa Indonesia, siswa tidak lagi hanya diminta mengenali unsur intrinsik, tetapi juga harus mampu menafsirkan pesan, emosi, serta simbol yang tersirat dalam setiap larik.

Pendekatan ini menjadi strategi penting untuk membangun kepekaan berbahasa sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap karya sastra sebagai bagian dari kompetensi literasi yang utuh.

Berdasarkan materi yang dirilis oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, analisis puisi menjadi salah satu instrumen utama dalam evaluasi TKA Bahasa Indonesia.

Baca Juga: Ini Perbedaan Penyesuaian Ijazah dan Pencantuman Gelar ASN: Syarat, Prosedur, dan Dampaknya pada Karier

Salah satu karya yang kerap digunakan adalah puisi berjudul “Perempuan-Perempuan Perkasa”.

Puisi tersebut tidak hanya menghadirkan keindahan bahasa, tetapi juga menggambarkan realitas sosial tentang perjuangan perempuan desa yang berangkat sejak dini hari menuju pasar di kota demi menopang ekonomi keluarga.

Melalui konteks ini, siswa dituntut untuk melampaui pemahaman literal dan masuk ke interpretasi yang lebih mendalam.

Analisis Soal TKA: Latar dan Makna Simbolik

Dalam soal TKA, terdapat dua aspek utama yang umumnya menjadi fokus penilaian, yaitu:

1. Identifikasi Latar Waktu melalui Diksi
Siswa diminta mengenali frasa yang menunjukkan waktu dalam puisi. Misalnya, ungkapan seperti “sebelum hari bermula” dan “berlomba dengan surya” mengindikasikan aktivitas yang terjadi pada pagi buta. Pemahaman ini membantu siswa menangkap gambaran awal perjuangan tokoh dalam puisi.

Baca Juga: CPNS 2026 Hadirkan Sistem Smart Select, Ujian Fleksibel dan Nilai Berlaku 2 Tahun

2. Penafsiran Makna Kiasan
Peserta didik juga diuji dalam memahami makna figuratif. Contohnya pada frasa “merebut hidup di pasar-pasar kota”. Secara harfiah, ungkapan tersebut tidak logis, tetapi secara makna kiasan menggambarkan kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah dalam mencari nafkah.

Nilai yang Terkandung dalam Literasi Sastra

Pembelajaran sastra dalam TKA 2026 tidak hanya berfokus pada benar atau salahnya jawaban, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting, antara lain:

  • Penghargaan terhadap Peran Perempuan: Puisi mencerminkan ketangguhan perempuan sebagai penopang ekonomi keluarga.
  • Relasi Desa dan Kota: Simbol seperti “akar-akar yang melata” menggambarkan keterikatan emosional dengan kampung halaman.
  • Kemampuan Analisis Mendalam: Siswa dilatih untuk memahami hubungan antar-larik sebelum menarik kesimpulan.

Baca Juga: Syarat SNBT 2026 dan Strategi Pilih Prodi, Panduan Lengkap Lolos ke PTN Favorit

Dengan mengasah kemampuan menafsirkan makna tersirat dalam puisi, siswa tidak hanya lebih siap menghadapi TKA Bahasa Indonesia, tetapi juga mampu mengembangkan pola pikir kritis serta kepekaan terhadap pesan sosial dalam karya sastra.***

Tags:
Kisi-Kisi TKA Strategi TKA TKA 2026

Komentar Pengguna