Khazanah
M. Fadhli Dzil Ikram

Lolos dari Kepungan Kaum Quraisy: Ini 3 Strategi Cerdas Nabi Muhammad SAW Saat Hijrah ke Madinah

Lolos dari Kepungan Kaum Quraisy: Ini 3 Strategi Cerdas Nabi Muhammad SAW Saat Hijrah ke Madinah

06 November 2026 | 09:33

Keboncinta.com — Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perkembangan Islam. Perjalanan tersebut bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan bagian dari perjuangan Rasulullah SAW dalam menyelamatkan dakwah Islam dari tekanan dan ancaman kaum kafir Quraisy.

Di balik keberhasilan hijrah tersebut, terdapat sejumlah strategi yang disusun dengan cermat. Rasulullah SAW tidak hanya mengandalkan keberanian dan tawakal kepada Allah SWT, tetapi juga melakukan perencanaan matang, membagi tugas, serta memanfaatkan bantuan orang-orang terpercaya.

Saat kaum Quraisy berusaha mengejar dan mencelakai beliau, berbagai langkah dilakukan agar perjalanan menuju Madinah tetap aman. Kisah ini memberikan pelajaran tentang pentingnya ikhtiar, kecerdikan, kerja sama, dan keyakinan kepada pertolongan Allah SWT.

Berikut beberapa strategi Nabi Muhammad SAW agar selamat dari ancaman kaum Quraisy selama perjalanan hijrah ke Madinah.

1. Melakukan Pengelabuan untuk Menghindari Kepungan Quraisy

Salah satu strategi awal Rasulullah SAW adalah meninggalkan rumah secara diam-diam dengan menggunakan taktik pengelabuan.

Mengutip buku Pendidikan Agama Islam Sejarah Kebudayaan Islam karya H. Murodi, menjelang keberangkatan hijrah, Rasulullah SAW meminta Ali bin Abi Thalib untuk berbaring di tempat tidur beliau. Sementara itu, Nabi Muhammad SAW meninggalkan rumah bersama Abu Bakar RA tanpa diketahui kaum Quraisy.

Tindakan tersebut dilakukan untuk mengalihkan perhatian orang-orang Quraisy yang telah merencanakan pembunuhan terhadap Rasulullah SAW.

Ketika para pengepung memasuki rumah Nabi Muhammad SAW, mereka justru mendapati Ali bin Abi Thalib berada di tempat tidur. Mereka pun menyadari bahwa Rasulullah SAW telah meninggalkan kediamannya.

Strategi tersebut menunjukkan kecermatan Rasulullah SAW dalam menghadapi situasi berbahaya. Beliau tidak mengambil risiko dengan menghadapi kepungan secara langsung, tetapi memilih jalan yang lebih aman untuk melanjutkan perjalanan.

Baca Juga: Kisah Khalid bin Walid, Jenderal Quraisy yang Berubah Menjadi Pedang Allah 

2. Bersembunyi di Gua Tsur Selama Tiga Hari

Setelah meninggalkan Makkah, Nabi Muhammad SAW bersama Abu Bakar RA tidak langsung mengambil jalur menuju Madinah. Keduanya justru menuju Gua Tsur yang berada di arah berlawanan dari jalur utama perjalanan.

Mengutip buku Cerita Al-Qur'an: Kisah-Kisah Teladan yang Menakjubkan karya M. Zaenal Abidin, Rasulullah SAW dan Abu Bakar RA bersembunyi di gua tersebut selama tiga hari untuk menghindari pengejaran kaum Quraisy.

Selama berada di dalam gua, keduanya menjaga ketenangan dan membatasi aktivitas agar tidak menarik perhatian orang-orang yang sedang mencari mereka.

Dalam salah satu kisah yang populer, Abu Bakar RA merasa khawatir ketika mendengar langkah dan suara orang-orang Quraisy yang berada tidak jauh dari tempat persembunyian. Rasulullah SAW kemudian menenangkannya dengan mengingatkan bahwa Allah SWT senantiasa bersama mereka.

Peristiwa tersebut diabadikan dalam Al-Qur'an surah At-Taubah ayat 40:

Arab:

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

Artinya:

"Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita."

Ayat tersebut menggambarkan keteguhan hati Rasulullah SAW ketika menghadapi ancaman. Beliau tetap tenang karena yakin terhadap pertolongan dan perlindungan Allah SWT.

Dalam kisah hijrah yang dikenal luas di kalangan umat Islam, disebutkan pula adanya sarang laba-laba dan burung di sekitar mulut gua. Keadaan itu membuat para pengejar mengira tidak ada orang yang masuk ke dalam gua tersebut.

Setelah ancaman berlalu dan keadaan dinilai lebih aman, Rasulullah SAW bersama Abu Bakar RA melanjutkan perjalanan menuju Madinah.

3. Membagi Tugas kepada Orang-Orang Terpercaya

Keberhasilan perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW juga didukung oleh bantuan sejumlah orang yang memiliki tugas masing-masing. Rasulullah SAW menyusun kerja sama dengan membagi tanggung jawab sesuai kemampuan dan kepercayaan.

Dalam buku Manhaj Dakwah Rasulullah karya Muhammad Amahzun, dijelaskan beberapa peran penting orang-orang yang membantu perjalanan hijrah tersebut.

Abdullah bin Abu Bakar Mengumpulkan Informasi

Putra Abu Bakar RA, Abdullah bin Abu Bakar, bertugas mencari informasi mengenai perkembangan situasi di Makkah.

Pada siang hari, ia berbaur dengan masyarakat untuk mengetahui pembicaraan kaum Quraisy tentang Rasulullah SAW dan ayahnya. Setelah itu, setiap sore ia menyampaikan informasi tersebut kepada keduanya di Gua Tsur.

Abdullah kemudian kembali ke Makkah menjelang pagi agar keberadaannya tidak menimbulkan kecurigaan.

Amir bin Fuhairah Menghapus Jejak Perjalanan

Amir bin Fuhairah, pembantu Abu Bakar RA, bertugas menggembalakan kambing di sekitar Gua Tsur.

Selain menyediakan susu untuk Rasulullah SAW dan Abu Bakar RA, kambing-kambing yang digembalakannya juga melewati jalur yang sebelumnya digunakan Abdullah bin Abu Bakar. Langkah tersebut membantu menyamarkan jejak perjalanan mereka.

Abdullah bin Uraiqith Menjadi Penunjuk Jalan

Rasulullah SAW dan Abu Bakar RA juga memanfaatkan jasa seorang penunjuk jalan bernama Abdullah bin Uraiqith.

Ia dikenal memiliki pengetahuan mengenai jalur perjalanan di wilayah tersebut. Rasulullah SAW dan Abu Bakar RA mempercayakan perjalanan mereka kepadanya serta menyiapkan dua ekor unta untuk digunakan dalam perjalanan menuju Madinah.

Pemilihan penunjuk jalan ini memperlihatkan bahwa Rasulullah SAW mempertimbangkan kemampuan dan pengalaman seseorang ketika menghadapi perjalanan yang berisiko.

Asma dan Aisyah Menyiapkan Perbekalan

Dua putri Abu Bakar RA, Asma binti Abu Bakar dan Aisyah RA, turut membantu mempersiapkan kebutuhan perjalanan.

Asma binti Abu Bakar dikenal memiliki peran penting dalam menyiapkan bekal.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Sejarah Islam Kisah Nabi Muhammad Hijrah ke Madinah

Komentar Pengguna