KebonCinta.com — Kreativitas mahasiswa Indonesia dalam mengembangkan kendaraan hemat energi kembali dipertandingkan melalui Kontes Mobil Hemat Energi atau KMHE 2026.
Kompetisi yang berlangsung di Universitas Jember tersebut berakhir pada Minggu malam, 4 Oktober 2026, dengan Universitas Diponegoro dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember menjadi dua kampus paling menonjol.
Undip berhasil membawa pulang dua gelar juara dari kategori Prototype.
Tim Antawirya Rondhan ICE menjadi juara kelas Motor Pembakaran Dalam Bensin, sedangkan Antawirya Rondhan EV berhasil menjadi yang terbaik di kelas Motor Listrik.
ITS juga mengoleksi dua gelar melalui Nogogeni ITS Team.
Tim tersebut menjadi juara kategori Urban Concept pada kelas Motor Pembakaran Dalam Etanol serta kelas Motor Listrik.
Secara keseluruhan, KMHE 2026 diikuti 64 tim yang berasal dari 42 perguruan tinggi negeri dan swasta di berbagai daerah Indonesia.
Para mahasiswa tidak hanya datang membawa kendaraan yang telah selesai dibuat.
Mereka harus membuktikan bahwa kendaraan tersebut mampu bekerja dengan konsumsi energi seefisien mungkin sekaligus memenuhi standar keselamatan kompetisi.
“Proses seperti itu akan menjadi bekal ketika teman-teman mahasiswa masuk ke dunia kerja dan industri,” ujar Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek Beny Bandanadjaja.
Ia kemudian menjelaskan bahwa arena kompetisi dapat menjadi tempat mahasiswa mengembangkan kemampuan, membagikan potensi serta menguji hasil riset yang selama ini dikerjakan di kampus.
KMHE berbeda dari balapan kendaraan pada umumnya.
Target utama bukan menjadi kendaraan tercepat, melainkan menghasilkan kendaraan yang mampu menempuh perjalanan dengan penggunaan energi seminimal mungkin.
Dua kategori utama yang dipertandingkan adalah Prototype dan Urban Concept.
Masing-masing kategori memiliki kelas Motor Pembakaran Dalam Bensin, Diesel, Etanol dan Motor Listrik.
Selain Undip dan ITS, Universitas Brawijaya juga meraih juara melalui Apatte62 Brawijaya Team 2 pada kelas Prototype MPD Diesel.
Universitas Negeri Malang menjadi juara Prototype MPD Etanol.
Pada kategori Urban Concept, Universitas Negeri Yogyakarta memenangi kelas MPD Bensin.
Universitas Sebelas Maret menjadi yang terbaik pada kelas MPD Diesel.
Dengan hasil tersebut, delapan kelas utama KMHE 2026 menghasilkan enam perguruan tinggi berbeda sebagai peraih juara pertama.
Undip dan ITS menjadi satu-satunya kampus yang masing-masing berhasil mengoleksi dua gelar.
Kompetisi juga memberikan sejumlah penghargaan di luar hasil perlombaan utama.
Penghargaan diberikan untuk kategori seperti Best Team Spirit, Best K3 Practice, video kreatif, desain livery hingga tim pendatang baru terbaik.
KMHE menjadi salah satu contoh bagaimana mahasiswa dapat menggunakan proses perkuliahan untuk menghasilkan teknologi nyata.
Pembuatan kendaraan membutuhkan kerja sama berbagai disiplin, mulai dari teknik mesin, elektronika, desain, energi hingga manajemen tim.
Mahasiswa juga menghadapi tantangan yang tidak selalu muncul ketika bekerja di laboratorium.
Kondisi cuaca, lintasan, kestabilan sistem kelistrikan hingga performa mesin dapat memengaruhi hasil kendaraan di lapangan.
Karena itu, kegagalan ketika pengujian tidak selalu menjadi akhir dari sebuah proyek.
Mahasiswa justru mendapatkan data baru yang dapat digunakan untuk memperbaiki teknologi pada pengembangan berikutnya.
Rektor Universitas Jember Iwan Taruna menilai teknologi transportasi masa depan tidak cukup hanya mengejar kecepatan.
Efisiensi energi juga menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan sumber daya dan lingkungan.
Dari kompetisi mahasiswa seperti KMHE, berbagai prototipe yang sekarang masih menjadi bahan eksperimen berpotensi terus dikembangkan menjadi inovasi transportasi Indonesia pada masa depan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir