Kesehatan
Rahman Abdullah

Mata Minus Tak Hanya karena Gadget, Kenali 5 Faktor yang Meningkatkan Risikonya

Mata Minus Tak Hanya karena Gadget, Kenali 5 Faktor yang Meningkatkan Risikonya

12 Oktober 2026 | 13:16

KebonCinta.com-- Kebiasaan menatap layar ponsel kerap dianggap sebagai penyebab utama mata minus. Padahal, miopia atau rabun jauh merupakan kondisi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari keturunan hingga kebiasaan sehari-hari. 

Memahami faktor-faktor tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mata, khususnya pada anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan.

Memahami Penyebab Mata Minus Lebih dari Sekadar Penggunaan Gadget

Miopia merupakan gangguan penglihatan yang membuat objek berjarak jauh terlihat buram, sedangkan benda yang berada dekat mata umumnya masih terlihat lebih jelas. Kondisi ini terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata terfokus di depan retina, bukan tepat pada retina.

Anggapan bahwa mata minus hanya disebabkan oleh penggunaan gadget perlu dipahami secara lebih luas. Faktor genetik, aktivitas jarak dekat, serta minimnya waktu beraktivitas di luar ruangan turut berkaitan dengan risiko terjadinya miopia.

Meski tidak semua faktor risiko dapat dihindari, perubahan kebiasaan tertentu dapat membantu menjaga kesehatan mata dan mengurangi risiko munculnya miopia, terutama selama masa kanak-kanak.

Baca Juga: Lemak Perut dan Kesehatan Otak, Apa Hubungannya dengan Risiko Alzheimer? 

Berikut lima faktor yang perlu diperhatikan.

1. Riwayat Keluarga Dapat Meningkatkan Risiko Miopia

Faktor keturunan menjadi salah satu hal yang berpengaruh terhadap kemungkinan seseorang mengalami mata minus. Anak yang memiliki orang tua dengan miopia cenderung mempunyai risiko lebih tinggi dibandingkan anak tanpa riwayat keluarga serupa.

Pengaruh genetik berkaitan dengan perkembangan dan bentuk bola mata yang menentukan bagaimana cahaya difokuskan. Namun, memiliki orang tua bermata minus tidak berarti seorang anak pasti mengalami kondisi yang sama.

Orang tua sebaiknya lebih memperhatikan perubahan penglihatan anak dan melakukan pemeriksaan mata secara berkala. Langkah ini penting agar gangguan penglihatan dapat diketahui lebih awal dan ditangani sesuai kebutuhan.

2. Aktivitas Jarak Dekat yang Terlalu Lama Perlu Dibatasi

Membaca buku, mengerjakan tugas, menggunakan komputer, dan bermain ponsel merupakan aktivitas yang membuat mata terus berfokus pada objek dekat.

Aktivitas jarak dekat dalam waktu panjang, terutama jika dilakukan tanpa jeda, berkaitan dengan risiko dan perkembangan miopia. Meski demikian, penggunaan gadget tidak selalu secara langsung menyebabkan mata minus pada setiap orang.

Untuk membantu mengurangi kelelahan mata, seseorang dapat menerapkan aturan 20-20-20. Caranya, setiap 20 menit melakukan aktivitas jarak dekat, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 6 meter selama 20 detik.

Selain itu, atur jarak pandang dengan nyaman dan hindari menggunakan perangkat digital secara terus-menerus tanpa istirahat.

Baca Juga: Kentang hingga Tempe, Ini Pilihan Makanan untuk Menu Diet Lebih Seimbang 

3. Kurangnya Aktivitas di Luar Ruangan Bisa Menjadi Faktor Risiko

Kebiasaan menghabiskan sebagian besar waktu di dalam ruangan juga patut diperhatikan, terutama pada anak usia sekolah.

Sejumlah penelitian mengaitkan waktu yang lebih banyak di luar ruangan dengan risiko miopia yang lebih rendah pada anak-anak. Paparan cahaya alami diduga berperan dalam proses tersebut, meskipun mekanisme pastinya masih terus diteliti.

Orang tua dapat membiasakan anak melakukan kegiatan di luar rumah, seperti berjalan santai, bermain di taman, bersepeda, atau mengikuti olahraga yang sesuai dengan usianya.

Kebiasaan ini bukan hanya mendukung kesehatan mata, tetapi juga membantu anak lebih aktif secara fisik. Aktivitas luar ruangan tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan keselamatan dan perlindungan dari paparan sinar matahari berlebihan.

4. Jarak Membaca dan Kebiasaan Menatap Objek Dekat Perlu Diperhatikan

Kebiasaan membaca dengan jarak terlalu dekat dapat membuat mata lebih cepat terasa lelah, terlebih jika dilakukan dalam waktu lama tanpa istirahat.

Posisi membaca yang nyaman, jarak pandang yang memadai, serta pencahayaan yang cukup dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan saat membaca. Membaca sambil berbaring juga sebaiknya diatur agar jarak buku atau layar tidak terlalu dekat dengan mata.

Namun, perlu dibedakan antara mata lelah dan miopia. Pencahayaan redup dapat menyebabkan mata terasa tidak nyaman, tetapi tidak terbukti secara langsung menjadi penyebab mata minus.

Karena itu, perhatian terhadap kebiasaan membaca sebaiknya diarahkan pada kenyamanan penglihatan, pengaturan jarak, dan pemberian jeda selama aktivitas jarak dekat.

5. Asupan Gizi Seimbang Mendukung Kesehatan Mata

Nutrisi memiliki peran penting dalam menjaga fungsi penglihatan. Tubuh memerlukan beragam vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya agar jaringan mata dapat berfungsi dengan baik.

Vitamin A, misalnya, dibutuhkan untuk mendukung fungsi penglihatan normal. Zat gizi ini dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan, termasuk telur, produk susu, serta sayuran dan buah tertentu yang mengandung provitamin A.

Meski demikian, pola makan yang kurang seimbang tidak dapat disebut sebagai penyebab langsung miopia.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Mata minus Penyebab mata minus Cara menjaga kesehatan mata

Komentar Pengguna