Menag Ajak Santri hingga ASN Kemenag Jadi Agen Perlinsos, Bantu Cari Warga yang Berhak Menerima Bansos
04 Oktober 2026
| 21:10
JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para santri, tokoh agama, guru, dosen hingga Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kementerian Agama ikut terlibat membantu masyarakat melalui program Agen Perlindungan Sosial atau Perlinsos. Agen Perlinsos diharapkan menjadi penghubung antara pemerintah dengan masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial. Tugas utamanya adalah membantu menemukan serta mendampingi warga yang membutuhkan agar dapat tercatat dalam sistem perlindungan sosial pemerintah. Menag menilai masih terdapat masyarakat yang membutuhkan bantuan tetapi berpotensi tidak terjangkau oleh pendataan. Kondisi tersebut dapat terjadi pada masyarakat yang mengalami kemiskinan ekstrem, sakit, menghadapi persoalan ekonomi maupun anak-anak yang terancam putus sekolah. Karena itu, pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat yang benar-benar mengenal kondisi lingkungan sekitar. Di sinilah peran santri, tokoh agama, penyuluh, penghulu, guru hingga ASN Kemenag dinilai sangat penting. Mereka berada dekat dengan masyarakat dan sering kali mengetahui kondisi warga secara lebih langsung. Nasaruddin Umar mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama tidak hanya menjalankan pekerjaan administratif. Kepedulian terhadap masyarakat juga dinilai sebagai bagian dari pengabdian. Menurut Menag, semangat membantu sesama merupakan nilai yang diajarkan seluruh agama. Karena itu, keterlibatan dalam perlindungan sosial diharapkan dilakukan secara ikhlas, jujur dan penuh tanggung jawab. Kementerian Agama sendiri memiliki jaringan yang sangat besar hingga tingkat masyarakat. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad menyebut Kemenag membina sekitar 38 ribu penyuluh agama. Selain itu terdapat sekitar 13 ribu penghulu. Belum termasuk guru madrasah, dosen, organisasi keagamaan, majelis taklim, takmir dan imam masjid, kiai serta para santri yang tersebar di berbagai daerah. Jaringan tersebut dinilai mempunyai potensi besar membantu pemerintah mempercepat registrasi masyarakat dalam sistem perlindungan sosial. Program Perlinsos diarahkan untuk membuat layanan bantuan sosial semakin mudah, cepat dan tepat sasaran melalui sistem digital. Kementerian Agama telah melakukan persiapan untuk mendukung percepatan registrasi program tersebut. Kemenag juga menindaklanjuti Rapat Tingkat Menteri mengenai percepatan pendaftaran perlindungan sosial yang digelar pada 30 September 2026.
Tags:
pendidikan
Komentar Pengguna