Parenting
M. Fadhli Dzil Ikram

Mengapa Istighfar Dianjurkan saat Hati Gelisah? Ini Penjelasan Ulama

Mengapa Istighfar Dianjurkan saat Hati Gelisah? Ini Penjelasan Ulama

02 November 2026 | 13:28

Keboncinta.com — Bacaan istighfar untuk membersihkan hati dari pikiran negatif dapat diamalkan ketika seseorang mengalami kegelisahan, kecemasan, prasangka buruk, atau pikiran yang terus berulang. Dalam Islam, istighfar bukan sekadar ucapan memohon ampun kepada Allah SWT, melainkan juga bentuk introspeksi dan kesungguhan untuk memperbaiki diri.

Memperbanyak istighfar dapat menjadi ikhtiar spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah. Namun, amalan ini perlu disertai usaha nyata, seperti menghindari kebiasaan buruk, memperbaiki perilaku, dan menyikapi persoalan dengan lebih bijaksana.

Baca Juga: Istigfar: Obat Mujarab yang Sering Dilupakan 

Bacaan Istighfar untuk Membersihkan Hati

Salah satu bacaan istighfar yang mudah diamalkan setiap hari adalah:

Arab:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ

Latin: Astaghfirullah.

Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah.

Selain bacaan singkat tersebut, umat Islam juga dianjurkan membaca Sayyidul Istighfar atau penghulu istighfar.

Arab:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ، فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ.

Latin:

Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa 'abduka, wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzu bika min syarri maa shana'tu, abuu'u laka bini'matika 'alayya, wa abuu'u laka bidzanbii, faghfir lii, fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.

Artinya:

Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha memenuhi janji kepada-Mu sesuai kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan mengakui dosa-dosaku. Maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.

Sayyidul Istighfar memiliki keutamaan besar sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa orang yang membacanya pada pagi hari dengan penuh keyakinan, kemudian meninggal sebelum petang, dijanjikan surga. Begitu pula orang yang membacanya pada malam hari dan meninggal sebelum pagi.

Keutamaan Istighfar bagi Kebersihan Hati

Ada beberapa keutamaan istighfar yang dapat menjadi pengingat bagi seorang Muslim untuk memperbaiki diri.

  1. Memohon ampun dan membersihkan hati. Dalam hadis riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah dijelaskan bahwa dosa dapat meninggalkan noda pada hati. Taubat dan meninggalkan dosa menjadi jalan untuk membersihkannya.
  2. Memohon kelapangan dari kegelisahan. Dalam riwayat Abu Dawud dan Ahmad terdapat keterangan tentang keutamaan memperbanyak istighfar, yaitu memperoleh jalan keluar dari kesempitan dan kelapangan dari kegundahan.
  3. Mendatangkan keberkahan. Dalam QS. Nuh ayat 10–12, Allah SWT menjelaskan seruan Nabi Nuh kepada kaumnya agar memohon ampunan. Istighfar dikaitkan dengan turunnya hujan dan bertambahnya karunia.
  4. Menumbuhkan harapan. Istighfar mengingatkan manusia bahwa kesalahan bukan alasan untuk berputus asa. Selama masih mau bertaubat, seorang hamba memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.

Waktu yang Dianjurkan untuk Membaca Istighfar

Istighfar dapat dibaca kapan saja. Namun, terdapat beberapa waktu yang memiliki tuntunan khusus dalam Islam.

  • Setelah salat wajib. Rasulullah SAW mencontohkan membaca istighfar tiga kali setelah salam, sebagaimana hadis riwayat Muslim.
  • Sepertiga malam terakhir. Waktu ini merupakan kesempatan istimewa untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah.
  • Pagi dan petang. Sayyidul Istighfar dianjurkan untuk dibaca pada kedua waktu tersebut.
  • Ketika menyadari kesalahan. Segera memohon ampun dan bertekad meninggalkan perbuatan dosa merupakan bagian dari taubat.

Apabila pikiran negatif muncul dalam bentuk bisikan atau waswas, seorang Muslim juga dapat membaca ta'awudz:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

A'udzu billahi minasy-syaithanir-rajim.

Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa bisikan hati dimaafkan selama tidak diucapkan atau dilakukan, sebagaimana hadis riwayat Bukhari dan Muslim.
Baca Juga: Kisah Ulama yang Rezekinya Lapang karena Istighfar 

Pertanyaan Seputar Istighfar

1. Apakah istighfar bisa menghilangkan pikiran negatif?

Istighfar dapat membantu menenangkan hati secara spiritual dan mengingatkan seseorang untuk kembali kepada Allah. Namun, pikiran negatif yang terus mengganggu juga perlu disikapi melalui introspeksi dan langkah nyata.

2. Berapa kali sebaiknya membaca istighfar setiap hari?

Rasulullah SAW mencontohkan beristighfar lebih dari 70 kali dalam sehari. Dalam riwayat Muslim, beliau bahkan menyebutkan beristighfar sebanyak 100 kali sehari.

3.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Istigfar Hati Gelisah Doa

Komentar Pengguna