Semester 6
Azzahra Esa Nabila

Mengapa Mahasiswa Semester 6 Rentan Mengalami Burnout?

Mengapa Mahasiswa Semester 6 Rentan Mengalami Burnout?

27 Juli 2026 | 16:58

Keboncinta.com-- Semester enam sering disebut sebagai salah satu fase paling padat dalam kehidupan mahasiswa.

Di waktu yang hampir bersamaan, banyak yang mulai disibukkan dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), penyusunan proposal skripsi, berbagai tugas perkuliahan, hingga organisasi atau pekerjaan sampingan.

Dari luar, semua itu tampak seperti proses yang wajar.

Namun, di balik jadwal yang penuh, tidak sedikit mahasiswa yang diam-diam merasa lelah, kehilangan semangat, bahkan mulai mempertanyakan kemampuannya sendiri.

Kondisi inilah yang membuat burnout semakin sering muncul pada mahasiswa semester enam.

Burnout bukan sekadar rasa capai setelah menjalani aktivitas seharian.

Kondisi ini muncul ketika tekanan berlangsung terus-menerus tanpa diimbangi waktu yang cukup untuk memulihkan diri.

Banyak mahasiswa merasa harus mampu menyelesaikan semuanya sekaligus. Mereka ingin mendapat nilai baik, aktif dalam organisasi, sukses menjalani KKN dan PPL, mulai mengerjakan skripsi, sekaligus tetap memenuhi ekspektasi keluarga maupun lingkungan.

Tanpa disadari, standar yang terlalu tinggi membuat mereka terus memaksa diri bekerja meski energi fisik dan mental sudah menurun.

Akibatnya, rasa lelah tidak lagi hilang hanya dengan tidur semalam.

Yang sering tidak disadari, burnout juga memengaruhi cara seseorang memandang aktivitas yang sebelumnya disukai.

Tugas yang dulu terasa menantang berubah menjadi beban.

Bertemu teman terasa melelahkan. Bahkan, hal-hal sederhana seperti membuka laptop atau membaca beberapa halaman referensi bisa terasa sangat berat.

Banyak mahasiswa mengira dirinya malas, padahal yang sedang dialami adalah kelelahan berkepanjangan.

Ironisnya, rasa bersalah karena merasa "tidak produktif" justru membuat mereka bekerja lebih keras tanpa memberi kesempatan tubuh dan pikiran untuk beristirahat.

Siklus ini terus berulang hingga motivasi semakin menurun.

Semester enam memang penuh tantangan, tetapi bukan berarti harus dijalani dengan mengorbankan kesehatan diri.

Tidak semua hal harus selesai dalam satu waktu, dan tidak semua kesempatan harus diambil sekaligus.

Belajar mengatur prioritas, berani mengambil jeda, serta menerima bahwa kemampuan setiap orang memiliki batas adalah bagian dari proses menjadi dewasa.

Menyelesaikan banyak pekerjaan memang membanggakan, tetapi menjaga diri agar tetap sehat jauh lebih penting untuk perjalanan jangka panjang.

Tags:
Burnout Semester 6 Mahasiswa Fakultas Dakwah Komunikasi Islam

Komentar Pengguna