PPL MAHASISWA
Azzahra Esa Nabila

Mengapa Pengalaman Lapangan Menjadi Kunci Tumbuhnya Kepercayaan Diri Mahasiswa

Mengapa Pengalaman Lapangan Menjadi Kunci Tumbuhnya Kepercayaan Diri Mahasiswa

25 Juli 2026 | 23:08

Keboncinta.com-- Ada banyak mahasiswa yang merasa percaya diri saat menjawab soal ujian atau mempresentasikan tugas di depan dosen.

Namun, ketika harus berbicara dengan masyarakat, memimpin sebuah kegiatan, atau mengambil keputusan di lapangan, rasa gugup tiba-tiba muncul.

Tangan berkeringat, suara bergetar, bahkan ada yang memilih diam karena takut melakukan kesalahan.

Pengalaman seperti ini sangat umum terjadi, terutama ketika mahasiswa pertama kali mengikuti KKN, PPL, atau kegiatan pengabdian lainnya.

Menariknya, justru dari situasi yang membuat tidak nyaman inilah kepercayaan diri mulai terbentuk.

Selama berada di bangku kuliah, mahasiswa lebih sering belajar dalam lingkungan yang relatif aman.

Kesalahan dapat diperbaiki melalui revisi tugas, diskusi bersama teman, atau arahan dari dosen.

Berbeda dengan pengalaman di lapangan yang menuntut mahasiswa menghadapi kondisi nyata.

Tidak semua rencana berjalan sesuai harapan, tidak semua orang memiliki pendapat yang sama, dan tidak semua masalah memiliki solusi instan.

Mahasiswa dipaksa keluar dari zona nyaman untuk berkomunikasi, beradaptasi, dan mengambil keputusan.

Awalnya memang terasa sulit, tetapi setiap tantangan yang berhasil dilewati perlahan membangun keyakinan bahwa mereka mampu menghadapi situasi yang lebih besar.

Kepercayaan diri ternyata bukan lahir karena seseorang tidak pernah gagal.

Sebaliknya, rasa percaya diri tumbuh setelah seseorang menyadari bahwa ia mampu bangkit dari kegagalan.

Seorang mahasiswa yang pernah salah menyampaikan materi akan belajar memperbaiki cara berbicara.

Mahasiswa yang sempat kesulitan mengatur tim akan memahami pentingnya komunikasi dan pembagian tugas.

Mereka yang awalnya canggung berinteraksi dengan masyarakat perlahan menjadi lebih luwes setelah sering berdialog dan mendengarkan berbagai sudut pandang.

Semua proses tersebut membentuk keberanian yang tidak bisa diperoleh hanya dengan membaca buku atau mengikuti perkuliahan.

Pengalaman nyata memberikan pelajaran yang jauh lebih membekas karena melibatkan emosi, tantangan, dan proses adaptasi.

Tags:
Pelajaran Hidup PPL SEMESTER 7 Mahasiswa Fakultas Dakwah Komunikasi Islam

Komentar Pengguna