Dalam perkembangannya, bacaan Allahul Kafi semakin dikenal luas melalui tradisi majelis zikir dan pendidikan Islam di Indonesia. Popularitasnya juga meningkat ketika masyarakat mencari penguatan spiritual selama pandemi Covid-19.
Penting dipahami bahwa Allahul Kafi bukan sholawat dalam pengertian bacaan yang secara khusus berisi permohonan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW. Rangkaian ini lebih menonjolkan pujian kepada Allah, pengakuan atas kecukupan-Nya, dan permohonan pertolongan.
Berikut salah satu versi bacaan Allahul Kafi yang dikenal luas di masyarakat.
Arab:
اَللهُ الْكَافِى رَبُنَا الْكَافِى قَصَدْنَا الْكَافِى وَجَدْنَا الْكَافِى لِكُلِ كَافٍ كَفَانَا الْكَافِى وَنِعْمَ الْكَافِى اَلحَمْدُ لِلهِ حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ وَكَفَى اللهُ المُؤمِنِيْنَ القِتَالَ اٰمِيْن اٰمِيْن اٰمِيْن يَا اللّٰه رَبَّ العَالَمِيْنَ
Latin:
Allahul kaafii, Rabbunal kaafi
Qashadnal kaafi, Wajadnal kaafi
Likullin kaafi, kafaanal kaafi
Wa ni'mal kaafi, Alhamdulillah
Hasbunallah wa ni'mal wakiil
Ni'mal maula wa ni'man nashiir
Wa kafallahul mukminiinal qitaal
Aamiin, aamiin, aamiin
Yaa Rabbal 'aalamiin.
Artinya:
Allah Yang Maha Mencukupi, Tuhan kami Yang Maha Mencukupi. Kami menuju kepada Yang Maha Mencukupi dan menemukan Yang Maha Mencukupi. Untuk segala sesuatu, Allah-lah Yang Maha Mencukupi. Allah mencukupi kebutuhan kami dan Dia sebaik-baik Zat Yang Mencukupi. Segala puji bagi Allah. Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Dia sebaik-baik pelindung. Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Allah telah mencukupkan orang-orang mukmin dalam peperangan. Amin, amin, amin, wahai Tuhan semesta alam.
Setiap bagian dalam rangkaian Allahul Kafi mengandung pesan tentang tauhid dan tawakal.
Kalimat Allahul Kafi, Rabbunal Kafi berarti Allah adalah Zat Yang Maha Mencukupi. Seorang Muslim diajak memahami bahwa segala kebutuhan dan pertolongan pada akhirnya berada dalam kekuasaan Allah SWT.
Sementara itu, Qashadnal Kafi mengandung pesan bahwa tujuan dan harapan seorang hamba hendaknya diarahkan kepada Allah. Adapun Wajadnal Kafi menggambarkan keyakinan bahwa Allah merupakan tempat bergantung yang tidak pernah kehilangan kekuasaan-Nya.
Bagian Hasbunallah wa ni'mal wakil memiliki landasan dalam QS. Ali Imran ayat 173. Kalimat tersebut menunjukkan sikap tawakal orang beriman ketika menghadapi ancaman dan kesulitan.
Adapun kalimat Wa kafallahul mukminiinal qitaal berkaitan dengan keterangan dalam QS. Al-Ahzab ayat 25 tentang pertolongan Allah kepada kaum mukmin dalam peperangan.
Secara keseluruhan, bacaan Allahul Kafi mengajarkan bahwa manusia perlu berusaha, berdoa, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.
Baca Juga: Sholawat Kamilah (Nariyah): Bacaan, Arti, dan Khasiatnya dalam Kehidupan
1. Apakah Allahul Kafi termasuk sholawat?
Allahul Kafi lebih tepat disebut sebagai wirid atau zikir karena kandungannya berupa pujian dan permohonan kepada Allah. Namun, masyarakat sering menyebutnya sholawat karena biasa dilantunkan bersama pujian kepada Nabi Muhammad SAW.
2. Apa keutamaan membaca Allahul Kafi?
Bacaan ini dapat menjadi sarana berzikir, memohon perlindungan, menguatkan tawakal, dan mendekatkan diri kepada Allah. Keutamaan khusus seperti terhindar dari wabah atau pasti terkabulnya hajat tidak boleh dianggap sebagai jaminan tanpa dalil yang dapat dipertanggungjawabkan.
3.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir