Parenting
Rahman Abdullah

Mengenal Disleksia pada Anak, Kenali Tanda-Tandanya dan Cara Mendukung Proses Belajarnya

Mengenal Disleksia pada Anak, Kenali Tanda-Tandanya dan Cara Mendukung Proses Belajarnya

03 November 2026 | 13:17

KebonCinta.com-- Anak yang kesulitan membaca atau sering keliru menuliskan kata belum tentu malas belajar. Dalam beberapa kasus, kesulitan tersebut bisa berkaitan dengan disleksia, yaitu gangguan belajar spesifik yang memengaruhi kemampuan membaca dan mengeja.

Disleksia sering kali baru disadari ketika anak mulai menghadapi tuntutan membaca yang lebih tinggi di sekolah. Padahal, mengenali tanda-tandanya sejak dini dapat membantu orang tua dan guru memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Penting untuk dipahami bahwa disleksia bukan tanda kurang cerdas. Anak dengan kondisi ini tetap dapat belajar, mengembangkan bakat, dan meraih prestasi apabila mendapatkan pendekatan yang tepat.

Baca Juga: 5 Cara Mengajarkan Kejujuran pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Perlu Jadi Teladan 

Apa Itu Disleksia?

Disleksia adalah gangguan belajar spesifik yang terutama memengaruhi kemampuan mengenali kata, membaca secara akurat atau lancar, serta mengeja. Anak dengan disleksia dapat mengalami kesulitan menghubungkan huruf dengan bunyi bahasa sehingga proses membaca terasa lebih menantang.

Kondisi ini bukan disebabkan oleh kurangnya usaha, pola asuh yang buruk, atau rendahnya kecerdasan. Disleksia juga bukan masalah penglihatan semata, meskipun anak terkadang tampak membolak-balik huruf atau keliru membaca kata.

Setiap anak bisa menunjukkan karakteristik yang berbeda. Ada yang mengalami kesulitan mengeja, ada yang membutuhkan waktu lebih lama untuk membaca, dan ada pula yang kesulitan memahami kata tertulis karena energi mereka banyak tercurah untuk mengenali kata-kata tersebut.

Tanda-Tanda Disleksia yang Perlu Dikenali

Gejala disleksia tidak selalu sama pada setiap anak. Namun, ada sejumlah tanda yang patut diperhatikan, terutama jika kesulitan berlangsung terus-menerus meskipun anak sudah mendapatkan kesempatan belajar yang cukup.

1. Membaca lebih lambat daripada yang diharapkan

Anak mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk membaca kalimat sederhana. Ia juga dapat sering berhenti, mengulang kata, atau kehilangan kelancaran ketika membaca teks.

2. Kesulitan mengeja dan mengenali kata

Anak bisa sering salah mengeja, sulit mengingat bentuk kata, atau mengalami kesulitan menghubungkan huruf dengan bunyinya. Kesalahan tersebut dapat muncul berulang kali meskipun kata yang dipelajari sudah cukup sering dijumpai.

Baca Juga: Sering Sulit Fokus dan Mudah Lupa? 3 Makanan Ini Bisa Mendukung Kesehatan Otak, Yuk Disimak 

3. Kesulitan membedakan bunyi dalam kata

Sebagian anak mengalami kesulitan mengenali bagian-bagian bunyi dalam kata, misalnya memisahkan bunyi awal atau menggabungkan bunyi menjadi sebuah kata. Kemampuan ini berperan penting dalam proses belajar membaca.

4. Menghindari kegiatan membaca dan menulis

Anak yang terus-menerus kesulitan membaca mungkin merasa frustrasi, malu, atau takut melakukan kesalahan di depan teman-temannya. Akibatnya, ia bisa terlihat enggan membaca atau mengerjakan tugas yang melibatkan banyak tulisan.

Sikap tersebut tidak otomatis berarti anak mengalami disleksia. Namun, jika muncul bersama kesulitan membaca dan mengeja yang menetap, orang tua sebaiknya memperhatikannya lebih lanjut.

Apa Penyebab Disleksia?

Disleksia berkaitan dengan cara otak memproses bahasa tertulis dan bunyi bahasa. Faktor genetik juga berperan, sehingga kondisi ini dapat ditemukan pada beberapa anggota dalam satu keluarga.

Meski demikian, penyebab dan karakteristik disleksia tidak selalu sama pada setiap orang. Kesulitan membaca juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kesempatan belajar, masalah bahasa, gangguan perhatian, atau kondisi perkembangan tertentu.

Karena itu, orang tua tidak sebaiknya menyimpulkan bahwa anak mengalami disleksia hanya berdasarkan satu atau dua tanda.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
disleksia gejala disleksia gangguan belajar

Komentar Pengguna