Fenomena kehidupan
Azzahra Esa Nabila

Menghadapi Perbedaan Etos Kerja dalam Kelompok Tanpa Merusak Kekompakan

Menghadapi Perbedaan Etos Kerja dalam Kelompok Tanpa Merusak Kekompakan

18 Juli 2026 | 18:30

Keboncinta.com-- Hampir setiap orang yang pernah bekerja dalam kelompok pasti pernah mengalami situasi seperti ini. 

Ada anggota yang selalu hadir lebih awal, menyelesaikan tugas sebelum tenggat, dan aktif menawarkan bantuan.

Di sisi lain, ada yang baru bergerak ketika diingatkan, sering terlambat, atau baru mengerjakan tugas menjelang batas waktu.

Perbedaan etos kerja seperti ini sering menjadi sumber kekesalan, terutama saat menjalani KKN, organisasi, atau tugas kuliah yang menuntut kerja sama intensif.

 Tidak jarang, hubungan yang awalnya akrab berubah menjadi canggung hanya karena cara setiap orang memandang tanggung jawab ternyata berbeda.

Banyak yang mengira penyebabnya adalah rasa malas.

Padahal, kenyataannya tidak selalu sesederhana itu. Setiap orang tumbuh dengan kebiasaan dan pengalaman yang berbeda.

Ada yang terbiasa merencanakan segala sesuatu sejak jauh hari, sementara yang lain merasa lebih nyaman bekerja di bawah tekanan waktu.

Ada yang menganggap komunikasi harus dilakukan setiap saat, sedangkan sebagian lainnya merasa cukup jika hasil pekerjaan selesai tepat waktu.

Perbedaan inilah yang sering memunculkan salah paham. Ketika ekspektasi tidak pernah dibicarakan sejak awal, masing-masing anggota mulai menilai berdasarkan sudut pandangnya sendiri.

Akibatnya, rasa kecewa perlahan berubah menjadi konflik yang sebenarnya bisa dicegah.
Dan kelompok yang solid bukanlah kelompok yang seluruh anggotanya memiliki etos kerja yang sama.

Justru kekuatan sebuah tim terletak pada kemampuannya mengelola perbedaan.

 Kuncinya adalah komunikasi yang jujur dan pembagian tugas yang realistis.

Jika ada anggota yang lebih cepat bekerja, bukan berarti ia harus memikul semua tanggung jawab.

Sebaliknya, anggota yang membutuhkan waktu lebih lama juga perlu menunjukkan komitmen dan bertanggung jawab terhadap tugasnya.

Evaluasi rutin, saling mengingatkan dengan cara yang baik, serta kesediaan memahami kondisi masing-masing akan membuat kelompok lebih mudah menemukan ritme kerja yang nyaman.

 Yang paling penting, kritik sebaiknya diarahkan pada perilaku atau pekerjaan, bukan menyerang karakter seseorang.

Tags:
Kinerja terbaik Keterampilan Komunikasi Mahasiswa Fakultas Dakwah Komunikasi Islam

Komentar Pengguna