Mengobati Rindu kepada yang Telah Tiada dengan Doa

Mengobati Rindu kepada yang Telah Tiada dengan Doa

28 Februari 2026 | 22:31

Keboncinta.com-- Rindu adalah perasaan yang manusiawi. Ia hadir tanpa diundang, mengetuk hati secara tiba-tiba, dan sering kali terasa lebih dalam ketika yang kita rindukan telah tiada. Tidak ada lagi suara yang bisa kita dengar, tidak ada lagi senyum yang bisa kita lihat, dan tidak ada lagi pertemuan yang bisa direncanakan. Namun, bukan berarti hubungan itu benar-benar terputus.

Ketika kita merindukan seseorang yang telah meninggal dunia, salah satu hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mendoakannya. Doa menjadi jembatan yang menghubungkan yang masih hidup dengan yang telah berpulang. Meski raga telah terpisah, doa tetap sampai sebagai bentuk kasih sayang yang tidak pernah berhenti.

Dalam ajaran Islam, mendoakan orang yang telah meninggal merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, termasuk dalam Surah Al-Hasyr ayat 10, Allah mengajarkan agar kita mendoakan saudara-saudara kita yang telah lebih dahulu beriman. Artinya, doa bukan hanya ungkapan rindu, tetapi juga wujud kepedulian dan cinta yang tulus.

Rasa rindu memang tidak bisa dihilangkan begitu saja. Ada kalanya kenangan datang membawa air mata. Namun, daripada larut dalam kesedihan yang berlarut-larut, kita bisa mengubah rindu itu menjadi energi kebaikan. Setiap kali teringat, ucapkan doa. Setiap kali hati terasa sesak, panjatkan harapan terbaik kepada Allah agar orang yang kita rindukan diberi kelapangan kubur, diampuni dosanya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.

Selain mendoakan, kita juga bisa melanjutkan amal kebaikan atas namanya. Bersedekah, membantu orang lain, atau melakukan kebaikan dengan niat menghadiahkan pahala untuknya adalah bentuk cinta yang tidak pernah berhenti. Dengan begitu, rindu tidak hanya menjadi perasaan, tetapi juga berubah menjadi amal.

Merindukan seseorang yang telah tiada mengajarkan kita tentang arti kehilangan, kesabaran, dan keikhlasan. Ia mengingatkan bahwa kehidupan di dunia ini sementara. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Maka, selama masih ada waktu bersama orang-orang yang kita cintai, hargailah setiap momen.

Dan ketika rindu itu datang kembali, jangan merasa lemah. Angkat tangan, sebut namanya dalam doa, dan percayalah bahwa Allah Maha Mendengar. Rindu yang disertai doa bukan hanya menenangkan hati kita, tetapi juga menjadi cahaya bagi mereka yang telah mendahului kita.

Karena sejatinya, cinta yang tulus tidak akan pernah terputus ia hanya berubah bentuk, dari tatap menjadi doa.

Tags:
Rindu dalam Doa Doa unruk yang telah tiada Pengingat diri

Komentar Pengguna