KebonCinta.com — Menteri Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat, mengajak pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat melakukan perubahan nyata untuk memperbaiki kondisi lingkungan melalui gerakan yang disebut tobat ekologis.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan diskusi bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, upaya pemulihan lingkungan tidak dapat berhenti pada kampanye atau ungkapan kepedulian semata. Perubahan perlu diwujudkan melalui kebijakan, kegiatan usaha, dan perilaku masyarakat sehari-hari.
APA YANG DIMAKSUD TOBAT EKOLOGIS?
Tobat ekologis merupakan pendekatan untuk membangun kesadaran serta tanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan. Pendekatan ini mengajak setiap pihak mengakui dampak kegiatan manusia terhadap alam dan melakukan langkah perbaikan.
Menteri Lingkungan Hidup menilai kerusakan ekosistem memiliki hubungan langsung dengan kualitas hidup masyarakat. Pencemaran air, pencemaran udara, hingga persoalan sampah dapat memengaruhi kesehatan dan kegiatan ekonomi warga.
Karena itu, pemulihan lingkungan membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya tugas satu kementerian atau pemerintah daerah.
TIGA LANGKAH UTAMA TOBAT EKOLOGIS
Dalam penjelasannya, Jumhur Hidayat menyampaikan tiga langkah utama yang perlu dilakukan dalam gerakan tobat ekologis.
Langkah pertama adalah mengakui kesalahan atau dampak negatif yang telah ditimbulkan terhadap lingkungan. Pengakuan tersebut menjadi dasar untuk mengetahui persoalan yang perlu diperbaiki.
Langkah kedua adalah menghentikan kebiasaan maupun kegiatan yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Hal ini berkaitan dengan perubahan perilaku individu serta perbaikan kegiatan usaha dan kebijakan pemerintah.
Langkah ketiga adalah memulihkan lingkungan yang telah terdampak. Bentuknya dapat berupa perbaikan pengelolaan sampah, pengendalian pencemaran, perlindungan ekosistem, dan kegiatan pemulihan sesuai kebutuhan wilayah.
PEMERINTAH DIMINTA MEMPERKUAT PENGAWASAN
Menteri Lingkungan Hidup menegaskan bahwa pemerintah juga harus melakukan evaluasi terhadap kebijakan dan pelaksanaan pengawasan lingkungan.
Persetujuan lingkungan tidak boleh dipandang hanya sebagai kelengkapan administrasi. Komitmen pengelolaan dan pemantauan lingkungan perlu dijalankan serta diperiksa kepatuhannya.
Pengaduan masyarakat mengenai persoalan lingkungan juga harus mendapatkan perhatian. Penegakan hukum terhadap pelanggaran menjadi bagian penting agar kerusakan tidak terus berulang.
DUNIA USAHA MEMILIKI TANGGUNG JAWAB
Bagi pelaku usaha, tobat ekologis berarti memasukkan pengelolaan dampak lingkungan ke dalam kegiatan operasional perusahaan.
Langkah tersebut meliputi pengelolaan limbah, pengendalian emisi, penggunaan sumber daya secara efisien, serta pemulihan kerusakan yang ditimbulkan oleh kegiatan usaha.
Tanggung jawab lingkungan tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial. Perusahaan perlu menunjukkan hasil pengelolaan yang dapat diperiksa dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
LANGKAH SEDERHANA YANG BISA DILAKUKAN MASYARAKAT
Masyarakat dapat ikut berkontribusi dengan mengurangi penggunaan barang sekali pakai, melakukan pemilahan sampah, menghemat air, serta menghindari kebiasaan membakar sampah.
Namun, pemerintah juga perlu memastikan tersedianya fasilitas pengangkutan dan pengolahan sampah agar perubahan kebiasaan warga dapat dilaksanakan dengan baik.
Tanpa fasilitas yang mendukung, imbauan kepada masyarakat dikhawatirkan tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan lingkungan.
MUHAMMADIYAH DORONG PEMBANGUNAN TANPA MERUSAK
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyambut gagasan kerja sama pemulihan lingkungan dengan Kementerian Lingkungan Hidup.
Dalam pertemuan tersebut, Haedar menekankan pentingnya pendekatan pembangunan yang tetap memperhatikan kelestarian alam. Muhammadiyah juga memiliki berbagai kegiatan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan program wakaf hutan.
Kerja sama pemerintah dengan organisasi masyarakat diharapkan memperluas kesadaran lingkungan hingga tingkat komunitas.
Gerakan tobat ekologis menjadi ajakan untuk menerapkan tanggung jawab lingkungan secara bersama-sama. Keberhasilannya tetap perlu dilihat dari hasil nyata, seperti berkurangnya pencemaran, membaiknya pengelolaan sampah, dan pulihnya ekosistem yang rusak.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir