Menunggu yang Lebih Berarti di Bulan Ramadan

Menunggu yang Lebih Berarti di Bulan Ramadan

27 Februari 2026 | 22:32

Keboncinta.com-- Menunggu itu memang melelahkan dan sering kali mengkhawatirkan. Apalagi jika yang ditunggu adalah sesuatu yang sangat diharapkan. Bunyi notifikasi ponsel “tintong” saja bisa membuat jantung berdegup lebih cepat. Siapa tahu ada kabar baik, siapa tahu ada yang cair, siapa tahu ada rezeki yang datang hari ini.

Rasa deg-degan itu manusiawi. Kita hidup di zaman yang serba cepat, di mana segala sesuatu terasa harus segera datang dan segera selesai. Tidak heran jika menunggu terasa berat. Setiap notifikasi seakan membawa harapan, sekaligus kecemasan.

Namun di bulan Ramadan, ada satu momen menunggu yang justru terasa berbeda. Menunggu waktu berbuka puasa.

Menjelang magrib, suasana hati berubah. Lapar dan haus yang sejak pagi ditahan perlahan terasa akan segera terbayar. Kita melihat jam lebih sering dari biasanya. Kita menyiapkan hidangan sederhana dengan penuh rasa syukur. Lalu ketika azan berkumandang, ada kelegaan yang tidak bisa digantikan oleh notifikasi apa pun di dunia ini.

Karena yang ditunggu bukan sekadar waktu makan dan minum. Yang ditunggu adalah pahala dari kesabaran menahan diri. Yang dinanti adalah ampunan atas dosa-dosa yang lalu. Yang diharapkan adalah keberkahan yang Allah janjikan di bulan suci ini.

Ramadan mengajarkan makna sabar yang sesungguhnya. Sabar bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan emosi, menjaga lisan, dan mengendalikan keinginan. Sabar juga berarti mampu menempatkan prioritas: mana yang bernilai dunia, dan mana yang bernilai akhirat.

Jangan sampai kita begitu sabar menunggu notifikasi dunia—menunggu transferan, menunggu pesan masuk, menunggu kabar yang belum tentu membawa kebaikan—namun justru lalai dalam memanfaatkan Ramadan. Jangan sampai bulan suci yang hanya datang setahun sekali ini berlalu begitu saja tanpa peningkatan ibadah, tanpa perbaikan diri, tanpa perubahan sikap.

Ramadan adalah kesempatan emas. Setiap detiknya bernilai pahala. Setiap kebaikan yang dilakukan dilipatgandakan.

Tags:
Refleksi Diri Menunggu Berkah Pahala Jariyah Renungan Ramadan

Komentar Pengguna