Pendidikan
M. Panji Maulana

Metode Tutor Sebaya di Kelas: Cara Membantu Siswa yang Tertinggal Pelajaran

Metode Tutor Sebaya di Kelas: Cara Membantu Siswa yang Tertinggal Pelajaran

29 Oktober 2026 | 11:54

Bentuk Pasangan atau Kelompok Kecil

Tutor sebaya dapat dilaksanakan melalui pasangan siswa atau kelompok kecil yang disusun berdasarkan tujuan pembelajaran.

Dalam kegiatan sederhana, satu tutor dapat mendampingi satu siswa yang membutuhkan bantuan.

Apabila kegiatan dilaksanakan dalam kelompok kecil, guru dapat menyesuaikan jumlah anggota dengan tingkat kesulitan materi dan kondisi kelas.

Pemilihan pasangan tidak perlu bersifat permanen. Guru dapat mengubah komposisi setelah mengevaluasi hasil belajar.

Tujuannya agar setiap siswa memperoleh kesempatan berinteraksi, mengembangkan kemampuan, dan tidak terjebak dalam posisi yang sama sepanjang waktu.

6. Dampingi Proses Tutor Sebaya

Ketika kegiatan berlangsung, guru tetap harus berkeliling dan memantau interaksi siswa.

Perhatikan apakah tutor menjelaskan konsep dengan benar, apakah peserta bimbingan benar-benar mencoba mengerjakan, serta apakah seluruh anggota kelompok mempunyai kesempatan berpartisipasi.

Jika tutor memberikan penjelasan yang keliru, guru perlu segera memberikan klarifikasi.

Apabila terdapat siswa yang hanya menyalin jawaban, guru dapat mengingatkan agar ia menjelaskan langkah penyelesaiannya secara mandiri.

Pengawasan tersebut membantu memastikan tutor sebaya benar-benar menjadi kegiatan pembelajaran, bukan sekadar aktivitas menyelesaikan tugas bersama.

7. Evaluasi Hasil Belajar Secara Individual

Setelah kegiatan tutor sebaya selesai, guru perlu mengetahui apakah siswa sudah memahami materi.

Salah satu caranya adalah memberikan dua atau tiga soal singkat yang harus dikerjakan secara mandiri.

Guru kemudian membandingkan hasil tersebut dengan kemampuan awal siswa.

Apabila masih ditemukan kesulitan, guru dapat memberikan pendampingan tambahan atau menyesuaikan strategi pembelajaran berikutnya.

Evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap peserta bimbingan, tetapi juga terhadap tutor dan proses interaksi selama kegiatan.

Dengan demikian, guru dapat memperbaiki pelaksanaan tutor sebaya pada pertemuan selanjutnya.

Contoh Penerapan Tutor Sebaya Selama 30 Menit

Berikut contoh skenario kegiatan tutor sebaya pada pelajaran Matematika SMP kelas VII, dengan materi operasi bilangan bulat.

Tujuan pembelajaran: Siswa mampu menyelesaikan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat serta menjelaskan langkah penyelesaiannya.

Menit 1–5: Pembukaan dan penjelasan tujuan

Guru mengingatkan kembali konsep bilangan positif dan negatif melalui beberapa contoh sederhana.

Kemudian, guru menjelaskan bahwa siswa akan berlatih bersama teman dengan cara saling membimbing.

Menit 6–10: Pembentukan pasangan dan arahan kegiatan

Guru membagikan pasangan belajar berdasarkan pemetaan kemampuan yang telah dilakukan sebelumnya.

Setiap tutor memperoleh lembar panduan berisi contoh soal, petunjuk penjelasan, dan pertanyaan yang dapat digunakan ketika mendampingi temannya.

Menit 11–22: Kegiatan tutor sebaya

Tutor memperlihatkan contoh penyelesaian soal:

-8 + 5 = -3

Selanjutnya, peserta bimbingan mencoba menyelesaikan soal lain, misalnya:

-6 + 9 = ...

Tutor tidak langsung menyebutkan jawaban, tetapi mengajukan pertanyaan seperti:

"Bilangan mana yang mempunyai nilai mutlak lebih besar?"

"Kalau bergerak enam langkah ke kiri, kemudian sembilan langkah ke kanan pada garis bilangan, kita berhenti di angka berapa?"

Setelah siswa menjawab, tutor meminta penjelasan mengenai cara memperoleh hasil tersebut.

Menit 23–27: Latihan mandiri

Setiap siswa mengerjakan dua soal baru tanpa bantuan tutor.

Guru menggunakan hasil tersebut untuk mengetahui perkembangan pemahaman individual.

Menit 28–30: Refleksi dan penutup

Guru mengajak siswa menyampaikan pengalaman belajar, kesulitan yang masih ditemukan, dan hal yang membantu mereka memahami materi.

Skenario ini merupakan contoh rancangan praktis yang dapat disesuaikan dengan alokasi waktu serta kondisi sekolah, bukan prosedur baku yang wajib diterapkan.

Contoh Tutor Sebaya pada Mata Pelajaran Lain

Metode tutor sebaya tidak terbatas pada Matematika.

Bahasa Indonesia

Dalam pembelajaran membaca pemahaman, tutor membantu temannya menemukan gagasan utama dan informasi penting dari sebuah paragraf.

Tutor dapat meminta temannya membaca teks pendek, kemudian menceritakan kembali isi bacaan menggunakan kalimat sendiri.

Bahasa Arab

Dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab, siswa yang sudah menguasai sejumlah mufradat dapat membantu temannya melatih pengucapan, mengenali makna, serta menggunakan kosakata tersebut dalam kalimat sederhana.

Guru tetap memeriksa ketepatan pelafalan dan penggunaan struktur bahasa.

IPA

Pada materi klasifikasi makhluk hidup, tutor dapat membantu temannya mengidentifikasi ciri-ciri organisme berdasarkan tabel pengamatan yang telah disediakan guru.

Bahasa Inggris

Tutor dan peserta bimbingan dapat bergantian mempraktikkan dialog sederhana, memperbaiki pengucapan, dan memberikan umpan balik berdasarkan contoh yang telah diajarkan guru.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa tutor sebaya dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran sepanjang tujuan dan aktivitas belajarnya dirancang dengan jelas.

Contoh Format Evaluasi Metode Tutor Sebaya

Guru dapat menggunakan format sederhana berikut untuk memantau pelaksanaan tutor sebaya.

LEMBAR PEMANTAUAN TUTOR SEBAYA

Nama Sekolah: ..........................................

Mata Pelajaran: ..........................................

Kelas: ..........................................

Materi: ..........................................

Tanggal: ..........................................

Nama Tutor: ..........................................

Nama Peserta Bimbingan: ..........................................

A. Kemampuan Awal

Materi yang sudah dikuasai:

..........................................

Materi yang masih memerlukan bantuan:

..........................................

Hasil asesmen awal:

..........................................

B. Proses Pendampingan

Tutor menjelaskan materi dengan jelas: Ya / Perlu Bimbingan

Tutor memberikan kesempatan bertanya: Ya / Perlu Bimbingan

Peserta bimbingan aktif mencoba: Ya / Perlu Bimbingan

Guru memberikan arahan saat diperlukan: Ya / Tidak

C. Hasil Evaluasi

Hasil latihan mandiri setelah pendampingan:

..........................................

Peningkatan pemahaman yang terlihat:

..........................................

Kesulitan yang masih ditemukan:

..........................................

D. Tindak Lanjut Guru

..........................................

Format tersebut merupakan contoh instrumen sederhana untuk kebutuhan pembelajaran, bukan format resmi yang diwajibkan oleh Kemendikdasmen.

Hasil pemantauan sebaiknya digunakan untuk memperbaiki pembelajaran dan disimpan dengan memperhatikan kerahasiaan informasi siswa.

Kesalahan yang Perlu Dihindari dalam Metode Tutor Sebaya

Meskipun mempunyai banyak manfaat, tutor sebaya dapat menjadi kurang efektif apabila tidak direncanakan dengan baik.

Kesalahan pertama adalah menyerahkan seluruh proses pembelajaran kepada siswa yang menjadi tutor.

Tutor hanya membantu kegiatan belajar. Guru tetap bertanggung jawab terhadap penjelasan materi, pemantauan proses, dan penilaian.

Kesalahan kedua adalah memilih tutor hanya berdasarkan peringkat akademik tanpa mempertimbangkan kemampuannya membimbing teman.

Kesalahan ketiga adalah membiarkan tutor memberikan jawaban langsung sehingga peserta bimbingan tidak berlatih berpikir secara mandiri.

Kesalahan keempat adalah menetapkan pasangan secara permanen berdasarkan label siswa pintar dan siswa lemah.

Pengelompokan yang kaku berisiko menurunkan rasa percaya diri serta membatasi kesempatan siswa untuk menunjukkan perkembangan kemampuannya.

Kesalahan kelima adalah tidak melakukan evaluasi individual. Apabila guru hanya menilai hasil kelompok, sulit diketahui apakah setiap siswa benar-benar memahami materi.

Guru juga perlu menghindari pemberian tanggung jawab berlebihan kepada tutor. Siswa yang membantu teman tetap membutuhkan kesempatan mempelajari materi baru dan mengembangkan kemampuan dirinya.

Baca Juga: Kelemahan Belajar Kelompok dan Cara Mengatasinya

Kapan Metode Tutor Sebaya Sebaiknya Digunakan?

Tutor sebaya dapat dipertimbangkan ketika guru menemukan adanya perbedaan penguasaan materi setelah pembelajaran berlangsung.

Metode ini juga sesuai untuk kegiatan penguatan, latihan keterampilan dasar, peninjauan materi sebelum asesmen, atau pendampingan tambahan bagi siswa yang membutuhkan waktu belajar lebih panjang.

Namun, tutor sebaya bukan satu-satunya solusi untuk mengatasi kesenjangan pembelajaran.

Apabila seorang siswa mengalami kesulitan yang memerlukan penjelasan lebih mendalam, guru perlu memberikan pengajaran langsung atau bentuk dukungan lain yang sesuai.

Begitu pula apabila terdapat kebutuhan pendidikan khusus, pendekatan tutor sebaya perlu disesuaikan dengan kebutuhan individual siswa dan dukungan profesional yang tersedia.

Penelitian yang dirangkum EEF menunjukkan bahwa kualitas interaksi, pelatihan tutor, struktur kegiatan, dan pemantauan merupakan faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan.

Oleh karena itu, guru sebaiknya menerapkan tutor sebaya secara terencana dan melakukan penyesuaian berdasarkan hasil evaluasi, bukan sekadar membagi siswa ke dalam kelompok lalu membiarkan mereka belajar sendiri.

Pembelajaran yang baik memberikan kesempatan bagi setiap siswa untuk berkembang sesuai kebutuhannya. Siswa yang lebih cepat memahami materi tidak hanya didorong untuk menyelesaikan tugasnya sendiri, tetapi juga dapat belajar menjelaskan, mendengarkan, dan membantu orang lain.

Sementara itu, siswa yang memerlukan pendampingan mendapat kesempatan memahami materi melalui interaksi yang lebih dekat dan latihan yang sesuai.

Dengan perencanaan yang matang, pembekalan tutor, serta pendampingan guru yang konsisten, metode tutor sebaya dapat menjadi salah satu strategi pembelajaran yang membantu membangun kelas inklusif, kolaboratif, dan saling mendukung.

Referensi

  1. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. (31 Desember 2024). Tutor Sebaya. Video Inspirasi, Platform Guru. https://guru.kemendikdasmen.go.id/video-inspirasi/playlists/video?id=104&video=oVgfWfSdpXU
  2. Education Endowment Foundation. (2025). Peer Tutoring. Teaching and Learning Toolkit, diperbarui Mei 2025. https://educationendowmentfoundation.org.uk/education-evidence/teaching-learning-toolkit/peer-tutoring/
  3. Institute of Education Sciences, U.S.
LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 3
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
metode tutor sebaya peer tutoring Pembelajaran Berdiferensiasi Strategi Pembelajaran Belajar Kelompok pendampingan siswa

Komentar Pengguna