Keboncinta.com-- Di masyarakat, beredar anggapan bahwa minum sambil berdiri dapat merusak “katup lambung” atau bahkan membahayakan ginjal. Klaim ini sering disampaikan sebagai larangan mutlak tanpa penjelasan ilmiah yang memadai. Lalu, apakah pernyataan tersebut mitos atau fakta? Mari kita bahas secara jernih dari sudut pandang kesehatan.
Pertama, secara anatomi, lambung manusia tidak memiliki “katup” seperti pintu mekanis yang mudah rusak karena posisi minum. Yang ada adalah sfingter esofagus bawah, otot yang berfungsi mengatur masuknya makanan dan minuman dari kerongkongan ke lambung serta mencegah asam lambung naik. Posisi berdiri saat minum tidak serta-merta merusak struktur ini. Hingga kini, belum ada bukti medis kuat yang menyatakan minum sambil berdiri menyebabkan kerusakan permanen pada lambung.
Namun, posisi tubuh memang memengaruhi kenyamanan dan proses pencernaan. Saat berdiri, cairan masuk ke lambung lebih cepat karena pengaruh gravitasi. Pada sebagian orang—terutama yang sensitif atau memiliki masalah asam lambung—hal ini bisa memicu rasa tidak nyaman, kembung, atau refluks ringan. Jadi, keluhan yang muncul lebih bersifat fungsional, bukan kerusakan organ.
Bagaimana dengan ginjal? Ginjal menyaring darah dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Proses ini tidak dipengaruhi secara langsung oleh posisi saat minum. Air yang diminum—baik sambil duduk maupun berdiri—tetap diserap di usus dan masuk ke aliran darah sebelum diproses ginjal. Tidak ada mekanisme biologis yang menunjukkan minum sambil berdiri merusak ginjal.
Meski demikian, banyak ahli kesehatan menyarankan minum sambil duduk. Alasannya bukan karena posisi berdiri berbahaya, melainkan karena duduk membantu tubuh lebih rileks, menurunkan risiko tersedak, dan memberi waktu bagi sistem pencernaan untuk bekerja lebih optimal. Minum perlahan saat duduk juga membantu kita lebih sadar akan jumlah cairan yang masuk, sehingga mencegah minum berlebihan dalam waktu singkat.
Dalam kondisi tertentu, seperti setelah olahraga atau saat darurat, minum sambil berdiri bukan masalah. Yang lebih penting adalah cukup minum air, memperhatikan sinyal tubuh, dan menghindari kebiasaan meneguk terlalu cepat.
Kesimpulannya, anggapan bahwa minum sambil berdiri merusak katup lambung dan ginjal adalah mitos. Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim kerusakan organ. Namun, minum sambil duduk tetap menjadi kebiasaan yang lebih dianjurkan karena lebih nyaman, aman, dan mendukung pencernaan yang baik. Fokus utama kesehatan bukan pada posisi semata, melainkan pada kecukupan cairan dan cara minum yang bijak.