Pendidikan
Al Fina

Mulai Berlaku 2027, Bahasa Inggris Wajib Diajarkan Sejak Kelas 3 SD

Mulai Berlaku 2027, Bahasa Inggris Wajib Diajarkan Sejak Kelas 3 SD

04 Oktober 2026 | 11:33

KebonCinta.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan kebijakan baru dalam pembelajaran di sekolah dasar. Mulai tahun ajaran 2027/2028, mata pelajaran Bahasa Inggris akan menjadi pelajaran wajib bagi murid kelas 3 SD.

Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) KH Abdul Mu’ti ketika memaparkan arah kebijakan Kemendikdasmen dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

Menurut KH Abdul Mu’ti, penerapan Bahasa Inggris sejak kelas 3 SD merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemampuan bahasa asing peserta didik sejak jenjang pendidikan dasar.

Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Ajak ASN hingga Santri Jadi Agen Perlinsos, Begini Cara Daftarnya 

“Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib yang mulai diajarkan pada tahun akademik 2027/2028, mulai kelas 3 SD,” kata Kiai Mu’ti.

Rencana tersebut akan membawa perubahan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Bahasa Inggris yang sebelumnya belum menjadi mata pelajaran wajib secara nasional pada jenjang tersebut akan mulai diberikan sebagai pelajaran wajib untuk murid kelas 3 SD.

Pemerintah menilai penerapan sejak pendidikan dasar penting agar anak memiliki kesempatan lebih panjang untuk membangun kemampuan berbahasa asing.

Namun, pelaksanaan kebijakan ini tidak hanya bergantung pada perubahan pembelajaran di sekolah. Kesiapan guru menjadi salah satu faktor penting sebelum Bahasa Inggris wajib diterapkan secara luas.

Kemendikdasmen menyiapkan penguatan kompetensi bagi guru agar mereka mampu memberikan pembelajaran Bahasa Inggris tingkat dasar kepada siswa.

Pada tahap awal, pelatihan akan diarahkan kepada guru kelas. Mereka akan mendapatkan pembekalan mengenai kemampuan dan metode pengajaran Bahasa Inggris dasar yang sesuai dengan karakteristik murid SD.

Artinya, sekolah tidak serta-merta diwajibkan mencari guru Bahasa Inggris khusus untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran tersebut.

Pemerintah justru menempatkan peningkatan kompetensi guru yang sudah mengajar sebagai salah satu langkah persiapan penerapan kebijakan.

Dalam penjelasannya, KH Abdul Mu’ti menyebut bahwa pengangkatan guru Bahasa Inggris secara khusus belum menjadi kebijakan utama pemerintah.

Meski demikian, kebutuhan tenaga pendidik Bahasa Inggris tetap dapat dipenuhi melalui formasi CPNS apabila pemerintah membuka formasi untuk bidang tersebut.

Dengan skema tersebut, kebutuhan guru Bahasa Inggris di sekolah dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebijakan formasi aparatur yang tersedia.

Selain persoalan guru, metode pembelajaran juga menjadi perhatian Kemendikdasmen.

KH Abdul Mu’ti menekankan agar Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar disampaikan dengan cara yang komunikatif, menyenangkan, dan mendorong keberanian siswa untuk berbicara.

Pendekatan ini dinilai penting agar anak tidak merasa tertekan ketika belajar bahasa asing.

Kesalahan dalam menggunakan kosakata maupun struktur bahasa dianggap sebagai bagian dari proses belajar. Karena itu, murid perlu diberikan ruang untuk mencoba berkomunikasi tanpa rasa takut.

“Kita ingin membuat anak-anak ini belajar dengan gembira walaupun salah,” ujar Kiai Mu’ti.

Pada tahap pendidikan dasar, pembelajaran Bahasa Inggris tidak semata-mata diarahkan pada ketepatan tata bahasa.

Kemampuan anak untuk berkomunikasi dan berani menggunakan Bahasa Inggris menjadi salah satu fokus utama.

Kemampuan tersebut nantinya dapat berkembang secara bertahap seiring meningkatnya pengalaman belajar dan penguasaan bahasa.

Kebijakan Bahasa Inggris wajib ini menjadi salah satu bagian dari agenda Kemendikdasmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

Selain penguatan bahasa asing, pemerintah juga menjalankan berbagai program lain, seperti pembelajaran mendalam atau deep learning, penguatan pendidikan karakter melalui bimbingan konseling, pengembangan sains dan teknologi, serta pembelajaran coding dan Artificial Intelligence (AI).

Penguasaan bahasa asing juga dipandang semakin penting seiring dengan meningkatnya kebutuhan generasi muda untuk berinteraksi di lingkungan global.

KH Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Perguruan tinggi, misalnya, memiliki peran dalam mendukung peningkatan kompetensi para guru, termasuk membantu mempersiapkan pendidik agar mampu menghadapi perubahan kebutuhan pembelajaran.

Karena itu, keberhasilan penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga kesiapan sekolah, guru, dan ekosistem pendidikan secara keseluruhan.

Dengan persiapan tersebut, Bahasa Inggris diharapkan dapat mulai diajarkan secara wajib kepada murid kelas 3 SD pada tahun ajaran 2027/2028 dengan pendekatan yang lebih komunikatif dan menyenangkan.

Tags:
bahasa inggris kemendikdasmen

Komentar Pengguna