KebonCinta.com - Pernah merasa percakapan dengan seseorang berlangsung canggung meskipun tidak ada perkataan yang menyinggung? Bisa jadi, hal tersebut dipengaruhi oleh bahasa tubuh yang muncul selama interaksi.
Dalam komunikasi sehari-hari, kata-kata bukan satu-satunya cara untuk menyampaikan pesan. Gerakan tangan, ekspresi wajah, posisi tubuh, hingga arah pandangan juga dapat memberikan isyarat mengenai perhatian dan sikap seseorang.
Karena itu, memahami komunikasi nonverbal menjadi salah satu kemampuan yang berguna dalam kehidupan sosial. Bahasa tubuh yang terbuka dan respons yang sesuai dapat membantu menciptakan suasana percakapan lebih nyaman.
Baca Juga: Bukan Soal Pakaian Mahal! 7 Gestur Tubuh Ini Bisa Membuat Kamu Terlihat Lebih Berkelas dan Elegan
Dirangkum dari berbagai sumber, ada tujuh gestur yang bisa kamu perhatikan agar interaksi dengan orang lain terasa lebih hangat dan menyenangkan.
1. Tunjukkan Sikap Terbuka melalui Bahu yang Rileks
Ketika berada di lingkungan baru, sebagian orang tanpa sadar menunjukkan ketegangan melalui posisi bahu yang terangkat atau tubuh yang terlalu kaku.
Padahal, posisi tubuh yang lebih santai dapat membantu seseorang merasa nyaman selama percakapan berlangsung.
Cobalah menjaga bahu tetap rileks dan menghindari posisi tubuh yang terlalu tertutup. Kamu juga bisa menyesuaikan posisi duduk atau berdiri agar tetap nyaman ketika berbicara dengan orang lain.
Gestur ini bukan berarti seseorang harus selalu terlihat santai dalam setiap situasi. Hal terpenting adalah menunjukkan sikap terbuka tanpa memaksakan gerakan tertentu.
2. Gunakan Kontak Mata untuk Menunjukkan Perhatian
Kontak mata dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menunjukkan bahwa kamu benar-benar mengikuti percakapan.
Saat seseorang sedang berbicara, sesekali arahkan pandangan kepadanya sebagai bentuk perhatian. Hindari terlalu sering melihat ke arah lain, terutama ketika lawan bicara sedang menyampaikan sesuatu yang penting.
Namun, setiap orang memiliki tingkat kenyamanan berbeda dalam melakukan kontak mata. Karena itu, tidak perlu memaksakan tatapan terus-menerus.
Tatapan yang natural, disertai respons yang sesuai, sudah cukup untuk menunjukkan bahwa kamu hadir dan menghargai percakapan tersebut.
3. Sesuaikan Postur Tubuh dengan Situasi
Postur tubuh dapat memberikan gambaran mengenai kesiapan seseorang dalam berinteraksi. Duduk atau berdiri dengan posisi nyaman dan tegak dapat membantu komunikasi berlangsung lebih baik.
Ketika mengikuti diskusi, misalnya, kamu bisa sedikit mengarahkan tubuh kepada orang yang sedang berbicara. Gerakan tersebut dapat menjadi isyarat bahwa kamu memperhatikan pembahasan.
Sebaliknya, posisi tubuh yang terus-menerus menjauh atau terlalu sibuk dengan aktivitas lain dapat membuat lawan bicara merasa kurang diperhatikan.
Meski demikian, postur tubuh tetap perlu disesuaikan dengan kenyamanan fisik dan situasi. Tidak ada satu posisi yang wajib digunakan dalam seluruh percakapan.
4. Perhatikan Ekspresi Wajah agar Tidak Menimbulkan Salah Paham
Ekspresi wajah sering kali menjadi bagian pertama yang diperhatikan ketika seseorang berkomunikasi.
Senyuman ringan ketika menyapa, misalnya, dapat menciptakan suasana lebih ramah. Sementara ekspresi serius dapat membantu menunjukkan perhatian ketika sedang membahas persoalan penting.
Orang dengan kemampuan emosional yang baik biasanya berusaha memahami isyarat nonverbal dalam percakapan. Mereka juga memperhatikan bagaimana ekspresi wajahnya dapat diterima oleh orang lain.
Karena itu, cobalah menyelaraskan ekspresi dengan situasi tanpa harus berpura-pura menunjukkan perasaan tertentu.
Senyum tidak harus selalu muncul sepanjang percakapan. Ekspresi yang tulus dan sesuai konteks justru membuat interaksi terasa lebih alami.
5. Jadilah Pendengar Aktif, Bukan Hanya Menunggu Giliran Bicara
Kemampuan mendengarkan merupakan bagian penting dari kecerdasan sosial.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir