KebonCinta.com – Saat mendaftar sekolah, mengurus bantuan pendidikan, atau melengkapi formulir seleksi, siswa dan orang tua sering diminta mengisi NPSN dan NISN. Kedua kode ini sama-sama digunakan dalam pendataan pendidikan nasional, tetapi menunjukkan identitas yang berbeda. Kekeliruan memasukkannya dapat menghambat pemeriksaan data. Karena itu, penting mengetahui fungsi masing-masing dan cara mengeceknya melalui layanan resmi.
NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) merupakan kode identitas unik untuk satuan pendidikan. Setiap satuan pendidikan hanya memiliki satu NPSN sebagai referensi dalam pendataan nasional. Kode ini membantu membedakan sekolah yang namanya mirip, bahkan ketika berada di wilayah yang sama.
Menurut informasi resmi Data Referensi Pendidikan, NPSN terdiri atas delapan karakter, berupa angka atau kombinasi huruf dan angka. Jadi, anggapan bahwa semua NPSN harus berisi delapan angka saja tidak tepat.
NPSN digunakan untuk mengidentifikasi sekolah dalam sistem data pendidikan, pencocokan informasi satuan pendidikan, serta layanan administratif yang memerlukan data sekolah asal.
Baca Juga: VervalSP 2.0.2 Hadirkan Fitur Baru, Begini Ketentuan Cetak Sertifikat NPSN
NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) adalah kode identitas unik untuk peserta didik. Nomor ini terdiri atas sepuluh digit angka dan dirancang berlaku sepanjang masa. Artinya, siswa tidak perlu memperoleh NISN baru setiap naik jenjang atau berpindah sekolah.
NISN berbeda dari nomor induk internal sekolah. Nomor induk sekolah ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan, sedangkan NISN menjadi referensi identitas siswa secara nasional.
Nomor tersebut digunakan untuk pencocokan data peserta didik, administrasi perpindahan sekolah, serta berbagai layanan pendidikan yang mensyaratkannya.
| Aspek | NPSN | NISN |
|---|---|---|
| Pemilik identitas | Sekolah/satuan pendidikan | Siswa/peserta didik |
| Panjang kode | 8 karakter | 10 digit |
| Bentuk | Huruf dan/atau angka | Hanya angka |
| Fungsi utama | Mengenali sekolah | Mengenali siswa |
| Berlaku saat pindah sekolah | Mengacu pada sekolah terkait | Tetap digunakan siswa |
Contohnya, ketika formulir meminta NPSN sekolah asal, masukkan kode sekolah, bukan NISN pribadi. Sebaliknya, pada kolom NISN peserta didik, gunakan nomor milik siswa yang bersangkutan.
Baca Juga: Gagal Login Sulingjar 2026? Periksa NPSN, Token, NIK hingga Tanggal Lahir
NPSN sering diminta ketika siswa mengisi asal sekolah dalam formulir pendaftaran atau saat petugas mencocokkan data satuan pendidikan. Sementara itu, NISN dapat menjadi persyaratan dalam pendaftaran pendidikan lanjutan, verifikasi bantuan pendidikan, atau pengelolaan data siswa.
Sebelum mengirim formulir, simpan kedua nomor pada catatan pribadi yang aman. Cocokkan pula ejaan nama sekolah dan nama siswa dengan dokumen resmi untuk mengurangi risiko kesalahan administrasi.
Pengecekan dapat dilakukan melalui portal Data Referensi Pendidikan milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah:
Perhatikan lokasi sekolah, terutama bila ada beberapa sekolah dengan nama serupa. Jangan hanya mengandalkan nama yang muncul paling atas dalam pencarian.
Untuk mencari identitas peserta didik, gunakan laman resmi NISN:
Gunakan identitas yang benar sesuai dokumen resmi. Demi keamanan, jangan memasukkan nama ibu kandung atau data pribadi lain ke situs yang tidak jelas pengelolanya.
Hasil pencarian kosong tidak otomatis berarti sekolah atau siswa belum memiliki nomor identitas. Penyebabnya dapat berupa salah ketik, perbedaan ejaan nama, data belum mutakhir, atau masalah validasi.
Jika NPSN tidak ditemukan, coba cari memakai nama lengkap sekolah dan pastikan wilayahnya. Apabila masih bermasalah, tanyakan kepada bagian tata usaha atau operator sekolah.
Jika NISN tidak ditemukan, cocokkan kembali nomor, nama, dan identitas lain. Orang tua dapat meminta operator sekolah memeriksa data peserta didik melalui mekanisme verifikasi dan validasi (VervalPD).
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir