KebonCinta.com - Gejala serangan jantung tidak selalu muncul dengan cara yang sama. Ada yang merasakan tekanan kuat di dada, tetapi ada pula yang mengalami sesak napas, mual, atau rasa tidak nyaman yang berkembang perlahan.
Mengenali variasi keluhan tersebut membantu seseorang lebih tanggap mencari pertolongan. Tidak perlu menunggu nyeri menjadi sangat berat atau seluruh tanda muncul bersamaan.
American Heart Association (AHA) menjelaskan bahwa serangan jantung dapat dimulai dengan gejala ringan. Bahkan, sebagian orang mengalami keluhan yang sangat sedikit atau tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami serangan jantung.
Keluhan yang umum adalah rasa tidak nyaman pada bagian tengah dada. Sensasinya dapat berupa tekanan, rasa diremas, penuh, atau nyeri.
Baca Juga: 3 Jenis Teh yang Baik untuk Kesehatan, dari Membantu Tidur hingga Menjaga Jantung
Menurut AHA, keluhan tersebut bisa berlangsung lebih dari beberapa menit atau menghilang lalu muncul kembali. Karena itu, nyeri yang sempat mereda tetap perlu diperhatikan, terutama jika disertai tanda lain.
Nyeri dada juga tidak harus terasa sangat hebat. NHS menjelaskan bahwa sebagian orang mengalami keluhan ringan yang menyerupai gangguan pencernaan.
Rasa tidak nyaman akibat serangan jantung dapat melibatkan satu atau kedua lengan, punggung, leher, rahang, maupun perut. Keluhan tidak terbatas pada dada sebelah kiri.
Letak nyeri saja tidak dapat digunakan untuk memastikan penyebabnya. Namun, rasa tidak nyaman di bagian tubuh tersebut perlu lebih diperhatikan ketika muncul bersama tekanan di dada, sesak napas, atau keringat dingin.
Baca Juga: Dikira Masuk Angin atau Gangguan Lambung, Mengapa Gejala Serangan Jantung Bisa Terabaikan?
Sesak napas merupakan tanda lain yang perlu dikenali. Keluhan ini dapat muncul dengan atau tanpa rasa tidak nyaman di dada.
AHA juga mencantumkan keringat dingin, mual, dan kepala terasa ringan sebagai tanda peringatan serangan jantung. Seseorang tidak harus mengalami semuanya sekaligus.
Pada sebagian orang, keluhan di luar dada justru lebih menonjol. NHS menyebut bahwa sesak napas, mual, serta nyeri punggung atau rahang dapat terjadi tanpa nyeri dada.
Gejala-gejala tersebut juga dapat terjadi pada kondisi lain sehingga diagnosis membutuhkan pemeriksaan medis. Meski demikian, dugaan serangan jantung perlu ditanggapi segera, termasuk ketika seseorang belum yakin dengan penyebab keluhannya.
Di Indonesia, hubungi layanan darurat medis 119 atau ambulans rumah sakit terdekat. Jelaskan keluhan, lokasi, serta kondisi orang yang membutuhkan pertolongan, lalu ikuti arahan operator.
Baca Juga: Penderita Penyakit Jantung Tetap Bisa Olahraga, Ini 4 Pilihan yang Bisa Dipertimbangkan
Sambil menunggu bantuan, hentikan aktivitas dan beristirahat dalam posisi duduk bersandar yang nyaman. Jangan menyetir sendiri menuju rumah sakit. Pertolongan tidak perlu menunggu sampai korban kehilangan kesadaran.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir